Sinopsis JDrama Don't Call It Mystery (2022): Psikologi Bantu Detektif Jadi Lebih Baik dan Manusia

Keterampilan Detektif yang Unik

Untuk menjadi seorang detektif, diperlukan kemampuan khusus seperti meneliti, investigasi, analisis, dan menyelidiki sesuatu dengan sangat detail agar kasus-kasus yang mereka tangani dapat diselesaikan dengan baik. Banyak orang melalui pelatihan ketat untuk mendapatkan kemampuan ini. Namun, ada juga mereka yang secara alami memiliki kepekaan terhadap hal-hal yang sering terlewat oleh orang awam.

Orang-orang seperti ini sangat dibutuhkan oleh kepolisian dalam mengungkap dan memecahkan berbagai kasus yang rumit. Salah satu tokoh yang memiliki bakat detektif adalah Totono Kuno (Masaki Suda), seorang mahasiswa psikologi asal Hakodate. Totono memiliki rambut keriting seperti afro yang membuatnya sangat mencolok dari orang-orang di sekitarnya. Meskipun begitu, ia suka menyendiri dan tidak memiliki teman sama sekali.

Suatu hari, Totono diminta ke kantor polisi atas tuduhan pembunuhan teman kampusnya. Tuduhan itu tentunya tidak tepat, namun Ketua Penyelidik Yabu (Endo Kenichi) bersikeras bahwa Totono lah pelakunya. Untungnya, dua detektif di bawah ketua penyelidik, Furomitsu (Sairi Itoh) dan Ikemoto (Matsuya Onoe), tidak merasa bahwa Totono adalah pelakunya. Namun, mereka berdua tidak dapat melawan atasannya tanpa bukti.

Totono bukanlah mahasiswa biasa. Ia kebetulan mengenal korban yang juga berasal dari satu SMA dengannya, bahkan satu kelas pula. Karena itu, Totono dapat melawan setiap argumen dari ketua penyelidik. Totono dengan berani melayangkan banyak sekali pertanyaan yang membuat para detektif keheranan. Ketika ketua penyelidik mengatakan bahwa ada saksi, Totono membalas dengan bertanya apa yang dilakukan saksi pada saat itu, baju yang ia pakai pada saat itu, dan lain-lain. Bahkan, Totono juga bertanya apakah para detektif mengenal saksi tersebut dengan baik.

Karena Totono yakin dengan kebenarannya, ia juga mengejutkan para detektif karena sangat tenang saat diinterogasi. Saat bertemu dengan dua detektif asisten, Totono perlahan-lahan menjadi dekat dengan Furomitsu dan Ikemoto karena sifat kemanusiaannya serta empatinya yang tinggi. Kedua sifat tersebut sangat sulit ditemukan di kantor kepolisian. Terutama karena kepala penyelidik sangat memandang rendah Furomitsu sebab ia adalah perempuan.

Ikemoto juga berkali-kali dikejutkan karena Totono berhasil mengetahui fakta-fakta yang rekan-rekannya tidak tahu. Seperti bahwa istrinya sedang hamil dan mereka sedang bertengkar, hanya karena pakaiannya tidak disetrika. Totono berhasil menghindari tuduhan karena ia mengangkat fakta bahwa korban adalah anak dari keluarga kaya, bahkan mendapatkan mobil sebagai hadiah saat ia masih SMA. Tapi, mobil itu dijual oleh orang tuanya karena sebuah peristiwa.

Pada saat yang berdekatan dengan mobil dijual kembali, istri dan anak Yabu mengalami kecelakaan hingga meninggal ditempat. Ternyata pelaku tabrakan tersebut menggunakan mobil milik korban, sehingga buktinya disingkirkan. Fakta tersebut malah menarik Yabu ke panggung penyelidikan pula. Namun bukan sebagai penyelidik, tapi sebagai tertuduh.

Masih banyak kasus-kasus lain yang melibatkan Totono, karena itu ia menjadi dekat dengan para polisi dan detektif. Serta sifat kemanusiaan Totono ini juga yang membuatnya menjadi detektif andal.

Adaptasi Drama dan Film

Seri JDrama Don't Call it Mystery atau Mystery to Iunakare (2022) ini diadaptasi dari seri manga dengan judul yang sama karya Tamura Yumi sejak 2017 hingga sekarang. Saat ini total berjumlah 15 volume. Tidak hanya seri drama, seri ini juga mendapatkan adaptasi ke film yang dirilis pada tahun 2023 dengan skor 6.3/10 di IMDb. Sedangkan seri ini mendapatkan skor 7.6/10 di IMDb dan 8.6 di MyDramaList.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan