Sinyal antariksa misterius dianggap jeritan bintang yang terkoyak dua lubang hitam

Penemuan Mengejutkan tentang Bintang yang Dicabik Dua Lubang Hitam

Sebuah fenomena kosmik yang mengerikan kini menjadi fokus perhatian para ilmuwan. Sebuah sinyal sinar-X yang terdeteksi puluhan tahun lalu kini mengungkap dugaan baru: sebuah bintang dihancurkan oleh dua lubang hitam raksasa secara beruntun. Peristiwa ini diduga terjadi sekitar 3 miliar tahun lalu, menjadikannya salah satu peristiwa paling menarik dalam sejarah astronomi.

Bintang yang malang itu terperangkap dalam tarik-menarik gravitasi dua lubang hitam raksasa. Proses ini menyebabkan bintang tersebut menghasilkan jeritan samar sinar-X yang baru saja terdeteksi dan dianalisis oleh para astronom. Jika skenario ini terkonfirmasi, maka peristiwa ini akan menjadi episode paling jauh dari serangan dua lubang hitam terhadap satu bintang yang pernah dilihat manusia.

Tim astronom internasional melaporkan hasil pengamatan dekade mereka tentang semburan sinar-X variabel paling redup yang diketahui. Hasil ini dimuat dalam sebuah makalah yang diterima untuk publikasi di jurnal The Innovation pada November 2025. Penemuan ini membuka wawasan baru tentang dinamika kosmik yang kompleks.

Bintang Menjadi "Spaghetti Kosmik"

Sumber sinar-X yang diberi nama XID 925 pertama kali ditemukan pada tahun 1999 melalui survei Deep Field South oleh Observatorium Sinar-X Chandra. Sejak saat itu, para astronom terus mengawasi sumber ini, mencatat bagaimana radiasi awalnya yang cerah meredup terus-menerus. Kecerahannya hanya tinggal seperempat puluh dari puncak yang diamati pertama kali.

Semburan cerah sinar-X yang diikuti oleh periode peredupan yang panjang adalah ciri khas dari peristiwa kekerasan kosmik yang disebut Tidal Disruption Events (TDE). TDE terjadi ketika sebuah bintang tersesat terlalu dekat dengan lubang hitam supermasif. Sebelum bintang tersebut ditelan oleh event horizon (titik tidak bisa kembali), gravitasi besar lubang hitam akan merobek bintang menjadi berkeping-keping. Proses ini disebut "spaghettification," karena bintang seolah ditarik menjadi untaian pasta tipis.

Materi bintang yang tercerai-berai kemudian membentuk piringan tipis yang berputar cepat di luar lubang hitam. Energi yang dilepaskan dalam proses ini memanaskan gas hingga memancarkan radiasi sinar-X yang terlihat bahkan dari sisi lain alam semesta. Setelah materi tersedot masuk, piringan tersebut kehilangan kecerahannya.

Misteri Kecerahan yang Tiba-tiba Melonjak

XID 925 sendiri sudah dianggap luar biasa karena merupakan salah satu TDE paling jauh dan paling redup yang pernah tercatat. Namun, pada tahun 1999, terjadi anomali tak terduga. Antara Januari dan Maret tahun itu, XID 925 tiba-tiba dan cepat mencerah hingga 27 kali lipat. Setelah itu, kecerahan sinar-X tersebut langsung merosot dengan cepat, dan XID 925 kembali memudar dari pandangan.

Para astronom di balik studi baru ini kini yakin bahwa pemicu lonjakan kecerahan aneh tersebut adalah pelaku kedua. Menurut mereka, ini bukan kasus TDE sederhana di sekitar satu lubang hitam supermasif. Mereka berpendapat bahwa bintang yang malang itu terjebak dalam pelukan gravitasi lubang hitam raksasa pusat dan lubang hitam pendamping yang lebih kecil (tetapi tetap besar).

Lubang hitam yang lebih besar merobek bintang dan mengubahnya menjadi piringan akresi. Namun, lubang hitam kedua kemudian berayun mendekati piringan tersebutatau bahkan menabraknyadan gangguan inilah yang memicu ledakan energi hebat. Para ilmuwan menjelaskan, layaknya mobil malang yang menabrak lokasi kecelakaan, peristiwa ini membuat situasi yang sudah kacau menjadi lebih kacau, yaitu dengan memicu pelepasan sinar-X yang lebih banyak.

Setelah lubang hitam pendamping yang lebih kecil menjauh, sistem tersebut kembali meredup. Meskipun para astronom memperingatkan bahwa kisah ini tidak menjelaskan secara sempurna semua data yang ada, mereka berpendapat bahwa ini adalah skenario paling meyakinkan yang diketahui mereka. Jika terbukti benar, ini akan menjadi peristiwa TDE lubang hitam biner paling jauh yang pernah diketahui, memberikan wawasan penting dan menarik tentang hubungan kompleks antara bintang dan lubang hitam di jantung galaksi-galaksi muda.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan