
LABUAN BAJO, nurulamin.pro
- Sinyal
handphone
pelatih Valencia B Fernando Martin Carreras sempat dua kali terdeteksi di kawasan perairan Taman Nasional Komodo sejak tenggelamnya kapal KM Putri Sakinah pada Jumat, 26 Desember 2025.
Hal itu diungkapkan pendamping keluarga istri pelatih Valencia, Budi Widjaja.
Dia mengungkapkan, sinyal
handphone
milik pelatih Valencia yang hilang tenggelam di perairan Pulau Padar sempat terdeteksi dua kali di kawasan tersebut.
"Di tanggal 27 Desember 2025 pada jam 01.00 WITA, malam itu terdeteksi sinyal diterima oleh
handphone
korban. Kemudian, di tanggal 28 Desember sore juga terdeteksi adanya sinyal tersebut," kata Budi, pada Sabtu (3/1/2026).
Namun, menurut Budi, sinyal
handphone
milik korban tersebut berpindah-pindah.
Sinyal yang pertama ditemukan di Selatan Pulau Padar mendekati ke Pulau Rinca atau mendekati selatannya Pulau Rinca.
Kemudian, pada tanggal 28 (Desember 2025) ditemukan lagi sinyal itu di utara dari Padar Utara tepatnya itu di Batu Tiga.
Budi menyebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang ditembuskan ke luar negeri, untuk meminta bantuan Interpol karena nomor yang terdaftar itu nomor internasional, nomor dari Spanyol.
"Tadi malam kita mendapat informasi tembusan dari Komdigi bahwa ada dua titik koordinat yang tanggal 27 dan 28 (Desember 2025) ditemukan signal terakhir," ujar Budi.
Tim SAR Tak Temukan Korban
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman mengatakan bahwa pihaknya sudah mencari di titik koordinat yang ditemukan Komdigi itu.
Namun, tim SAR gabungan tidak menemukan korban di lokasi tersebut.
"Kita sudah mencoba mencari di lokasi tersebut, hasilnya adalah nihil," kata Fathur pada Sabtu sore.
Sebagaimana diberitakan, operasi SAR terakhir melibatkan lebih kurang 152 personel. Ratusan personel itu terdiri dari Basarnas Maumere 32 orang, Pos SAR Manggarai Barat 8 orang, KSOP Manggarai Barat 8 orang, dan beberapa personel dari beberapa lembaga dan kesatuan.
"Alat utama (alut) yang digunakan ada 17 alut," ujar Fathur dalam keterangannya pada Jumat, 2 Desember 2025.
Sebelumnya diberitakan, kapal wisata KM Putri Sakinah tenggelam di perairan Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat, 26 Desember 2025.
Proses Pencarian dan Koordinasi
Selama operasi pencarian, pihak berwenang melakukan berbagai langkah untuk memastikan semua kemungkinan telah dieksplorasi. Dalam hal ini, tim SAR bekerja sama dengan berbagai instansi seperti Basarnas, KSOP, dan organisasi lainnya. Mereka menggunakan alat utama seperti perahu, peralatan komunikasi, dan teknologi pemetaan untuk mencari korban di area yang luas dan berbahaya.
Pencarian dilakukan secara terus-menerus, meskipun hasilnya belum memberikan kepastian. Setiap koordinat yang ditemukan menjadi fokus utama bagi tim pencari. Namun, sampai saat ini, tidak ada tanda-tanda keberadaan korban di lokasi yang ditentukan.
Peran Teknologi dalam Operasi SAR
Teknologi memainkan peran penting dalam proses pencarian. Misalnya, sinyal handphone yang terdeteksi menjadi petunjuk penting tentang posisi korban. Meski sinyal tersebut berpindah-pindah, informasi ini tetap membantu dalam menentukan wilayah yang harus diperiksa lebih lanjut.
Selain itu, kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memungkinkan penggunaan data terkini dan akurat. Pihak Komdigi juga memberikan dukungan teknis dan logistik untuk mempercepat proses pencarian.
Tantangan dalam Operasi SAR
Operasi pencarian di kawasan Taman Nasional Komodo memiliki tantangan tersendiri. Wilayah perairan yang luas dan kondisi cuaca yang tidak menentu membuat proses pencarian lebih rumit. Selain itu, akses ke lokasi tertentu bisa sangat sulit, terutama jika terjadi badai atau arus laut yang kuat.
Meski begitu, tim SAR tetap berkomitmen untuk melakukan yang terbaik. Mereka terus berupaya memperluas cakupan pencarian dan meningkatkan efisiensi operasi.
Keberlanjutan Operasi dan Harapan
Hingga saat ini, operasi SAR masih berlangsung. Keluarga korban dan masyarakat setempat terus memberikan dukungan moral dan material kepada tim pencari. Semoga dengan usaha yang maksimal, korban dapat segera ditemukan dan diberikan pertolongan yang cepat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar