Jejak Sejarah yang Kian Menghilang
Di tengah perjalanan sejarah perfilman di Indonesia, khususnya di Jambi, terdapat sebuah bangunan yang dulu menjadi pusat hiburan dan kebudayaan. Bioskop Mawar, yang berada di Kabupaten Batang Hari, merupakan salah satu contoh dari bangunan-bangunan bersejarah yang kini tinggal menjadi kenangan.
Lokasi yang Kini Hanya Berupa Lahan Kosong
Saat ini, bekas lokasi Bioskop Mawar hanya berupa tanah kosong seluas 611 meter persegi. Tidak ada lagi dinding atau atap yang mengingatkan pengunjung akan kejayaannya dahulu. Satu-satunya penanda yang masih tersisa adalah papan bertuliskan “eks tanah bioskop” yang menunjukkan bahwa lahan tersebut dulunya merupakan bagian dari gedung yang pernah menjadi tempat hiburan masyarakat setempat.

Kenangan yang Masih Melekat
Bagi warga setempat, Bioskop Mawar bukan sekadar bangunan biasa. Alfi, salah seorang warga, mengenang masa lalu ketika bioskop itu menjadi satu-satunya sarana hiburan di daerah tersebut. Ia mengatakan bahwa film India dan film Indonesia sering diputar di sana, dengan harga tiket yang sangat terjangkau sehingga dapat diakses oleh semua kalangan masyarakat.
“Dulu cuma 500 perak (nonton), kalau wayang itu gratis, setiap malam dulu, satu-satunya ini bioskop di Batang Hari,” ujarnya.
Pengalaman menonton film di bioskop tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi momen berkumpul bagi warga. Setiap penayangan film selalu dinanti-nantikan karena bisa membangun ikatan sosial antara penduduk.
Perhatian Pemerintah yang Kurang Memadai
Sayangnya, keberadaan Bioskop Mawar kini dibiarkan terbengkalai. Alfi menyampaikan kekecewaannya terhadap kurangnya perhatian pemerintah terhadap bangunan yang memiliki nilai sejarah dan sosial penting. Ia berharap agar bangunan tersebut dapat dipugar kembali dan dimanfaatkan sebagai tempat wisata budaya atau pusat kegiatan masyarakat.
Komunitas Jejak Kebudayaan Jambi juga menyampaikan prihatin terhadap kehilangan besar ini. Menurut Sandi, perwakilan komunitas tersebut, tidak hanya nilai arsitektur yang hilang, tetapi juga memori kolektif dan identitas budaya masyarakat Batanghari yang ikut memudar.
“Bangunan ini banyak nilai sejarah dan menyimpan memori kenangan bagi masyarakat di Kabupaten Batang Hari, sangat sayang bangun ini sudah tidak ada lagi,” katanya.
Status Cagar Budaya yang Tidak Terwujud
Bahkan, Bioskop Mawar telah memiliki status cagar budaya tingkat kabupaten. Namun, status ini tidak cukup untuk melindungi bangunan tersebut dari keruntuhan. Okta, anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Batang Hari, menjelaskan bahwa Bioskop Mawar mengalami keruntuhan pada tahun 2025.
“Bioskop Mawar, pada tahun 2025 sudah mengalami keruntuhan, beberapa bangunan itu sudah runtuh, datar dengan tanah,” ujarnya.
Kehilangan Bioskop Mawar menambah daftar panjang aset sejarah di Batang Hari yang hilang sebelum sempat direvitalisasi. Bersamaan dengan runtuhnya bangunan tua itu, turut terkubur pula bagian penting dari sejarah hiburan dan ruang sosial masyarakat setempat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar