Siswa Kalibaru Jadi Korban Mobil MBG Dapat Santunan Rp2-5 Juta

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan bahwa para siswa yang terluka akibat kecelakaan lalu lintas di SDN 01 Kalibaru, Jakarta Utara, pada Kamis, 11 Desember 2025, akan menerima santunan dari pihak kementerian. Kejadian ini terjadi ketika sebuah mobil pengangkut makan bergizi gratis (MBG) menabrak sejumlah pelajar saat mereka sedang berkumpul di lapangan sekolah.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah, Gogot Suharwoto, menyampaikan bahwa bantuan finansial diberikan kepada keluarga korban setelah pihak kementerian menjenguk mereka di Rumah Sakit Umum Daerah Koja dan Cilincing. "Untuk korban luka berat, kami memberikan Rp 5 juta per orang kepada lima siswa. Sedangkan untuk korban luka ringan, masing-masing mendapat Rp 2,5 juta," ujar Gogot dalam pernyataan resmi.

Pihak kementerian juga menekankan pentingnya menjaga privasi korban serta memastikan tidak ada informasi yang tidak benar menyebar. Kementerian akan terus bekerja sama dengan sekolah, Dinas Pendidikan Jakarta, dan pihak lainnya untuk memantau kondisi korban secara berkala. "Kemendikdasmen berkomitmen untuk terus mendampingi dan memberikan dukungan penuh kepada siswa, guru, dan pihak sekolah yang terdampak oleh kejadian ini," tambah Gogot.

Sebelum kejadian tersebut, satu unit mobil layanan MBG menabrak sejumlah siswa SDN 01 Kalibaru saat mereka sedang melakukan kegiatan sekolah. Dari rekaman CCTV yang diterima Tempo, terlihat para siswa sedang duduk bersila sementara beberapa guru memandu acara di depan. Tiba-tiba, mobil Gran Max berkelir putih yang membawa makan bergizi gratis menerobos pagar dan menabrak siswa-siswa yang sedang duduk di lapangan.

Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan bahwa sebanyak 22 orang terluka akibat insiden tersebut. Dua siswa masih menjalani perawatan intensif di Intensive Care Unit (ICU) RSUD Koja, Jakarta Utara. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa salah satu korban dalam keadaan sangat stabil, sedangkan yang lain ditangani oleh tiga dokter spesialis, yaitu dokter saraf, dokter anak, dan dokter kosmetik.

Selain dua korban tersebut, terdapat sembilan korban lain yang masih dirawat. Lima di antaranya menjalani perawatan di RSUD Koja, sementara empat korban lainnya dilarikan ke RSUD Cilincing. Sebanyak 11 siswa lainnya telah dipulangkan ke rumah setelah mendapatkan penanganan medis.

Dian Rahma Fika berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Langkah-Langkah yang Dilakukan Kementerian Pendidikan

  • Pemberian Santunan: Kementerian memberikan bantuan finansial kepada keluarga korban sesuai tingkat keparahan luka.
  • Pemantauan Kondisi Korban: Kementerian berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pemantauan kondisi korban secara berkala.
  • Penghormatan Privasi: Kementerian mengimbau semua pihak untuk menjaga privasi korban dan menghindari penyebaran informasi yang tidak benar.
  • Dukungan Penuh: Kemendikdasmen berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada siswa, guru, dan pihak sekolah yang terdampak kejadian ini.

Peran Badan Gizi Nasional

  • Penanganan Medis: BGN bertanggung jawab atas penanganan medis para korban, termasuk pemeriksaan dan perawatan intensif.
  • Koordinasi dengan Rumah Sakit: BGN bekerja sama dengan rumah sakit untuk memastikan para korban mendapatkan perawatan yang tepat.
  • Pelaporan Informasi: BGN memberikan informasi terkini tentang kondisi korban kepada masyarakat dan pihak terkait.

Pertanyaan yang Muncul Setelah Insiden

  • Apakah kebijakan penggunaan mobil MBG sudah cukup aman?
  • Bagaimana prosedur keselamatan yang diterapkan di sekolah-sekolah?
  • Apakah perlu adanya peninjauan ulang terhadap penggunaan kendaraan di lingkungan sekolah?

Dengan insiden ini, muncul pertanyaan penting tentang bagaimana menjaga keselamatan siswa di lingkungan sekolah, termasuk dalam penggunaan kendaraan yang digunakan untuk keperluan pendidikan seperti MBG.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan