
Kondisi Nersy yang Menyentuh Hati
Seorang pelajar bernama Nersy di Kabupaten Purwakarta mengalami trauma berat akibat perundungan (bullying) yang dilakukan oleh teman-temannya. Kejadian ini memicu rasa prihatin yang mendalam, terutama karena Nersy mengalami guncangan mental hingga memutuskan untuk berhenti sekolah.
Penyebab utama dari trauma ini adalah aksi bullying yang dilakukan karena Nersy tidak memiliki telepon genggam (HP). Kondisi ini membuatnya merasa rendah diri dan tidak diterima di lingkungan sekolahnya. Kisah pilu ini akhirnya sampai ke telinga dr Evi Yusrari, istri dari Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin.
Pada bulan Desember 2025 lalu, dr Evi Yusrari datang langsung mengunjungi Nersy. Tujuan dari kunjungan tersebut adalah untuk memulihkan semangat Nersy yang sempat hilang akibat ejekan dari lingkungan sekolahnya. Dalam pertemuan itu, dr Evi tampak berusaha keras untuk mencairkan suasana dan membangun kedekatan emosional dengan Nersy.
Ia berupaya memposisikan diri sebagai teman agar Nersy merasa aman dan bersedia membuka diri kembali untuk berkomunikasi. “Ayo dong kita cerita, Tante belum punya anak, enggak ada teman cerita. Cuma Bang Jo doang temennya. Kita ngobrol yuk,” ujar dr Evi dalam unggahannya di Instagram 13 Desember 2025.
Selain memberikan pendampingan mental, dr Evi juga membawa kado berupa satu unit telepon genggam (HP) baru untuk Nersy. Fasilitas tersebut diberikan agar Nersy tidak lagi merasa rendah diri dan memiliki sarana pendukung untuk belajar mandiri. “Nanti sebentar dokter isi kartu, terus kita WhatsApp-an, kita video call-an,” kata dr Evi.
dr Evi juga terus memberikan motivasi agar Nersy memiliki kepercayaan diri untuk kembali menata masa depannya yang masih panjang. “Jadi orang sukses, sekolah lagi, bisa belajar pakai handphone dari Abang Ijo. Sekolah lagi, nih sudah ada handphonenya, pakai belajar ya,” ucapnya memberi motivasi.
Melihat Nersy hanya diam dengan tatapan kosong, dr Evi Yusrari menangis sedih. Ia lantas memeluk nenek yang merawat Nersy, sambil memberikan semangat.
Perkembangan Nersy
Pada 23 Desember 2025, dr Evi Yusrari kembali mengunggah video tentang Nersy. Kedatangan dr Evi kali ini membawa sejumlah kebutuhan sehari-hari seperti sembako dan cemilan untuk Nersy. Dalam video tersebut terlihat Nersy mulai tersenyum, meski tatapan matanya masih kosong. Nersy juga ikut menangis, kala sang nenek memeluk dr Evi.
Dalam unggahan tersebut, dr Evi berpesan menyentuh untuk semua orang. “Bukan soal punya atau tidak punya hp, yang menyakitkan adalah ketika seorang anak merasa tidak berharga karena perbedaan materi, BULLYING bukan candaan tetapi luka batin yang agia tersimpan, mari saling menjaga bukan menjatuhkan,” tulisnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar