Siswa SDN 133 Palembang Kembali Bersekolah Setelah Trauma Bullying
Siswa SDN 133 Palembang yang memiliki inisial AK akhirnya kembali bersekolah setelah sempat mogok selama beberapa waktu. Kejadian ini terjadi karena AK mengalami bullying dari kakak kelasnya secara verbal selama hampir satu tahun. Akibatnya, AK mengalami trauma dan sering melamun serta mengurung diri.
AK didampingi oleh PJR Polda Sumsel saat kembali ke sekolahnya di SDN 133 Kebun Bunga Palembang. Tindakan ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan dukungan kepada siswa tersebut. PJR Polda Sumsel, Renaldi Sandes, berharap tidak ada lagi anak yang takut bersekolah karena pengalaman seperti ini.

Sebelumnya, kasus AK sempat viral di media sosial. Ibu AK, JW, membuat pengakuan yang mengejutkan. Menurutnya, anaknya tidak mau bersekolah selama lebih dari seminggu karena dibully oleh kakak kelasnya. Awalnya, JW berpikir bahwa anaknya malas bersekolah. Namun, setelah didesak bersama sang ayah, AK akhirnya menangis dan mengaku bahwa ia dibully sejak kelas 4 SD.
Bulan-bulan pertama pembullyan terjadi, AK hanya menerima ejekan secara verbal. Namun, kondisi memburuk ketika oknum pelaku mulai mengajak teman-temannya untuk ikut mengolok-ngolok AK. AK diejek karena kondisi matanya, yang membuatnya merasa tidak nyaman dan tidak percaya diri.

JW menjelaskan bahwa sudah ada upaya mediasi dari pihak sekolah. Hingga saat ini, pihak sekolah sudah dua kali datang ke rumahnya. Namun, JW masih belum bisa melakukan apa-apa karena kondisi anaknya masih trauma. Orangtua dari oknum pembully juga telah datang ke rumah dan berusaha menempuh jalur damai. Namun, JW menolak karena anaknya masih dalam kondisi traumatis dan sering melamun serta mengurung diri.
JW berharap pihak sekolah dapat memberikan tindakan tegas terhadap oknum pembully. Ia berpendapat bahwa jika pelaku diberikan sanksi seperti diskors, maka anaknya akan kembali bersekolah. Namun, hingga saat ini, tindakan tegas dari pihak sekolah belum terlihat.
Pihak sekolah juga memberikan solusi agar anaknya dipindahkan ke sekolah lain. Namun, sampai saat ini, belum ada kejelasan tentang langkah selanjutnya. JW juga berharap Walikota Palembang dan Dinas Pendidikan turun tangan untuk menindaklanjuti kasus bullying ini.
Terakhir, JW menyampaikan harapan bahwa dengan adanya kasus ini, muncul imbauan agar tidak ada lagi kasus bullying di sekolah. Ia berharap pihak sekolah dapat memberikan tindakan tegas terhadap oknum pembully dan juga segera melakukan follow-up terhadap solusi pemindahan anaknya ke sekolah lain.
Kasus ini menjadi peringatan bagi lingkungan sekolah agar lebih waspada terhadap tindakan bullying yang dapat merusak masa depan anak-anak.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar