Siswa SDN 29 Manggar Dapat Bantuan Makanan Bergizi Mulai Januari 2026

Siswa SDN 29 Manggar Dapat Bantuan Makanan Bergizi Mulai Januari 2026

Bantuan Makanan Bergizi untuk Siswa SDN 29 Manggar

Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 29 Manggar yang berada di Desa Pulau Buku Limau menerima bantuan makanan bergizi (MBG) berupa dua butir telur dan satu kotak susu. Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, pada Jumat (12/12/2025). Pembagian MBG dilakukan dalam rangka kunjungan bupati sekaligus pembukaan Festival Bahari Buku Limau 2025.

Bupati Kamarudin menyampaikan bahwa program MBG di pulau harus berjalan setara dengan wilayah daratan. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah tidak boleh dibedakan hanya karena perbedaan geografis.

Tidak ada perbedaan yang di darat dan di pulau, harus disamaratakan. Rencana ini sudah ada beberapa bulan lalu. Ada empat pulau yang juga harus diberikan MBG. Di darat ada tujuh kecamatan, seharusnya ada 14 SPPG namun baru 5 yang beroperasi. Kapan yang di pulau bisa mulai berjalan, itu yang terus kita dorong. Dana bantuan makanan ini dari APBD dan pengoperasiannya dilakukan langsung oleh sekolah, ujar Bupati Kamarudin, kepada berita, Jumat (12/12/2025).

Ia juga menyinggung pentingnya penguatan ekonomi masyarakat pulau untuk mendukung keberlanjutan program tersebut. Bupati berharap UMKM lokal, seperti usaha ternak ayam petelur, jagung, dan sayuran, dapat dijalankan lebih masif sehingga kebutuhan bahan makanan untuk MBG bisa dipenuhi dari produksi masyarakat sendiri.

Berbeda dengan daratan yang harus ada, nasi, daging, sayur dan buah. Kalau di sini disederhanakan dengan dua telur dan satu kotak susu, jelasnya.

Penyaluran Rutin Mulai Januari 2026

Mulai Januari 2026, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur akan menyalurkan bantuan makanan bergizi secara rutin kepada 85 siswa SDN 29 Manggar. Kepala SD Negeri 29 Manggar, Siti Fatimah, menyambut suka cita program tersebut dan mengatakan bahwa siswa di wilayah daratan sudah lama mendapatkan MBG, sementara sekolah mereka memang menunggu giliran.

Sebenarnya kami memang menunggu, karena di darat itu kan sudah banyak yang berjalan, siswa mendapat MBG. Alhamdulillah Januari sudah mulai kami mendapatkan bantuan makanan bergizi gratis berupa susu dan telur. Kami sangat sambut baik dan akan melaksanakan amanah ini dengan baik, tutur Siti.

Dengan dimulainya penyaluran rutin pada 2026, sekolah-sekolah di wilayah pulau diharapkan semakin merasakan pemerataan layanan gizi bagi peserta didik, sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan dan ketahanan pangan anak sekolah di Belitung Timur.

Tantangan dan Solusi dalam Pemenuhan Gizi Anak

Pemenuhan gizi anak di daerah pulau seringkali menghadapi tantangan terkait akses dan distribusi. Dalam hal ini, program MBG menjadi salah satu solusi untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan nutrisi yang cukup meskipun tinggal di lokasi yang terpencil.

Beberapa langkah telah diambil oleh pemerintah daerah untuk menjawab tantangan tersebut. Salah satunya adalah memastikan ketersediaan bantuan makanan yang sesuai dengan kondisi lokal. Di wilayah daratan, anak-anak biasanya menerima makanan yang lebih lengkap, seperti nasi, daging, sayur, dan buah. Namun, di daerah pulau, kebutuhan makanan disesuaikan dengan ketersediaan sumber daya setempat.

Program ini juga memberikan peluang bagi masyarakat lokal untuk berpartisipasi dalam memenuhi kebutuhan makanan. Dengan mengembangkan usaha-usaha kecil seperti ternak ayam petelur atau pertanian tanaman pangan, masyarakat dapat berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan MBG.

Peran Sekolah dalam Implementasi Program

Sekolah memiliki peran penting dalam mengimplementasikan program MBG. Selain sebagai tempat pendidikan, sekolah juga bertanggung jawab dalam memastikan bahwa siswa mendapatkan makanan bergizi yang cukup. Dalam hal ini, SDN 29 Manggar telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menerima dan menjalankan program tersebut.

Kepala Sekolah, Siti Fatimah, menyatakan bahwa sekolah akan menjalankan amanah ini dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi aktif dari pihak sekolah sangat penting untuk keberhasilan program MBG.

Masa Depan Program MBG

Dengan penyaluran rutin mulai Januari 2026, harapan besar ditempatkan pada program MBG untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan ketahanan pangan anak-anak di Belitung Timur. Program ini tidak hanya berdampak pada kesehatan siswa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera dan mandiri.

Dengan dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan sekolah, program MBG diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh peserta didik di wilayah pulau.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan