
Kegiatan Kokurikuler di SMPN 1 Kuningan: Merawat Budaya dan Membentuk Karakter
SMPN 1 Kuningan kembali menunjukkan inovasi dalam pendidikan melalui kegiatan kokurikuler yang berjudul “Pasar Edukasi dan Seni Budaya Sunda berbasis kearifan lokal”. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dan menjadi bukti transformasi pembelajaran yang bermakna. Seluruh peserta didik dari kelas VII hingga IX turut serta dalam kegiatan ini, yang merupakan kolaborasi lintas mata pelajaran.
Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah “Ngarumat Budaya, Ngaronjatkeun Kabisa”, yang artinya merawat bahasa sebagai upaya meningkatkan kemampuan dan kreativitas siswa. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Abidin, serta Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SMP, Udin Khaerudin.
Kepala SMPN 1 Kuningan, H Adang Kusdiana, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya memperkaya identitas budaya tetapi juga membentuk karakter yang jujur, kreatif, bertanggung jawab, dan terampil. Anak-anak belajar berpikir, bekerja, dan berkolaborasi secara nyata. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran dapat berlangsung menyenangkan, bermakna, dan mengakar pada identitas budaya.
Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar menjadi pribadi yang memiliki karakter Pancawaluya. Yakni; Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer, selaras dengan visi pembentukan karakter pelajar di masa depan.
Kabid Abidin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang memadukan kurikulum merdeka dengan budaya lokal. Kegiatan ini adalah implementasi nyata Kurikulum Merdeka yang memberikan ruang kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman. Pasar Edukasi dan Seni Sunda bukan hanya mengenalkan budaya, tetapi membentuk karakter dan kecakapan hidup.
Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Pasar Edukasi dan Seni Sunda menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning), memungkinkan peserta didik mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Melalui simulasi Pasar Edukasi dan pementasan Seni Sunda, siswa tidak hanya belajar teori tetapi juga mempraktikkan pengalaman nyata dan refleksi mendalam.
Ketua panitia kegiatan, Hamduli, menjelaskan bahwa program ini berjalan melalui kolaborasi lintas mata pelajaran, sehingga siswa dapat melihat keterkaitan antar ilmu dalam konteks kehidupan sehari-hari. Pada kegiatan Pasar Edukasi Sunda, peserta didik mengelola stand jajanan khas Sunda seperti Hucap, Peuyeum Ketan, Cireng, Batagor, Kue Klepon, dan puluhan kuliner tradisional lainnya. Seluruh transaksi dilakukan menggunakan Bahasa Sunda, lengkap dengan perhitungan modal, promosi, dan pencatatan laporan keuangan.
Beberapa karya seni ditampilkan, seperti Drama Sunda, Pupuh, Rampak Tari, Musik Tradisional, Dongeng, Puisi, Pencak Silat dan kreasi seni lainnya. Seluruh kegiatan mengangkat nilai karakter Sunda Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer.
Kegiatan yang Berdampak Positif
Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SMP, Udin Khaerudin, menegaskan bahwa nilai strategis kegiatan tersebut dalam pembangunan kualitas pendidikan daerah. Kita mengapresiasi kreativitas sekolah yang mampu menghadirkan pembelajaran yang otentik dan berdampak.
Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk terus mengembangkan program berbasis kearifan lokal serta memperkuat profil pelajar yang berkarakter Pancawaluya; Cageur, Bageur, Bener, Pinter, jeung singer. Rangkaian kegiatan tersebut menghasilkan laporan observasi lintas mata pelajaran, dokumentasi digital (foto, video, dan vlog), produk kreatif siswa dalam bentuk karya seni dan kuliner.
Selain itu, peningkatan kemampuan siswa pada dimensi kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. SMPN 1 Kuningan berencana menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan sekaligus membuka kerja sama dengan komunitas budaya, pelaku UMKM, dan instansi pendidikan lainnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar