
Kasus Pembunuhan Ibu Kandung oleh Siswi SD di Medan
Kasus yang mengejutkan terjadi di Medan, di mana seorang siswi kelas 6 SD, SAS, diduga membunuh ibu kandungnya, Faizah Soraya (42), pada Rabu (10/12/2025). Peristiwa ini memicu perhatian luas dari masyarakat dan pihak berwajib. Motif dugaan pembunuhan tersebut diketahui terkait rasa sakit hati SAS terhadap ibunya.
Menurut informasi yang dihimpun, kejadian itu dipicu karena kakak SAS dimarahi oleh Faizah pada Selasa malam. Hal ini membuat SAS merasa tersinggung. Kepala lingkungan setempat, Toni, menjelaskan bahwa ayah SAS mengungkapkan penyebab pembunuhan tersebut. "Saya tanya ayahnya, gimana (penyebab pembunuhan katanya), semalam kakaknya itu dimarahi sama korban itu, jadi adeknya itu tersinggung atau apa," ujar Toni.
Profil Terduga Pelaku
Meski kini terlibat dalam kasus serius, SAS dikenal sebagai anak yang memiliki prestasi luar biasa. Media sosial korban menampilkan berbagai pencapaian SAS, seperti meraih juara 2 lomba Tahfidz kategori SD dan juara 3 lomba mewarnai tingkat SD pada 2021. Dalam kegiatan sekolah, SAS aktif mengikuti beragam perlombaan, mulai dari hafalan doa dan Al-Quran hingga lomba pianika tingkat nasional.
Tetangga sekitar menggambarkan SAS sebagai sosok pendiam namun ramah. "Ia (SAS) adalah anak yang paling ramah, baik saat bertemu dengan orang. Tak hanya itu, ia juga berprestasi dalam mengikuti lomba di sekolahnya," ungkap seorang warga kepada Tribun Medan.
Perihal dugaan motif pembunuhan, tetangga menambahkan: "Mungkin karena emaknya itu cerewet jadi mungkin sakit hati. Padahal sudah mau tamat sekolah pelaku ini."
Proses Penahanan dan Kondisi Korban
Setelah kejadian, SAS langsung diamankan oleh pihak kepolisian. "Pelaku sudah dibawa ke Polrestabes Medan, hingga kini masih proses pendalaman dan pemeriksaan dengan pendampingan," kata Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto.
Korban ditemukan dengan banyak luka tusukan di sekujur tubuh. Kepala lingkungan setempat, Muhammad Husni, menjelaskan: "(Luka-luka di tubuh korban) banyak, di punggung, tangan lah satu saya lihat banyak, dari foto-foto aja saya lihat," ujarnya.
Postingan Media Sosial Korban
Kasus ini menarik perhatian publik, termasuk akun media sosial Faizah yang banyak menampilkan momen kebersamaan dengan dua putrinya. Faizah kerap membagikan postingan manis bersama SAS, bahkan pada tiap ulang tahunnya, korban membuat konten khusus dan doa menyentuh.
Di tahun 2020, Faizah menulis doa agar SAS kelak terkenal: "Mungkin suatu hari nnt bs jd model iklan shampoo," tulis Faizah. Doa tersebut kini menjadi sorotan netizen karena terwujud dalam sisi negatif. Seorang warganet menanggapi: "Iya model dmna mana bu," balas netizen.
Tantangan dan Perhatian Publik
Kasus ini menyoroti sisi gelap dari dinamika keluarga dan menyita perhatian publik karena pelaku masih anak di bawah umur dengan prestasi yang menonjol. Kejadian ini memicu diskusi tentang pengasuhan, komunikasi keluarga, serta dampak psikologis terhadap anak-anak.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar