
Persiapan Menghadapi Libur Nataru di Sleman
Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Kabupaten Sleman mulai mempersiapkan berbagai langkah antisipasi. Tidak hanya fokus pada pengelolaan kemacetan, Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman juga memberikan perhatian khusus terhadap jalur-jalur yang masuk kategori titik rawan kecelakaan (laka). Dua isu ini diprediksi menjadi tantangan utama mengingat arus kendaraan diproyeksikan meningkat tajam mulai pekan depan.
Kepala Dishub Sleman, Heri Kuntadi, menjelaskan bahwa persiapan sudah dimulai sejak November. "Kami melakukan survei jalur alternatif, pemasangan rambu, serta pemetaan titik rawan kemacetan dan kecelakaan," ujarnya, Jumat, 12 Desember 2025. Langkah-langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi ledakan wisatawan dan pemudik lokal yang diperkirakan lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.
Jalur Rawan Macet: Wisata Masih Jadi Magnet Utama
Beberapa ruas jalan utama diprediksi akan mengalami kepadatan, seperti Jalan Wates, Jalan Solo, Jalan Magelang, hingga Jalan Godean. Selain itu, jalur menuju destinasi wisata, seperti Tebing Breksi, Ibarbo Park, dan kawasan Kaliurang, diperkirakan menjadi titik paling sibuk selama Nataru.
Survei Badan Kebijakan Transportasi menunjukkan kenaikan arus kendaraan nasional sebesar 2,71 persen, sementara Yogyakarta berpotensi meningkat lebih tinggisekitar 6 persen. Mobil pribadi diproyeksikan mendominasi perjalanan dengan 42,78 persen, disusul sepeda motor 18,41 persen. Menariknya, 45,67 persen dari total pergerakan pengunjung diarahkan untuk berwisata, sementara 32,36 persen untuk mudik. Sisanya, sekitar 19 persen, digunakan untuk berbagai agenda akhir tahun seperti perayaan Natal dan pergantian tahun.
Menurut Heri, lonjakan mobilitas ini wajar. Libur panjang, anak sekolah libur, plus ekonomi nasional sedang tumbuh positif. Banyak yang memilih bepergian, ujarnya.
Fokus Keselamatan: Ramp Check, Bus Sekolah, Hingga Jip Wisata
Selain memetakan kemacetan, Dishub Sleman juga memperketat aspek keselamatan. Pemeriksaan kelayakan kendaraan angkutan barang dilakukan rutin di kantor Dishub. Ramp check di garasi perusahaan otobus pun digencarkan agar setiap armada benar-benar laik jalan. Bus untuk kegiatan outing class sekolah ikut diperiksa, begitu pula jip wisata di destinasi favorit Sleman. Semua ini dilakukan untuk memastikan pengunjung yang datang tidak hanya nyaman, tetapi juga aman.
Puncak Nataru dan Pengendalian Lalu Lintas
Puncak arus Nataru diprediksi berlangsung pada 20 Desember 2025 4 Januari 2026. Selama periode ini, Dishub bakal mendirikan posko di Tempel, Sleman, hingga Prambanan. Pemantauan juga dilakukan melalui Terminal Tipe C seperti Pakem, Condongcatur, dan Prambanan. Dishub memaksimalkan Area Traffic Control System (ATCS) untuk mengurai simpang-simpang yang berpotensi padat. Kami berupaya penuh agar lalu lintas tetap lancar, jelas Heri.
Titik Rawan Kecelakaan: Waspada Saat Melintas
Dishub juga merilis daftar jalur yang masuk kategori rawan laka dan wajib diwaspadai pengguna jalan. Beberapa di antaranya:
- Jalan Glondong Tegalrejo
- Jalan Letkol Subadri
- Jalan KRT Pringgodiningrat
- Jalan Mudal Prujakan (Jalan Damai)
- Jalan Kadisoka Tajem
- Jalan Gejayan Manukan
- Jalan Ngringin Krapyak
- Jalan Ngangkruk Babadan
- Jalan Sorogenen Sidorejo
- Jalan Karang Kalasan Salakan
- Jalan Purtrojayan Kenaran
- Jalan Dayu Krapyak
- Jalan Kenari Losari (Jalan Raya Pereng)
Dengan potensi kenaikan mobilitas yang tinggi, pemetaan titik rawan macet dan laka ini diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan, baik bagi warga lokal maupun wisatawan yang akan melintasi Sleman selama libur akhir tahun.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar