
Keterbatasan Ruang Kelas di SMPN 6 Tejakula
SMP Negeri 6 Tejakula, yang berlokasi di Banjar Dinas Panjingan, Desa Les, menghadapi tantangan serius dalam hal ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan. Salah satu masalah utamanya adalah keterbatasan ruang kelas, yang hingga kini masih menjadi kendala bagi proses belajar mengajar.
Sekolah ini hanya memiliki tiga ruang kelas, sementara jumlah siswanya mencapai 326 orang, yang terbagi ke dalam 11 rombongan belajar (rombel). Rombel tersebut terdiri dari tiga rombel untuk kelas VII dan masing-masing empat rombel untuk kelas VIII dan IX. Masalah ini sudah berlangsung sejak 2019, ketika SMP Satu Atap 1 Tejakula bertransformasi menjadi SMPN 6 Tejakula.
Untuk mengatasi kekurangan ruang kelas, pihak sekolah harus meminjam ruangan di SD Negeri 3 Les. Hal ini dilakukan agar proses pembelajaran tetap berjalan lancar. Pemakaian ruangan dibagi dalam dua shift, yaitu pagi dan siang hari. Shift pagi diisi oleh kelas IX sebanyak empat rombel, sementara shift siang diisi oleh kelas VII sebanyak tiga rombel. Sementara itu, kelas VIII menggunakan ruangan yang dipinjam dari SD Negeri 3 Les.
Pihak sekolah telah mengusulkan penambahan ruang kelas baru sejak 2019. Namun, usulan tersebut baru terealisasi pada tahun 2025 melalui program revitalisasi dari APBN. Dalam program ini, SMPN 6 Tejakula mendapatkan bantuan pembangunan dua ruang kelas baru dengan anggaran sebesar Rp602 juta lebih, termasuk meubelair seperti kursi dan meja. Pembangunan dimulai pada 13 Desember 2024 dan akan selesai pada 7 Desember 2025.
Meskipun kini memiliki lima ruang kelas, jumlah tersebut masih kurang. Sekolah berharap dapat melakukan pembelajaran hanya dalam satu shift, yaitu pagi hari. Saat ini, proses pembelajaran masih berlangsung dalam dua shift, meskipun tidak lagi meminjam ruangan di SD Negeri 3 Les.
Selain ruang kelas, beberapa sarana prasarana lainnya juga belum tersedia di SMPN 6 Tejakula. Contohnya adalah ruang kepala sekolah, ruang tenaga administrasi, ruang laboratorium TIK, ruang UKS, ruang BK, dan ruang guru. Ruang guru bahkan sampai saat ini belum ada, sehingga digunakan sebagai ruang perpustakaan, ruang kepala sekolah, dan ruang tenaga administrasi.
Kunjungan kerja Bupati Buleleng ke SMPN 6 Tejakula menjadi harapan besar bagi pihak sekolah. Mereka berharap kebutuhan sarana prasarana pendidikan bisa dipenuhi melalui APBD. Terlebih, ada empat SD yang masuk dalam zonasi SMPN 6 Tejakula, yaitu SDN 1 Les, SDN 3 Les, SDN 5 Les, dan SDN 4 Penuktukan.
Upaya Penambahan Sarana Prasarana
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mencanangkan pembangunan lanjutan di SMPN 6 Tejakula. Pemkab akan menambah sejumlah sarana prasarana, termasuk empat ruang kelas baru dan toilet putra-putri masing-masing tiga unit. Seluruh kegiatan fisik ini akan dirancang dalam APBD induk 2027.
Dengan penambahan ruang kelas baru, kelas VIII dan IX yang memerlukan perhatian khusus dapat diberi kesempatan untuk belajar di shift pagi, sedangkan kelas VII bisa dilaksanakan di shift siang. Penambahan ruang kelas ini diperlukan karena setiap tahun jumlah siswa di sekolah ini selalu meningkat.
Tidak hanya ruang kelas dan toilet, Pemkab Buleleng juga akan membangun satu unit wantilan lengkap dengan gambelannya. Sutjidra menegaskan bahwa upaya ini merupakan bentuk dukungan pemerintah, mengingat siswa-siswi SMPN 6 Tejakula memiliki potensi besar di bidang kesenian. Anak-anak di sekolah ini memiliki bakat luar biasa dalam seni, seperti tukang gupek, tukang suling, dan tukang ugal. Pembangunan ini akan didanai sepenuhnya dari APBD.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar