Pemerintah Somaliland Bantah Tuduhan Menerima Pengungsi Palestina dari Gaza
Pemerintah Somaliland, pada Kamis (1/1/2026), menyangkal tuduhan yang menyebut pihaknya bersedia menampung pengungsi Palestina dari Jalur Gaza. Penyangkalan ini muncul setelah Presiden Somalia menuduh adanya kesepakatan rahasia di balik pengakuan kedaulatan Somaliland oleh Israel.
Kementerian Luar Negeri Somaliland menegaskan bahwa hubungan mereka dengan Israel hanya sebatas diplomatik. Mereka mengklaim bahwa isu tersebut adalah narasi bohong yang sengaja disebarkan untuk merusak kemajuan diplomatik yang baru saja diraih.
1. Somaliland dituding setuju menerima pengungsi dari Gaza
Sebelumnya, Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud menuduh Somaliland menerima tiga syarat berat dari Israel. Syarat tersebut meliputi penampungan warga Palestina, izin pembangunan pangkalan militer di Teluk Aden, dan kewajiban bergabung dengan Abraham Accords.
Pemerintah di Hargeisa menyebut tuduhan tersebut sebagai upaya untuk menyesatkan komunitas internasional. Mereka menilai narasi ini sengaja dihembuskan untuk merusak kemajuan diplomatik yang baru saja diraih.
“Pemerintah Republik Somaliland dengan tegas menolak klaim palsu yang dibuat oleh Presiden Somalia mengenai pemukiman kembali warga Palestina atau pendirian pangkalan militer di Somaliland,” ungkap Kementerian Luar Negeri Somaliland.
Somaliland menegaskan komitmennya terhadap stabilitas regional dan kerja sama internasional yang damai. Hubungan dengan Israel diklaim dijalankan dengan menghormati hukum internasional dan kedaulatan kedua belah pihak.

2. Posisi Somaliland strategis untuk mengawasi kelompok Houthi
Isu pangkalan militer Israel di Somaliland memicu kekhawatiran keamanan di kawasan Laut Merah. Posisi geografis Somaliland sangat strategis karena terletak di pintu gerbang Selat Bab el-Mandeb yang sibuk.
Analis menilai aliansi dengan Somaliland memang menguntungkan Israel untuk memantau aktivitas di Yaman. Wilayah ini berhadapan langsung dengan area yang dikuasai kelompok Houthi yang didukung Iran.
“Langkah itu bukan sekadar isyarat diplomatik, melainkan kedok untuk tujuan strategis Israel yang spesifik dan berisiko tinggi,” tutur Presiden Mohamud.
Situasi semakin memanas setelah pemimpin Houthi, Abdul Malik al-Houthi, mengeluarkan ancaman terbuka. Ia menyatakan setiap kehadiran Israel di Somaliland akan dianggap sebagai target militer oleh pasukannya.

3. Israel jadi negara PBB pertama yang akui Somaliland
Israel menjadi negara anggota PBB pertama yang mengakui kemerdekaan Somaliland pada Desember lalu. Langkah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ini mengakhiri isolasi diplomatik Somaliland selama lebih dari tiga dekade.
Somaliland sendiri telah mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia sejak 1991 di tengah perang saudara. Wilayah ini memiliki pemerintahan, mata uang, dan militer sendiri meski tidak diakui dunia internasional sebelumnya.
Rumor mengenai pemindahan warga Gaza ke Afrika memang sempat beredar sepanjang tahun lalu. Laporan menyebutkan adanya pembicaraan rahasia antara Israel dengan beberapa negara, termasuk Somaliland dan Maroko.
Isu ini sempat dikaitkan dengan rencana lama untuk mengubah Gaza menjadi kawasan wisata pascaperang. Sebelumnya, pemerintah Somaliland sendiri tidak menyampingkan potensi kerja sama tersebut.

Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar