Sopir MBG Bohongi Polisi Usai Tabrak Siswa SD, Terjebak Lelah dan Salah Injak Gas

Sopir MBG Bohongi Polisi Usai Tabrak Siswa SD, Terjebak Lelah dan Salah Injak Gas

Fakta Baru Terkait Kecelakaan Mobil MBG di Sekolah SDN Kalibaru 01

Kasus kecelakaan mobil MBG yang menabrak siswa dan guru SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, kini mulai terungkap dengan fakta-fakta baru. Sopir mobil tersebut, Adi Irawan, ternyata memberikan keterangan yang tidak jujur mengenai penyebab kecelakaan.

Awalnya, Adi Irawan bersikeras menyatakan bahwa mobil yang dikendarainya mengalami kerusakan mendadak. Ia mengklaim mesin kendaraan tiba-tiba berjalan cepat tanpa sentuhan dari dirinya sendiri. Enggak buru-buru, Pak. Saya biasanya berhenti di bawah turunan. Enggak tahu kenapa tiba-tiba ngegas sendiri, ujarnya saat memberikan keterangan.

Namun, hasil penyelidikan oleh polisi menunjukkan bahwa mobil dalam kondisi baik. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno G Sukahar, memastikan bahwa kendaraan tersebut layak digunakan. Kendaraannya layak pakai, tegas Onkoseno.

Menurut penjelasan Onkoseno, kecelakaan ini murni disebabkan oleh kelalaian pengemudi. Faktor utamanya adalah kelelahan yang dialami Adi Irawan. Dari penyelidikan diketahui bahwa Adi baru dua kali ditugaskan untuk mengantar makanan MBG. Meskipun secara administratif ia memenuhi syarat sebagai pengemudi karena memiliki SIM dan dinyatakan mampu mengendarai mobil, kondisi tubuhnya yang lelah berat menjadi penyebab utama kelalaiannya.

Sebelum kejadian dia begadang. Faktor itulah yang membuatnya kurang fokus saat berkendara, kata Onkoseno. Hasil pemeriksaan juga mengungkap bahwa mobil melaju kencang karena Adi salah menginjak pedal. Saat seharusnya menginjak rem ketika berbelok, ia justru menginjak pedal gas.

Dia salah menginjak. Harusnya rem, tapi yang terinjak justru gas, katanya. Kesalahan itu membuat Adi panik hingga kehilangan kendali penuh atas mobil. Karena panik, dia tidak lagi bisa mengontrol laju kendaraan, jelasnya.

Saat melihat mobil mengarah ke kerumunan siswa, Adi berusaha mengalihkan mobil ke sisi kiri untuk meminimalkan jumlah korban. Dia tetap mencoba membelokkan ke kiri karena melihat di depan ada banyak orang. Itu dilakukan untuk meminimalkan benturan ke kerumunan, ujar Onkoseno.

Adi Irawan awalnya terus menyalahkan kondisi mobil. Ia membantah kemungkinan gas terinjak atau tersangkut karpet. Enggak nyangkut, Pak. Enggak nyangkut. Karpet juga tidak nyangkut, ujarnya. Namun, semua pernyataan tersebut dibantah oleh hasil penyelidikan yang menunjukkan bahwa mobil dalam kondisi baik dan kecelakaan terjadi akibat kesalahan pengemudi.

Dari penyelidikan yang dilakukan, polisi menegaskan bahwa kecelakaan ini murni disebabkan oleh faktor manusia. Adi Irawan, yang sebelumnya mengklaim mobil mengalami kerusakan mendadak, akhirnya mengakui bahwa ia sedang dalam kondisi lelah dan kurang fokus saat berkendara.

Kasus ini menjadi peringatan penting bagi para pengemudi, terutama mereka yang bekerja dalam bidang pengiriman makanan. Kelelahan dan kurangnya konsentrasi dapat berdampak serius, bahkan menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawa.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan