Sopir MBG Tabrak 21 Siswa SDN Kalibaru 01, Baru Dua Kali Antar Makanan

Tragedi Tabrakan Mobil MBG di Sekolah Dasar

Sebuah kejadian memilukan terjadi di SD Negeri Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, pada hari Kamis (11/12/2025). Dalam insiden tersebut, sebanyak 21 siswa dan guru sekolah mengalami luka-luka setelah ditabrak oleh mobil makan bergizi gratis (MBG) yang sedang dalam perjalanan mengantarkan makanan ke sekolah.

Kejadian ini terjadi saat suasana sekolah sedang dalam kegiatan literasi pagi. Tiba-tiba, mobil minivan putih dengan plat nomor B 2083 UIU yang berstiker Badan Gizi Nasional (BGN) masuk ke lapangan sekolah pada pukul 06.39 WIB. Kepala Polres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendiz, mengonfirmasi bahwa sejumlah siswa dan guru mengalami cedera dan harus mendapatkan perawatan medis.

Gubernur Jakarta Pramono Anung menyebutkan bahwa jumlah korban mencapai 21 orang. Dari jumlah tersebut, lima orang dirawat di Rumah Sakit Koja, termasuk satu guru dan empat siswa SD. Sementara itu, enam korban lainnya dirawat di RSUD Cilincing.

Peristiwa Terjadi Saat Kegiatan Literasi

Seorang saksi mata, Ahmad Rifai (30), mengatakan bahwa kejadian terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Menurutnya, mobil MBG menabrak pagar sekolah dengan kecepatan tinggi. "Itu tiba-tiba dia kencang nabrak gerbang sekolah, sampai jatuh gerbangnya," ujarnya.

Mobil MBG kemudian melaju ke dalam area sekolah. Saat itu, siswa sedang duduk di lapangan menjalani kegiatan literasi. "Saya yang tolong ada sekitar empat anak. Kondisinya ada yang parah juga," tambahnya.

Identitas Sopir dan Latar Belakang

Mobil MBG dikendarai oleh Adi Irawan, seorang warga Jakarta yang tinggal di Jalan Kali Baru Timur V, RT 02/01, Kalibaru, Jakarta Utara. Pria kelahiran tahun 1991 ini baru kali kedua menjadi sopir pengganti untuk mengantarkan makanan ke SD Negeri Kalibaru 01. Profesi yang tertera pada kartu identitasnya adalah pegawai swasta.

Kata Kasat Lantas Wilayah Jakarta Utara, Kompol Ridha Aditya, mobil MBG memang rutin datang ke sekolah tersebut setiap pagi. Namun, kali ini kendaraan tersebut sedikit terlambat. "Kedatangan kendaraan MBG ini sedikit terlambat," katanya. Sopir juga sempat melewati sekolah dan memutar balik di depannya sebelum akhirnya menabrak pagar dan siswa-siswa di dalam sekolah.

Penangkapan Sopir dan Proses Penanganan Korban

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan bahwa sopir mobil MBG sudah diamankan. "Sopir sudah diamankan," ujarnya. Petugas masih melakukan pendataan terhadap korban dan prioritas utama adalah membawa para korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Pengakuan Sopir Mengenai Kejadian

Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasri, memberikan pengakuan dari sopir MBG yang telah diamankan. Awalnya, sopir hendak mengantarkan MBG ke sekolah seperti biasanya. Kondisi jalanan depan sekolah yang menanjak membuat sopir sedikit menginjak rem mobil. Namun, menurut pengakuan sopir, kondisi rem mobil operasional kurang baik.

"Dia mau naik ke atas itu, mau ngerem katanya remnya gak pakem kan karena takut mau nabrak," kata Bobi Subasri kepada wartawan. "Dia injek yang dalem. Nah kirain itu (yang diinjak rem) ternyata gas," tambahnya.

Selain itu, terungkap bahwa sopir yang membawa mobil MBG adalah sopir pengganti. AKP Bobi menerangkan bahwa saat mengantarkan MBG, sopir AI didampingi oleh kenek inisial MRR. "Benar sopir ini pengganti iya. Sopir utamanya sakit, sudah dua kali dia (nyopir). Ini yang kedua," ujar Bobi.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan