Sosok SM, IRT di Balikpapan, Terlibat Pembunuhan Ketua RT, Ini Kronologinya

Kasus Pembunuhan Ketua RT di Balikpapan Terungkap

Misteri kematian RH (47), Ketua RT 02 Kelurahan Baru Ulu, yang ditemukan tak bernyawa pada Selasa (25/11/2025), akhirnya terungkap. Polsek Balikpapan Barat menetapkan seorang ibu rumah tangga berinisial SM (43) sebagai tersangka dalam dugaan kasus pembunuhan tersebut. RH sebelumnya ditemukan meninggal di kolong permukiman atas air pada Selasa dini hari, usai dinyatakan hilang selama tiga hari.

Awalnya warga menduga korban terpeleset dan jatuh ke kolong rumah. Sebelum dinyatakan hilang, korban sempat berada di Masjid Al Ula, Balikpapan Barat. Berdasarkan hasil penyelidikan yang ditingkatkan ke tahap penyidikan, serta didukung hasil autopsi dan keterangan pelaku, polisi menetapkan satu tersangka.

Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik RSUD Kanujoso Djatiwibowo menunjukkan bahwa RH meninggal akibat mati lemas. Unsur air ditemukan di paru-paru korban. Kesimpulannya, saat berada di laut korban masih bernapas, jelas Kapolsek Balikpapan Barat, AKP Sukarman Sarun, Jumat (12/12/2025). Temuan ini yang membuat kasus dinaikkan ke penyidikan hingga akhirnya polisi menetapkan tersangka.

Kronologi Versi Tersangka

Menurut keterangan SM kepada penyidik, peristiwa itu bermula pada Sabtu (22/11/2025) sekitar pukul 21.30 WITA ketika RH datang ke rumahnya. Pelaku mengaku korban sempat mencium wajahnya. Tak lama kemudian korban mendadak meregang dan lemas. Melihat korban tak sadarkan diri, pelaku membaringkannya di lantai bawah tempat tidur.

Saat dicek, korban tidak merespons, nadinya tidak berdenyut, tidak bernapas, dan matanya tidak bereaksi. Sekitar pukul 23.00 WITA, pelaku lalu membuang jenazah korban melalui jendela rumah. Saat itu air laut sedang pasang. Motifnya karena pelaku takut ketahuan.

Jenazah RH ditemukan warga pada Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 00.00 WITA di kolong rumah warga di Gang Jembatan Empat, Kelurahan Baru Ulu. Keluarga korban yang melaporkan kehilangan kemudian mengidentifikasi jenazah dan meminta autopsi.

Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk hasil autopsi dan rekaman CCTV. Beberapa saksi juga telah diperiksa, yakni AR (55), SY (38), dan SF (54).

Penyelidikan Lanjutan

Kasus ini kini terus didalami polisi untuk memastikan motif dan runtutan kejadian sebenarnya. Dalam keterangannya, SM membeberkan kronologi versi dirinya terkait insiden tragis tersebut. Pihak kepolisian tetap berkomitmen untuk mengungkap semua fakta dan memberikan keadilan bagi keluarga korban.

Proses penyidikan dilakukan dengan pendekatan yang lebih teliti dan sistematis, termasuk pemeriksaan saksi-saksi, analisis barang bukti, dan penggunaan teknologi seperti CCTV. Hasil penyelidikan ini akan menjadi dasar dalam proses hukum yang akan berlangsung di pengadilan.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak melakukan tindakan yang bisa membahayakan diri sendiri atau orang lain. Polisi juga menyarankan agar masyarakat melaporkan segala hal yang mencurigakan secara langsung kepada pihak berwajib.

Dengan penyelesaian kasus ini, diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga keamanan dan kesadaran akan bahaya kekerasan dalam rumah tangga maupun hubungan antar individu.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan