SPPG Palmerah Tawarkan MBG Spesial, Ekonomi Lokal Melonjak

Standar Ketat di Dapur SPPG Palmerah untuk Menyajikan Makanan Berkualitas

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palmerah, Jakarta Barat, telah menerapkan standar yang sangat ketat dalam menjaga kualitas makanan yang dikirimkan ke para siswa. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa setiap porsi makanan yang diterima oleh siswa tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dan sehat.

Kepala SPPG Palmerah, Saiful Arifin, menjelaskan bahwa dapur ini mulai beroperasi sejak November 2024 dan bekerja sesuai dengan pedoman dari Badan Gizi Nasional (BGN). Setiap bahan makanan yang masuk hingga proses pendistribusian selalu melalui pengecekan berlapis, sehingga dapat memastikan bahwa semua tahapan tetap sesuai dengan standar kesehatan.

Rutinitas dapur dimulai sejak pukul 02.00 dini hari. Para pekerja melakukan briefing singkat untuk memastikan kondisi tim siap dan seluruh alat pelindung diri (APD) lengkap dikenakan, mulai dari masker, sarung tangan, hingga celemek. Sebanyak 49 orang terlibat dalam produksi harian, termasuk koki, staf administrasi, hingga relawan pencuci ompreng.

Setiap hari, dapur ini mampu menghasilkan sekitar 3.800 porsi makanan untuk didistribusikan ke 12 sekolah di Jakarta Barat. Untuk menjaga keamanan, setiap porsi memiliki batas waktu simpan (holding time) hanya enam jam. Oleh karena itu, proses memasak dilakukan bertahap, mengikuti jam keberangkatan distribusi.

Pencegahan kontaminasi juga menjadi perhatian besar. Area bahan mentah dan matang dipisahkan, peralatan masak dibedakan sesuai jenis bahan, dan suhu penyimpanan selalu dijaga sesuai standar. Dengan langkah-langkah ini, SPPG Palmerah berupaya memastikan bahwa setiap makanan yang disajikan tetap dalam kondisi terbaik.

Menu Kejutan untuk Menghibur Siswa

Di sisi lain, SPPG Palmerah juga berupaya membuat siswa tetap semangat menerima menu Makanan Beragam Gizi (MBG). Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menyajikan menu kejutan mingguan. Hidangan favorit siswa seperti spageti atau burger tetap dirancang bersama ahli gizi agar tetap sehat.

Menariknya, ide menu kejutan ini banyak datang langsung dari para siswa. Mereka biasanya menyelipkan secarik kertas berisi permintaan menu ke dalam ompreng. Saiful Arifin menjelaskan bahwa menu kejutan diadakan seminggu sekali, dan siswa sering memberikan tanggapan suka atau tidak suka melalui surat yang mereka tulis.

"Ada menu kejutan, menu kejutan diadakan seminggu sekali. Mereka (siswa) memberikan tanggapan suka kasih surat di dalam ompreng, ya paling dominan burger, spageti dan kami adakan spesial. Misalnya ultah Presiden, hari Jumat itu kita buat menu kejutan saya pikir itu bisa merasa siswa jadi enggak bosan," ujar Saiful saat ditemui.

Keterlibatan UMKM Lokal dalam Pengadaan Bahan

Tidak hanya fokus pada keamanan dan variasi menu, SPPG Palmerah juga melibatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal sebagai pemasok bahan. Mulai dari lele hingga tahu dan tempe, bahan-bahan tersebut dipilih dengan pertimbangan kualitas dan keberlanjutan.

Kehadiran program MBG pun tidak hanya memberi manfaat bagi pelajar, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga sekitar. Dengan melibatkan UMKM lokal, SPPG Palmerah turut berkontribusi dalam mendukung perekonomian masyarakat sekitar.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan