
Kesiapan Muhammad Tirto Wicaksono untuk Kembalinya Latihan Sriwijaya FC
Muhammad Tirto Wicaksono, gelandang muda Sriwijaya FC, menunjukkan sikap yang patuh terhadap instruksi pelatih kepala Budi Sudarsono. Ia menyatakan siap mengikuti semua keputusan yang diambil oleh pelatih, termasuk jika nanti ada rencana latihan kembali digelar di Palembang pada hari Kamis (18/12/2025).
Kalau saya ngikut apapun keputusan dari head coach. Kalau head coach memberi tahu kumpul latihan Sriwijaya FC tanggal sekian, saya ikut latihan, ujarnya kepada berita.
Tirto lahir di Jakarta pada 1 Oktober 2005 dan selama jeda kompetisi Pegadaian Championship 2025/26, ia tetap menjalani latihan mandiri. Meskipun tim sedang meliburkan pemain, Tirto tidak pernah berhenti berlatih.
Tetap latihan-latihan sendiri, ngegym gitu, kata Tirto.
Ia berharap bisa membawa Sriwijaya FC bangkit dalam kompetisi ini. Menjelang laga ke-13 kontra PSMS Medan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu (27/12/2025), Tirto mengajak seluruh tim untuk fokus meraih kemenangan perdana setelah sebelumnya mengalami kekalahan.
Semoga bisa menang menghadapi PSMS Medan, dan kedepannya menang terus sampai keluar dari zona degradasi, katanya.
Sriwijaya FC saat ini masih terpuruk di posisi juru kunci grup barat dengan hanya 2 poin dari 12 laga. Tirto, yang berasal dari Diklat Salatiga, tetap berlatih di Palembang selama jeda kompetisi demi memperbaiki performa.
Harapannya semoga kita bisa mendapatkan kemenangan dan keluar dari zona degradasi, ujarnya.
Selama libur tim, Tirto lebih memilih tetap tinggal di Palembang daripada pulang ke Jakarta. Ia tidak banyak melakukan aktivitas selama masa liburan, hanya berlatih dan sesekali keluar bersama teman-temannya untuk ngopi.
Selama masa libur di Palembang cuma latihan-latihan aja, paling keluar sama temen-teman Sriwijaya FC aja buat ngopi, ujar Tirto.
Ia merasa senang bisa bergabung dengan Sriwijaya FC yang menjadi pengalaman pertamanya masuk ke tim liga profesional. Apalagi Sriwijaya FC adalah klub besar di Indonesia, dengan nama yang sudah dikenal luas dan suporter yang begitu fanatik, ungkap Muhammad Tirto Wicaksono.
Dengan postur tubuh 172 cm dan berat badan 73 kg, Tirto mengidolakan Carlos Henrique Casimiro, gelandang bertahan Manchester United dan tim nasional Brasil. Ia juga doyan makan salad dan memiliki hobi traveling.
Tirto adalah sulung dari dua bersaudara dari pasangan Juwadi dan Sri Winingsih. Ia mulai bermain sepak bola sejak usia 7 tahun, yaitu saat masuk SSB UMS Jakarta sekitar tahun 2011-2012.
Kariernya kemudian melangkah ke Diklat Salatiga TC, Dewa United U18, HWFC, dan Persesa Sampang. Ia juga pernah tampil di Liga Topskor Jateng, Liga Santri Nasional, EPA 18, dan Liga 4.
Seperti diketahui, Diklat Salatiga Training Centre merupakan tempat munculnya bibit-bibit unggul atlet sepakbola yang menjadi tulang punggung klub elite dan Timnas Indonesia. Dari tempat inilah telah lahir talenta besar pemain sepak bola ternama di negeri ini. Mulai era Iswadi Idris, Anjas Asmara, Kurniawan Dwi Yulianto, Gendut Doni Christiawan, Bambang Pamungkas, Bayu Pradana.
Sementara itu, pelatih kepala Budi Sudarsono yang akrab disapa Budigol mengaku hingga kini belum ada kabar tentang rencana TC Sriwijaya FC bakal digelar di Palembang mulai Kamis (18/12/2025). Ia mengatakan belum ada informasi resmi dari manajemen klub.
Saya belum ada kabar. Sampai sekarang belum ada manajemen Sriwijaya FC yang menghubungi saya, ujarnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar