Standar keselamatan Terra Drone menyebabkan korban terjebak

Standar keselamatan Terra Drone menyebabkan korban terjebak

Penyebab Kebakaran Gedung Terra Drone yang Menewaskan 22 Karyawan

Kebakaran yang terjadi di gedung PT Terra Drone Indonesia, Jakarta Pusat, menyebabkan 22 karyawan tewas. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, mengungkap bahwa gedung tersebut jauh dari standar keselamatan. Tidak hanya tidak memiliki sistem alarm peringatan dini, tetapi juga tidak tersedia pintu darurat dan jalur evakuasi yang memadai.

Menurut Susatyo, kondisi gedung sangat memprihatinkan. "Seandainya alarm warning system awal ketika di bawah itu mungkin terbakar, mungkin lantai 2, 3, 4 mungkin bisa segera menyelamatkan diri. Tetapi ini tidak ada, sehingga memang korbannya jatuh begitu besar," ujarnya.

Selama kejadian, api mulai membesar di lantai bawah tanpa adanya sinyal bahaya. Akibatnya, karyawan di lantai dua hingga empat terjebak di area kerja hingga asap pekat menutup seluruh ruangan.

Polisi telah memeriksa Dinas Cipta Karya terkait penerbitan IMB dan SLF gedung tersebut. Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan untuk mengetahui apakah ada kelalaian dalam penerbitan izin tersebut.

"Kami berharap agar kejadian ini, atau kejadian serupa tidak terjadi lagi," tambah Susatyo.

Struktur Gedung yang Membahayakan

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menjelaskan bahwa lantai satu yang menjadi sumber kebakaran kini hangus total. Dari identifikasi, terdapat empat ruang inventaris yang dipisah sekat, salah satunya digunakan untuk menyimpan tumpukan baterai drone.

Dari lantai dua sampai enam, seluruh sisi gedung tertutup kaca tebal tanpa ruang terbuka. Roby menduga banyak korban ditemukan di pinggir kaca, karena berusaha memecahkannya untuk mendapatkan udara. Namun kaca tidak bisa dihancurkan dengan tangan kosong, dan tidak ditemukan alat pemecah kaca di lokasi.

"Sehingga tidak ada jalur evakuasi dan juga tidak ada pemecah kaca. Indikasinya tidak ada pemecah kaca, karena tidak berhasil memecahkan kaca untuk mengambil udara atau oksigen," ucap Roby.

Faktor Penyebab Kebakaran

Baterai dengan kapasitas 30 ribu mAh diduga menjadi penyebab utama kebakaran. Selain itu, bos Terra Drone tidak membuat SOP penyimpanan baterai drone, yang menjadi faktor penting dalam kejadian ini.

Akibat dari kejadian tersebut, bos Terra Drone ditangkap dan menjadi tersangka. Ia ditangkap di apartemen Jaksel setelah penyidikan lebih lanjut dilakukan oleh pihak berwajib.

Langkah-Langkah yang Harus Diambil

Kebakaran ini menunjukkan betapa pentingnya keselamatan dan kepatuhan terhadap standar bangunan. Gedung-gedung harus memiliki sistem alarm, jalur evakuasi, serta alat-alat keselamatan lainnya seperti pemecah kaca.

Selain itu, perusahaan-perusahaan harus membuat SOP yang jelas dan lengkap, terutama untuk menyimpan barang-barang berbahaya seperti baterai drone. Hal ini akan membantu mencegah kejadian serupa di masa depan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan