
BENER MERIAH, nurulamin.pro - Badan Geologi mengeluarkan laporan khusus terkait turunnya aktivitas Gunung Burni Telong, Bener Meriah, Aceh, dari siaga menjadi waspada, Sabtu (3/1/2026).
Laporan dengan Nomor: 4 /GL.03/BGL/2026 itu berjudul "Penurunan Tingkat Level III (Siaga) menjadi level II (Waspada)", tertanggal 3 Januari, ditantangani oleh Pelaksana Tugas (Plt) Badan Geologi, Lana Saria.
“Gunung Api Bur Ni Telong merupakan gunungapi tipe strato dengan ketinggian puncak 2.624 m di atas permukaan laut (dpl) dan pada posisi koordinat 96o 49’ 16” BT dan 4o 46’ 10”LU,” demikian bunyi laporan yang diterima nurulamin.pro, Sabtu petang.
Secara administratif, gunung api tersebut termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.
“Pada tanggal 30 Desember 2025 pukul 22.45 WIB tingkat aktivitas Gunung Bur Ni Telong dinaikkan dari level II (waspada) menjadi level III (siaga) setelah terjadi peningkatan gempa vulkanik dan gempa terasa,” demikian informasi dari laporan itu.
Pada tanggal 30-31 Desember 2025, terekam 20 kali gempa vulkanik dangkal (VB), 43 kali gempa vulkanik dalam (VA), 7 kali gempa terasa dengan lokasi sumber gempa sekitar 5 km sebelah barat daya puncak Gunung Burni Telong.
Pada tanggal 1 Januari 2026, kegempaan mulai mengalami penurunan dan tanggal 3 Januari 2026 hingga pukul 12.00 WIB, terekam 3 kali gempa vulkanik dangkal dan 11 kali gempa vulkanik dalam (VA).
“Pengamatan visual menunjukkan kawah Gunung Burni Telong masih tidak mengeluarkan
asap kawah,” lanjut laporan tersebut.
Fluktuasi kegempaan telah terjadi sejak bulan Juli 2025 dan menunjukkan aktivitas Gunung Burni Telong sangat terpengaruh oleh aktivitas gempa tektonik di sekitarnya.
Peningkatan kegempaan pada tanggal 30 Desember 2025 mengindikasikan sumber gempa terasa dekat dengan Gunung Burni Telong dan gempa vulkanik dangkal semakin sering terjadi.
Peningkatan kegempaan dapat terjadi kembali di masa mendatang mengingat karakter Gunung Burni Telong saat ini yang mudah terpicu oleh gempa tektonik.
“Potensi bahaya dapat berupa terjadinya erupsi yang dipicu oleh gempa tektonik di sekitar Gunung Burni Telong atau pun terjadi erupsi freatik tanpa disertai peningkatan kegempaan yang signifikan,” lanjut tulisan tersebut.
Potensi ancaman bahaya lain dapat berupa hembusan gas-gas vulkanik di daerah
sekitar tembusan solfatara dan fumarol yang dapat membahayakan jika konsentrasi gas yang terhirup melebihi nilai ambang batas aman.
Oleh karena itu, masyarakat dan pengunjung atau pendaki diimbau tidak mendekati area kawah Burni Telong dalam radius 3 km dari kawah dan tidak berada di daerah fumarol dan solfatara pada saat cuaca mendung atau hujan karena konsentrasi gas dapat membahayakan kehidupan.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Bener Meriah, Ilham Abdi saat dihubunginurulamin.pro, Sabtu (3/1/2026) mengatakan, sesuai arahan Bupati Bener Meriah, Tagore AB, masyarakat yang mengungsi di Kampus Unsyiah 2 Bener Meriah diperbolehkan pulang ke rumah.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar