Stok Melimpah, Produksi Perikanan TPI Pekalongan Melonjak di Akhir Tahun

Stok Melimpah, Produksi Perikanan TPI Pekalongan Melonjak di Akhir Tahun

Produksi Perikanan di TPI Kota Pekalongan Meningkat Tajam

Produksi perikanan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Pekalongan mengalami peningkatan yang signifikan sepanjang bulan Desember 2025. Ketersediaan stok ikan yang melimpah membuat total produksi hingga akhir bulan mencapai sekitar 1.200 ton, jauh lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Kepala TPI Kota Pekalongan, Imam Suleni menjelaskan bahwa peningkatan produksi tersebut disebabkan oleh tingginya aktivitas bongkar muat kapal nelayan pada akhir tahun. Kapal-kapal induk yang kembali ke pelabuhan untuk keperluan administrasi turut membawa hasil tangkapan dalam jumlah besar ke TPI Kota Pekalongan.

"Pada Desember, kapal induk wajib kembali ke pelabuhan untuk pengurusan dokumen surat berlayar," ujarnya. "Kondisi ini membuat hasil tangkapan dibongkar di TPI, sehingga stok ikan menjadi sangat melimpah."

Jenis Ikan yang Dominan

Menurut Imam, jenis ikan yang mendominasi hasil lelang antara lain ikan layang, banyar, lemuru, tongkol, dan tenggiri. Komoditas tersebut sebagian besar diserap oleh industri pengolahan ikan, khususnya pabrik pengalengan yang beroperasi di Kota Pekalongan dan sekitarnya.

"Untuk kebutuhan industri pengalengan, ketersediaan ikan saat ini mencukupi. Produksi kami memang didominasi ikan-ikan yang sesuai sebagai bahan baku pengalengan," jelasnya.

Perbedaan Jenis Ikan yang Dilelang

Sementara itu, kebutuhan ikan konsumsi masyarakat pada akhir tahun, seperti ikan bakaran jenis kakap jeruk dan ikan karang lainnya, tidak dilelang di TPI Kota Pekalongan. Menurut Imam, jenis ikan tersebut umumnya diperoleh melalui metode pancing, sedangkan hasil lelang di TPI didominasi ikan tangkapan jaring.

Dampak Positif terhadap Nelayan

Melimpahnya stok ikan berdampak positif terhadap pendapatan nelayan. Harga ikan di tingkat lelang terbilang baik dan relatif tinggi, sehingga memberikan keuntungan bagi nelayan. Namun, kondisi tersebut juga berimbas pada kenaikan harga ikan di pasaran.

Imam menambahkan bahwa harga acuan ikan di TPI Kota Pekalongan saat ini termasuk yang tertinggi dibandingkan pelabuhan lain. Hal ini dipengaruhi oleh besarnya pajak yang dibebankan kepada nelayan, sehingga sebagian memilih melakukan bongkar muat hasil tangkapan di daerah lain.

Upaya Penyesuaian Harga Acuan

Menanggapi hal tersebut, pihak TPI telah mengajukan permohonan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) agar dilakukan penyesuaian harga acuan ikan. "Kami berharap harga acuan bisa distabilkan atau setidaknya disamakan dengan daerah sekitar agar persaingan antar pelabuhan tetap sehat dan nelayan tetap memilih bongkar di TPI Kota Pekalongan," tandasnya.

Capaian Retribusi TPI

Hingga akhir Desember 2025, capaian retribusi TPI Kota Pekalongan telah mencapai 83 persen dari target Rp 3,8 miliar. Pihak TPI optimistis sektor perikanan akan terus menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah sekaligus menopang kesejahteraan nelayan lokal.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan