Strategi Kompol Yogi dan Ipda Aris Pasca Pembunuhan Brigadir Nurhadi, Janji ke Istri Korban: Saya Di

Strategi Kompol Yogi dan Ipda Aris Pasca Pembunuhan Brigadir Nurhadi, Janji ke Istri Korban: Saya Didik Anakmu

Peristiwa Kematian Brigadir Nurhadi yang Mengejutkan

Terdakwa pembunuhan Brigadir Nurhadi, Kompol Yogi dan Ipda Aris sempat mencoba merayu keluarga korban. Mereka berusaha meyakinkan istri dari Brigadir Nurhadi, Elma Agustina agar tidak melanjutkan kasus kematian suaminya. Hal ini diungkapkan oleh Elma saat hadir sebagai saksi di Pengadilan Negeri Mataram pada Senin (1/12/2025).

Kompol Yogi dan Ipda Aris datang ke rumah duka pada 18 April 2025, beberapa saat setelah jasad Nurhadi dikuburkan. Elma mengatakan bahwa kedua atasan Brigadir Nurhadi memberikan santunan masing-masing. Kompol Yogi memberikan sebesar Rp 15 juta dan Aris Chandra memberi santunan Rp 5 juta.

"Pak Yogi menjelaskan kalau suami saya tenggelam dan dia sempat menyelamatkan, dia orang yang pertama mengangkat dan memberikan RJP," ujar Elma.

Menurut Elma, keluarga sempat menanyakan apa penyebab luka-luka pada tubuh korban Brigadir Nurhadi tetapi saat itu Yogi mengatakan tidak tahu. "Pak Yogi bilang ke anak saya yang paling besar besok mau sekolah di mana, besok saya sekolahkan sampai selesai," kata Elma mengingat kembali.

"Sempat juga dia tanya cita-cita anak saya, cita-cita anak saya itu dari umur dua tahun dia kepingin menjadi Akpol. Dia bilang bapak (Yogo) biayain sampai jadi Akpol," ujarnya lagi.

Elma mengungkapkan, setelah tujuh hari, istri Yogi dan istri Aris Chandra juga mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan mainan, makanan, dan santunan uang. "Ucapannya sama, dia bilang, istrinya Pak Yogi ini bilang besok anaknya dia biayain sekolah," kata Elma.

Saat melihat jasad suami, Elma mengaku melihat banyak luka lebam di tubuh suami. Belum sempat ia mencari jawaban, jasad Nurhadi tetap dimakamkan sesegera mungkin. Usai pemakaman, Elma bersama keluarga besar almarhum Brigadir Nurhadi berkumpul dan membahas apa yang penyebab luka-luka pada tubuh almarhum Brigadir Nurhadi. Elma mengatakan, keluarga waktu itu tidak percaya jika Brigadir Nurhadi meninggal karena tenggelam.

Detik-Detik Kematian Brigadir Nurhadi

Tak bisa mengontrol emosi, Kompol Yogi memiting Brigadir Nurhadi yang sedang berenang di kolam renang. Tak lama kemudian, Kompol Yogi melempar tubuh mantan bawahannya itu ke kolam. Selanjutnya, ia duduk di tepi kolam sembari menghisap sebatang rokok sebelum mengangkat tubuh Nurhadi di kolam.

Sayangnya, momen yang terjadi 16 April 2025 di Villa Tekek kawasan Gili Trawangan itu justru menjadi terakhir kalinya Nurhadi ada di bumi ini. Ketika diangkat oleh Kompol Yogi, Nurhadi sudah tidak bernapas dan tidak memberikan respon apa-apa saat dipanggil.

Berdasarkan dakwaan jaksa, berikut kronologi lengkap kematian Brigadir Nurhadi beserta peran dua terdakwa:

  • Kompol Yogi, Ipda Aris, dan Brigadir Nurhadi liburan di Villa Tekek, Gili Trawangan.
  • Ada dua perempuan di sana, yakni Misri Puspita Sari yang datang ke NTB setelah dibayar Rp 10 juta per malam oleh Kompol Yogi. Seorang perempuan lain bernama Melanie yang selama pesta selalu menemani Ipda Haris.
  • Sekitar pukul 19.59 Wita, Haris yang sedang ngobrol di telepon dengan rekan kerjanya disimbat oleh Nurhadi yang sedang berenang di kolam renang bersama Misri.
  • Haris yang masih di bawah pengaruh miras dan narkoba merasa apa yang dilakukan Nurhadi tidak sopan sehingga ia memukul Nurhadi dengan tangan kosong.
  • Namun, karena ada cincin di tangan kiri, tertinggal jejak luka di wajah Nurhadi.
  • Pukul 20.30 Wita, Kompol Yogi yang dari tadi tidur lalu terjaga dari tidur karena pusing akibat minum miras dan narkoba.
  • Ia lalu melihat Misri dan Nurhadi berenang di kolam yang sama sehingga timbul rasa cemburu.
  • Yogi lalu memiting Nurhadi hingga lemas dan mendorong tubuhnya ke kolam.
  • Yogi memilih duduk di tepi kolam dan menghisap sebatang rokok.
  • Selanjutnya, barulah ia mengangkat tubuh Nurhadi yang ternyata sudah tidak bernapas.
  • Haris lalu datang dan membantu Yogi untuk memberikan pertolongan kepada Nurhadi, saat itu terlihat darah keluar dari hidung.
  • Tim dokter datang pada pukul 21.29 Wita membawa alat bantu pernapasan.
  • Pukul 22.30 Wita, Nurhadi dinyatakan meninggal dunia.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan