Strategi Penjualan Jetour China Tantang Pasar Akhir 2025

Strategi Penjualan Jetour Indonesia di Akhir Tahun 2025

Jetour Indonesia, produsen mobil asal Tiongkok, telah mengumumkan strategi peningkatan penjualan melalui berbagai diskon yang diberikan pada akhir tahun 2025. Salah satu model SUV offroad unggulan mereka, yaitu Jetour T2, kini dipasarkan dengan harga khusus dari Rp588 juta menjadi Rp568 juta on the road (OTR) Jabodetabek.

Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, menjelaskan bahwa Jetour telah memperluas kuota diskon untuk model T2 dari awalnya sebanyak 500 konsumen menjadi 1.000 konsumen. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari program Early Adventure Benefit yang diumumkan oleh perusahaan.

"Jetour mengumumkan perluasan program Early Adventure Benefit hingga 1.000 konsumen pertama. Langkah ini merupakan wujud komitmen kami kepada konsumen sekaligus memperkuat kehadiran Jetour di Indonesia," ujar Ranggy dalam keterangannya.

Kinerja Penjualan Jetour T2

Hingga saat ini, total penjualan Jetour T2 di berbagai negara telah melampaui 400.000 unit. Menurut Ranggy, capaian ini menunjukkan bahwa model ini mampu menembus pasar internasional serta menegaskan posisinya sebagai salah satu SUV yang paling diminati di segmennya.

Selain itu, Jetour juga telah mengumumkan rencana peluncuran model Jetour T2 dengan varian plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) pada tahun 2026. Harga indikatif untuk model ini mencapai Rp838 juta. Namun, proyeksi harga tersebut jauh di atas rata-rata harga pasaran mobil PHEV asal Tiongkok saat ini, seperti Chery Tiggo 8 CSH yang dibanderol mulai Rp439,9 juta OTR Jakarta, atau Jaecoo J7 SHS mulai Rp499 juta.

Produksi Lokal dan Kehadiran di Pasar Indonesia

Jetour telah memulai produksi lokal secara completely knocked down (CKD) di pabrik PT Handal Indonesia Motor (HIM) untuk model Dashing dan X70 Plus pada Oktober 2024 lalu. Pabrik PT Handal Indonesia Motor yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, juga memproduksi mobil merek Tiongkok lainnya seperti Chery dan Neta.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales Jetour tercatat sebanyak 707 unit sepanjang 11 bulan 2025. Sementara itu, penjualan ritelnya sebesar 664 unit pada periode yang sama.

Perkembangan Pasar Mobil Listrik

Dalam konteks yang lebih luas, industri mobil listrik di Indonesia terus berkembang. Berbagai merek asing mulai memperluas portofolio mereka dengan menghadirkan model-model hybrid dan full electric. Meskipun harga model PHEV Jetour T2 terbilang tinggi, hal ini bisa menjadi langkah strategis untuk menarik konsumen yang mencari teknologi terkini dan pengalaman berkendara yang lebih inovatif.

Komentar dari Konsumen

Beberapa konsumen menyambut baik langkah Jetour dalam memberikan diskon untuk model T2. Mereka berharap kebijakan ini dapat meningkatkan daya saing perusahaan di pasar Indonesia yang semakin kompetitif. Selain itu, banyak yang tertarik dengan kemunculan model PHEV Jetour T2 yang dianggap memiliki potensi besar dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Tantangan dan Peluang

Meskipun Jetour memiliki strategi yang kuat, ada tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah persaingan ketat dengan merek-merek lain yang sudah lebih dulu hadir di pasar Indonesia. Namun, dengan peningkatan penjualan dan investasi dalam produksi lokal, Jetour memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya di industri otomotif Tanah Air.

Dengan inovasi dan strategi yang tepat, Jetour Indonesia dapat menjadi salah satu pemain utama di pasar mobil nasional dan internasional.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan