
Jus jeruk sering dipilih sebagai minuman penutup makanan karena rasanya yang segar dan menyegarkan. Banyak orang juga percaya bahwa jus ini bermanfaat bagi kesehatan karena mengandung nutrisi yang baik. Studi terbaru menunjukkan bahwa konsumsi rutin jus jeruk dapat memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan jantung.
Penelitian ini melibatkan 20 orang dewasa sehat berusia antara 21 hingga 36 tahun, dengan rasio laki-laki dan perempuan yang sama. Mereka diminta untuk mengonsumsi 500 mililiter jus jeruk pasteurisasi setiap hari selama 60 hari, dibagi dalam dua waktu konsumsi. Sebelum penelitian dimulai, peserta dilarang mengonsumsi jeruk atau produk berbahan jeruk selama tiga hari. Selama penelitian, mereka juga diminta untuk menghindari semua makanan yang mengandung jeruk.
Hasil penelitian menunjukkan adanya 1.705 gen di tubuh yang mengalami perubahan aktivitas akibat konsumsi jus jeruk. Mayoritas perubahan tersebut berkaitan dengan penurunan aktivitas gen yang terkait dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Selain itu, konsumsi jus jeruk dikaitkan dengan penurunan aktivitas gen pemicu peradangan yang bisa merusak pembuluh darah dan sistem kardiovaskular. Di sisi lain, aktivitas gen yang berperan dalam metabolisme lemak meningkat, sehingga membantu tubuh memproses dan menyimpan lemak secara lebih efisien.
Layanne Nascimento Fraga, penulis utama studi, menyatakan bahwa jus jeruk memperbaiki indikator kardiometabolik utama seperti peradangan, stres oksidatif, tekanan darah, dan metabolisme lipid.
Michelle Routhenstein, ahli gizi kardiologi preventif dari Entirely Nourished, menjelaskan bahwa hasil penurunan tekanan darah terkait dengan kandungan hesperetin dalam jus jeruk. Senyawa ini membantu pembuluh darah bekerja lebih optimal, sehingga aliran darah menjadi lancar.
Meski demikian, Routhenstein menyarankan agar dilakukan penelitian lanjutan, terutama untuk mengeksplorasi manfaat buah jeruk utuh yang kaya serat dan flavonoid.
Sementara itu, Jayne Morgan, ahli jantung, menekankan pentingnya konsumsi jus jeruk secara moderat. “Segala sesuatu sebaiknya dikonsumsi secara moderat, termasuk jus jeruk,” ujarnya.
Morgan menambahkan bahwa asupan vitamin C dalam jumlah besar seperti pada jus jeruk bisa meningkatkan asupan gula dan memicu lonjakan insulin, yang berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan.
Reporter Salsha Okta Fairuz
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar