Suami Dicurigai, Polisi Ungkap Fakta DNA Kasus Anak Bunuh Ibu

Suami Dicurigai, Polisi Ungkap Fakta DNA Kasus Anak Bunuh Ibu

Penyelidikan Polisi Mengungkap Keterlibatan Suami dalam Pembunuhan Faizah Soraya

Polisi telah mengungkap fakta terkait dugaan keterlibatan suami dalam pembunuhan Faizah Soraya (42). Awalnya, publik ramai-ramai menduga bahwa suami korban menjadi dalang dari kejadian tersebut. Namun, setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan DNA di lokasi kejadian, polisi menyatakan bahwa tidak ada bukti yang mengarah ke suami Faizah.

Pemeriksaan DNA di Lokasi Kejadian

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara melakukan pemeriksaan DNA di lokasi kasus AL (12), yang diduga membunuh ibunya, F (42), di Kota Medan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tidak ada jejak DNA ayah dari AL di tempat kejadian.

Kasubbid Kimia Biologi Bid Labfor Polda Sumut AKBP Hendri Ginting menjelaskan bahwa pihaknya hanya menemukan DNA kakak AL dan korban pada pisau. DNA ibu ditemukan karena pisau tersebut sering digunakan di dapur. Sementara itu, DNA kakak ditemukan karena tangannya sempat tersayat saat berupaya merebut pisau dari genggaman AL.

Motif Pembunuhan

Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak mengungkapkan motif atau hal yang mendorong AL melukai korban. Pertama, AL melihat kekerasan yang dilakukan korban terhadap kakak dan ayah yang diancam menggunakan pisau. Kedua, AL melihat kakak yang dipukuli korban menggunakan sapu dan tali pinggang. Ketiga, AL merasa sakit hati karena game online-nya dihapus.

Selain itu, AL kerap kali memainkan game yang menggunakan pisau serta menonton serial anime pada saat adegan menggunakan pisau. Hal ini bisa menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tindakan brutal AL.

Awal Mula Suami Dicurigai

Awal mula sang suami Alham Siagian dicurigai ikut terlibat dalam kasus siswi SD habisi ibu kandung di Medan, diungkapkan oleh Dimas, adik dari Faizah Soraya. Menurut Dimas, Faizah Soraya ditemukan tergeletak bersimbah darah dalam kamar di lantai satu rumahnya. Saat itu, suami Faizah, Alham Siagian langsung menelepon Rumah Sakit Colombia untuk meminta dikirimkan ambulans.

Dimas merasa heran mengapa Alham tidak memanggil tetangga terdekat terlebih dahulu. Ia juga curiga dengan alasan Alham memilih memanggil ambulans dari Rumah Sakit Colombia, bukannya rumah sakit terdekat dari rumahnya.

Kronologi Lengkap

Polrestabes Medan mengungkap kronologi lengkap kasus anak 12 tahun diduga bunuh ibu, yang tega menikamnya sampai 26 tusukan. Dalam kronologi itu, AL melakukan aksinya sendiri di dalam kamar. Sementara kakaknya berusaha melerai dan sang suami tidak terlibat dalam kejadian.

Sebelum peristiwa terjadi, korban bersama dua anaknya tidur di kamar lantai satu, sementara suami beristirahat di lantai dua. Sekitar pukul 04.00 WIB, AL bangun dan mengambil pisau dari dapur, lalu melukai korban yang sedang tertidur. Kakak korban kemudian terbangun dan melihat ibunya ditikam berulang kali.

Melihat tindakan brutal adiknya itu, kakak berhasil merebut pisau dari AL dan membuangnya di dalam kamar, namun tangannya sempat tersayat. Tak puas sampai di situ, AL kemudian mengambil pisau kecil lagi di dapur. Saat AL hendak masuk kembali ke kamar, kakak korban segera menutup pintu sehingga pisau yang dipegang AL terjatuh.

Kakak korban yang panik melihat ibunya bersimbah darah, berlari ke lantai dua untuk membangunkan ayah. AL menyusul ke lantai dua dengan kondisi sudah mengenakan baju dan memeluk ayahnya. Ketiganya turun ke lantai satu. Kakak dan ayah mengecek kondisi korban, sementara AL duduk lemas di sofa ruang tamu.

Hasil Investigasi Pisau

Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak menyatakan bahwa DNA korban dan AL ditemukan pada gagang pisau. "Hasil investigasi pisau itu memang sudah ada di rumah untuk kepentingan dapur," ucap Calvijn. "Jadi bukan dipersiapkan pelaku untuk melukai korban," sambungnya. Selain itu, DNA korban dan kakak AL ditemukan pada bilah pisau.

Kakak AL sempat tersayat saat berusaha menghentikan tindakan AL. Darah di kamar lantai satu seluruhnya milik korban, sementara darah di lantai dua adalah DNA kakaknya yang membangunkan ayah. "Kemudian, kelima, di celana dalam adik (AL) terdapat darah korban," ucapnya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan