Suasana Bencana, Anggota DPR RI: Penebangan Pohon Bukan Penyebab Banjir

Suasana Bencana, Anggota DPR RI: Penebangan Pohon Bukan Penyebab Banjir

Pernyataan Anggota DPR yang Menyebut Hutan Bukan Paru-Paru Dunia Memicu Kontroversi

Sebuah pernyataan dari seorang anggota DPR RI yang juga menjabat sebagai ketua Fraksi Partai NasDem kembali menjadi sorotan setelah mengungkapkan pandangan yang kontroversial. Dalam sebuah diskusi publik, ia menyatakan bahwa penebangan pohon bukanlah penyebab utama banjir.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Viktor, anggota Komisi 1 DPR RI, saat menjadi pembicara dalam acara Kepemimpinan dan Pembangunan NTT di Kupang, Jumat (19/12). Acara ini digelar oleh Dewan Pimpinan Wilayah Partai NasDem.

Hutan Bukan Paru-Paru Utama Dunia

Dalam pidatonya, Viktor menyampaikan bahwa hutan bukanlah paru-paru utama dunia. Ia menegaskan bahwa laut merupakan sumber oksigen terbesar. "Hutan nomer tiga penyumbang oksigen, nomer satu itu laut," ujar Viktor.

Ia kemudian menyebutkan bahwa es di kutub yang mencair dan permukaan air laut yang meningkat berkontribusi pada peningkatan oksigen. "Es di kutub mencair, lautnya makin lebar, banyak oksigennya," tambahnya.

Banjir Bukan Akibat Penebangan Pohon

Selain itu, Viktor menyatakan bahwa penebangan pohon bukanlah faktor utama penyebab banjir. Ia menegaskan bahwa penyebab utamanya adalah volume air yang berlebihan. "Airnya kebanyakan," ujarnya singkat.

Ia berargumen bahwa jika hujan hanya rintik-rintik, banjir tidak akan terjadi meskipun pohon ditebang. "Orang bilang gara-gara tebang pohon maka terjadilah banjir, itu pemikiran keliru loh. Orang boleh tebang pohon dimanapun sampai habis pun selama tidak ada air tidak ada banjir," sanggah Viktor.

Fungsi Hutan dalam Ekosistem

Meski pernyataannya terkesan menyepelekan deforestasi, Viktor sempat menambahkan bahwa ia tidak bermaksud membenarkan tindakan menggunduli hutan. Namun, pernyataan tersebut justru memicu kritik luas dari aktivis lingkungan dan netizen.

Banyak yang menganggap bahwa pernyataan Viktor mengabaikan fungsi ekologis hutan sebagai penyerap air, pengatur tata air, serta pencegah bencana banjir dan tanah longsor. Mereka menilai bahwa hutan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam dan melindungi daerah-daerah rawan bencana.

Reaksi Publik

Komentar-komentar di media sosial menunjukkan ketidakpuasan terhadap pernyataan Viktor. Banyak netizen yang mengecam pandangan tersebut karena dinilai tidak sesuai dengan fakta ilmiah. Mereka menekankan bahwa hutan memiliki peran vital dalam menjaga kualitas lingkungan dan keseimbangan ekosistem.

Beberapa ahli lingkungan juga memberikan tanggapan mereka, menyoroti pentingnya perlindungan hutan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana alam. Mereka menyarankan agar pernyataan seperti ini tidak lagi disampaikan tanpa dasar ilmiah yang kuat.

Kesimpulan

Pernyataan Viktor mengundang perdebatan yang cukup hangat. Meskipun ia berusaha menjelaskan bahwa ia tidak bermaksud membenarkan tindakan merusak hutan, kritik tetap saja muncul. Ini menunjukkan betapa sensitifnya topik lingkungan dalam diskusi publik, terutama ketika berkaitan dengan isu bencana alam seperti banjir.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan