Pantai Padang Dipadati Warga Jelang Tahun Baru 2026
Pantai Padang, Kota Padang, kian ramai menjelang detik-detik pergantian Tahun Baru 2026, Rabu (31/12/2025) malam. Banyak warga terlihat memadati kawasan pantai untuk menyaksikan pesta kembang api dan merayakan momen spesial tersebut. Berbagai aktivitas seperti membawa kembang api, terompet, hingga petasan menjadi ciri khas suasana perayaan.
Kehadiran Warga di Kawasan Pantai
Sejak sore hari, kawasan Pantai Padang mulai dipadati oleh masyarakat. Pengunjung datang bersama keluarga, termasuk anak-anak, untuk menikmati suasana sore hingga malam di sepanjang bibir pantai. Di sepanjang Jalan Samudera, suasana tampak semarak dengan deretan pedagang yang menjajakan makanan, minuman, serta mainan anak-anak.
Namun, arus lalu lintas menuju Pantai Padang diberlakukan sistem satu arah oleh pihak kepolisian, mulai dari Jalan Masjid Al-Hakim di kawasan Samudera hingga pintu keluar di Simpang Hotel Pangeran. Selain itu, sejumlah akses menuju pantai ditutup oleh petugas gabungan dari Polda Sumbar, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta unsur Forkopimda Kota Padang.

Pesta Kembang Api di Malam Tahun Baru
Memasuki pukul 23.20 WIB, kembang api mulai dinyalakan, mayoritas diarahkan ke tengah laut. Selain dentuman kembang api, suara terompet dan petasan turut mewarnai suasana malam Tahun Baru 2026 di Pantai Padang. Kondisi tersebut dimanfaatkan para pedagang musiman yang menjajarkan kembang api dan petasan, yang tampak diserbu pengunjung.
Puncak perayaan terjadi sekitar pukul 23.56 WIB. Kembang api saling menyala secara bersahutan dan berlanjut hingga sekitar pukul 00.12 WIB, meski sebelumnya Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, telah mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan kembang api pada perayaan Tahun Baru 2026.
Dampak dari pesta kembang api tersebut turut menyebabkan kepadatan arus lalu lintas. Sejumlah pengendara memperlambat laju kendaraan untuk merekam momen kembang api, ditambah banyaknya kendaraan yang terparkir memanjang di sepanjang badan jalan.

Pengalaman Pengunjung
Salah seorang pengunjung Pantai Padang, Rima, mengaku datang bersama pacarnya untuk menikmati suasana malam tahun baru sekaligus menyaksikan pesta kembang api. “Tadi kami di Jembatan Siti Nurbaya. Karena terdengar suara kembang api dari sana, akhirnya langsung ke Pantai Padang untuk ambil foto,” ujarnya.
Rima mengungkapkan, foto-foto tersebut akan diunggah ke media sosial miliknya. “Buat story Instagram dan TikTok,” katanya sambil tersenyum.
Perayaan yang Lebih Tenang
Meski terpantau ramai, salah seorang pedagang Pantai Padang, Indra Syafar, menilai jumlah pengunjung belum seramai perayaan Tahun Baru 2025 lalu. “Kalau dibandingkan tahun lalu, sekarang memang terasa lebih sepi,” ujarnya.
Menurut Indra, kondisi tersebut dipengaruhi oleh tidak adanya perayaan resmi dari Pemerintah Kota Padang maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, mengingat Sumbar masih dalam suasana duka pascabencana banjir bandang.
“Karena kita masih berduka akibat banjir bandang kemarin. Kalau tidak, mungkin lebih ramai,” katanya. Meski demikian, Indra tetap berharap pengunjung terus berdatangan hingga pergantian tahun.
Imbauan Gubernur Sumatera Barat
Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah sebelumnya mengimbau masyarakat agar menyambut malam Tahun Baru 2026 dengan penuh kesederhanaan dan empati. Imbauan tersebut disampaikan mengingat Sumatera Barat masih berduka akibat bencana banjir bandang yang melanda 16 kabupaten dan kota sekitar satu bulan terakhir.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak hura-hura dan tidak mengadakan pesta kembang api,” kata Mahyeldi. Sebagai gantinya, Pemerintah Provinsi Sumbar menggelar doa dan zikir bersama di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi pada malam pergantian tahun.
“Insyaallah, kita laksanakan doa dan zikir bersama untuk keselamatan Sumatera Barat,” tutupnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar