Subway Bali Lanjut April, Dishub Tunggu Investor Strategis dari PT SBDJ


bali.nurulamin.pro
, DENPASAR - Gubernur Wayan Koster secara terbuka telah melaporkan perkembangan proyek kereta bawah tanah atau Bali Subway kepada Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardana. Proyek ini menjadi kebutuhan untuk mengatasi kemacetan di wilayah yang padat dengan wisatawan.

Gubernur Koster menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur transportasi yang sudah sempat dimulai pada 2024 itu dipastikan akan kembali dimulai pada April 2026. Namun, apakah hal ini benar? Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Bali I Kadek Mudarta menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu kepastian investor yang akan menjadi mitra baru dalam proyek Bali Urban Subway.

“Pengembangan subway ditugaskan kepada PT Sarana Bali Dwipa Jaya atau SBDJ yang merupakan cucu perusahaan daerah PT Jamkrida Bali Mandara untuk mencari mitra investor dalam pengembangan dan pendanaannya. Saat ini masih tahap SBDJ menjajaki investor potensial yang akan diajak bekerja sama,” ujar Kadishub Bali I Kadek Mudarta.

Ia menekankan bahwa ketika cucu usaha dari badan usaha milik daerah (BUMD) Pemprov Bali itu sudah menetapkan mitra investor barunya, maka pekerjaan baru dapat berjalan. Dishub Bali sendiri akan berperan pada evaluasi rencana trase yang akan dilalui.

Jika berkaca dari rencana pembangunan awal saat 2024, maka ada empat fase dalam pembangunan kereta bawah tanah ini:

  • Rute pertama dari Bandara I Gusti Ngurah Rai terhubung ke Sentral Parkir Kuta, Seminyak, Berawa, dan Cemagi.
  • Fase kedua dari Bandara I Gusti Ngurah Rai ke Jimbaran, Universitas Udayana, dan Nusa Dua.
  • Fase ketiga dari Sentral Parkir Kuta ke Sesetan, Renon, dan Sanur.
  • Fase keempat dari Renon ke Sukawati dan Ubud, Gianyar.

“Peran Dishub Bali terkait evaluasi usulan trayek kereta api kalau nanti, secara umum saya yakini trase masih menghubungkan bandara-Kuta-Canggu, karena merupakan daerah yang padat. Namun, detailnya menunggu usulan SBDJ dan mitra investor sesuai hasil kajian,” tutur Kadishub Bali Kadek Mudarta.

Proyek Bali Subway diharapkan mampu memberikan solusi jangka panjang untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di wilayah yang seringkali menjadi titik rawan. Dengan adanya sistem transportasi massal seperti kereta bawah tanah, diharapkan dapat memperlancar mobilitas penduduk dan wisatawan serta meningkatkan efisiensi perjalanan.

Selain itu, proyek ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pariwisata, yang menjadi salah satu sektor unggulan Bali. Dengan dukungan dari investor, diharapkan pembangunan bisa berjalan lebih cepat dan efektif.

Namun, hingga saat ini, proses pencarian mitra investor masih dalam tahap penjajakan. Hal ini menunjukkan bahwa proyek ini belum sepenuhnya siap untuk dijalankan, meskipun memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Bali.

Dengan begitu, masyarakat dan para pelaku usaha di Bali tetap menantikan kejelasan dari pihak terkait agar proyek ini dapat segera diwujudkan. Tidak hanya sebagai solusi transportasi, tetapi juga sebagai bentuk investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan