Sungai Rokan Meluap, Warga Sontang Rohul Terendam

Sungai Rokan Meluap, Warga Sontang Rohul Terendam

Banjir di Desa Sontang, Rohul Mulai Mengancam Warga

Sungai Rokan Kiri di Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darusalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mulai meluap pada Selasa (16/12/2025). Hal ini menyebabkan halaman rumah warga tergenang air. Informasi mengenai banjir ini disampaikan oleh warga setempat melalui media sosial Facebook. Salah satu pengguna, Muklisin, menulis: "Air Mulai Meluap ke Pekarangan Rumah Warga Sontang!! 16 Desember 2025."

Kepala Desa Sontang, Zulfahrianto, tidak membantah informasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa debit air di sekitar sungai terus meningkat dan hampir meluap. "Belum meluap. Tapi dikit lagi," kata pria yang akrab disapa Anto Sontang.

Desa Sontang memang berada di bagian hilir Sungai Rokan Kiri, sehingga rentan terhadap banjir. Pada akhir 2024 dan awal 2025, desa ini pernah dilanda banjir besar. Situasi ini kembali mengkhawatirkan setelah curah hujan tinggi mulai terjadi.

BPBD Rohul Memantau Kondisi Wilayah

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohul, H Ridarmanto, melalui kepala bidang kedaruratan dan Logistik, Boy Arta, menyatakan bahwa pihaknya akan memantau kondisi di Desa Sontang serta wilayah lainnya. "Kita belum dapat info. Coba kita pastikan nanti koordinasi dengan pihak terkait," katanya.

Perpanjangan status siaga darurat banjir dan longsor telah dilakukan oleh Bupati Rokan Hulu, Anton ST, MM. Status ini diperpanjang hingga 22 Desember 2025 karena curah hujan yang meningkat. Perpanjangan status ini dilakukan saat rapat di kantor gubernur Riau pada Senin (8/12/2025).

Bupati Anton menyampaikan perpanjangan status siaga kepada Kalaksa BPBD Rohul, H Ridarmanto, dalam rapat yang dipimpin oleh Plt Gubri SF Hariyanto. Surat keputusan perpanjangan status siaga ini sudah disiapkan untuk ditandatangani bupati.

Status siaga ini akan berlangsung selama 14 hari dan bisa diperpanjang atau bahkan naik level ke tanggap darurat jika kondisi memburuk. Sebelumnya, status siaga bencana banjir dan tanah longsor sudah diberlakukan sejak 25 November 2025.

Persiapan Pemkab Rohul Menghadapi Bencana

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi potensi banjir dan longsor. Debit air di Sungai Rokan Kiri dan Sungai Rokan Kanan mulai meningkat. Di luar daerah, banjir juga mulai terjadi di Padang Lawas, Sumut.

Untuk mengantisipasi situasi darurat, Pemkab Rohul telah menyiapkan tenda pengungsian dan perahu karet untuk evakuasi. Selain itu, pasukan dan peralatan penanggulangan bencana telah disiagakan. Koordinasi terpadu antara berbagai instansi juga dilakukan untuk memastikan respons cepat terhadap bencana.

Bupati Anton meminta agar monitoring dan pengecekan tinggi permukaan air sungai terus dilakukan. Ia juga menekankan pentingnya penyebarluasan informasi peringatan dini terkait banjir dan longsor.

Langkah-Langkah Pemkab Rohul

Berikut beberapa langkah yang telah dilakukan oleh Pemkab Rohul dalam menghadapi ancaman banjir dan longsor:

  • Siagakan pasukan dan peralatan: Tim penanggulangan bencana telah dikerahkan untuk siaga 24 jam.
  • Koordinasi terpadu: Berbagai instansi terkait bekerja sama untuk memastikan respons cepat dan efektif.
  • Monitoring sungai: Tinggi permukaan air sungai di Rohul terus dipantau untuk memperkirakan risiko banjir.
  • Penyebarluasan informasi: Data dan informasi tentang bencana terus disebarkan kepada masyarakat melalui berbagai saluran.
  • Persiapan tenda dan perahu: Tenda pengungsian dan perahu karet telah disiapkan untuk digunakan dalam evakuasi.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan