Suporter Banjiri Jalan, Persikotas Juara di Depan Balai Kota

Ribuan Suporter Memadati Jalan Letnan Harun untuk Menyambut Kemenangan Persikotas

Ribuan suporter memadati Jalan Letnan Harun, tepat di depan kantor Wali Kota Tasikmalaya. Sejak siang hari mereka terus berdatangan untuk menyambut kedatangan para pemain Persikotas yang baru saja meraih Piala Gubernur Jawa Barat untuk pertama kalinya. Kedatangan sang juara menjadi magnet besar bagi warga Kota Tasikmalaya. Mereka rela berpanas-panasan demi melihat langsung para pemain yang sukses membuat sejarah baru sepanjang kota ini berdiri.

Persikotas yang menjadi klub kebanggaan masyarakat Tasikmalaya itu keluar sebagai kampiun di Liga 4 Seri 1 Jawa Barat. Prestasi ini memicu euforia luar biasa di kalangan pecinta sepak bola Tasikmalaya. Suara yel-yel pendukung bergemuruh, diiringi kibaran bendera dan syal klub, menjadikan kawasan bale kota berubah menjadi lautan warna kebesaran Persikotas.

Suasana semakin memuncak ketika iring-iringan bus yang membawa para pemain mulai terlihat memasuki kawasan balai kota. Sorakan langsung membahana, membuat suasana semakin emosional. Squad Laskar Wiradadaha berdiri di atas bus sambil melambaikan tangan ke arah masyarakat yang telah menunggu berjam-jam. Sapaan mereka dibalas teriakan penuh bangga dari para suporter.

Ribuan warga yang hadir tak henti-hentinya meneriakkan, “Persikotas! Tasik Juara! Tasik Juara!” yang menggema sepanjang jalur penyambutan. Di barisan depan, para suporter remaja hingga orang tua tampak antusias memadati trotoar yang ingin melihat lebih dekat para pahlawan lapangan hijau tersebut.

Tak sedikit dari mereka mengaku haru ketika melihat trofi Piala Gubernur Jawa Barat diangkat tinggi oleh para pemain sebagai simbol kemenangan. Banyak juga yang meneteskan air mata. Setibanya di area utama penyambutan, para pemain kembali mengangkat trofi ke udara. Seketika gemuruh sorakan pecah dari setiap sudut lokasi.

Salah satu suporter, Muhamad Ramdani, mengaku bangga dengan prestasi yang telah lama ditunggu-tunggu tersebut. Menurutnya, kemenangan ini bukan hanya soal trofi, tetapi tentang harga diri masyarakat Tasikmalaya yang selama ini mendambakan kejayaan klub kebanggaannya.

“Ini momen yang luar biasa. Kami sudah lama menunggu Persikotas berjaya. Hari ini akhirnya mimpi itu terwujud,” ujar Ramdani di Bale Kota, Selasa 2 Desember 2025.

Suporter lainnya, Yusuf Adhari, juga tidak mampu menyembunyikan rasa harunya saat melihat para pemain Persikotas diarak di depan ribuan warga. Ia mengatakan bahwa euforia kemenangan ini menjadi bukti betapa kuatnya kecintaan masyarakat Tasikmalaya terhadap klub kebanggaannya.

“Melihat Persikotas mengangkat piala itu seperti mimpi. Kita sudah lama menunggu momen ini, dan akhirnya hari ini Tasikmalaya bisa berdiri dengan kepala tegak,” ungkap Yusuf.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh skuad Persikotas atas perjuangan mereka dalam membawa pulang gelar juara tersebut. “Sebagai apresiasi, kami memberikan bonus juara. Mudah-mudahan ini menjadi semangat ke depan,” kata Viman.

Viman juga menegaskan komitmen Pemkot Tasikmalaya dalam mendukung keberlanjutan pendidikan para pemain Persikotas yang ingin melanjutkan kuliah. “Kita sudah bekerja sama dengan UMB Tasikmalaya, jadi untuk pemain yang ingin kuliah, UKT-nya kami gratiskan,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah dari para suporter.

Ketua Umum Persikotas Tasikmalaya, Ecep S. Yasa, menilai capaian ini menjadi tonggak penting bagi kebangkitan sepak bola Tasikmalaya di tingkat provinsi maupun nasional. “Kota Tasikmalaya tidak lagi direndahkan di Jawa Barat. Piala ini bukan hanya bersejarah, tapi hasil perjuangan orang Tasikmalaya,” tegas Ecep di hadapan suporter.

Ecep juga menjelaskan bahwa pencapaian tersebut bukanlah akhir perjalanan. Persikotas kini menargetkan lolos ke Liga 3 Nasional pada musim berikutnya. “Tidak ada tim di Jawa Barat yang bisa menghentikan kita. Piala ini pun kita ambil di tanah Bandung. Perjalanan belum selesai, kita akan terus naik kelas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Askot PSSI Kota Tasikmalaya, H. Wahid, menyampaikan rasa bangga atas prestasi Persikotas yang telah mengharumkan nama kota. Namun, Wahid juga menyampaikan keprihatinannya karena tidak ada satupun pemain asli Tasikmalaya yang ikut membawa tim menjadi juara tahun ini.

“Ini kebahagiaan bagi warga Tasikmalaya, tetapi ada sedikit kesedihan karena tidak ada pemain asli dari kota kita. Pembinaan atlet lokal masih tertinggal dan belum bisa bersaing dengan pemain yang dipilih manajemen Persikotas” tuturnya.

Wahid berharap momen ini menjadi cambuk untuk meningkatkan pembinaan usia dini di Tasikmalaya agar kelak muncul bibit-bibit lokal berkualitas.

Perayaan kemenangan ini menunjukkan bahwa keberhasilan Persikotas bukan hanya milik pemain dan manajemen, tetapi juga milik seluruh warga Tasikmalaya yang selalu memberikan dukungan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan