Susi Pudjiastuti Setuju Anak Purbaya: 80 Persen Pejabat Terlibat Korupsi

Susi Pudjiastuti Setuju Anak Purbaya: 80 Persen Pejabat Terlibat Korupsi

Yudo Sadewa Kritik Praktik Korupsi di Indonesia

Yudo Sadewa, putra Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, secara blak-blakan menyebut bahwa sekitar 80 persen pejabat di Indonesia terlibat praktik korupsi. Pernyataan ini disampaikan saat ia sedang live streaming dengan YouTuber Bigmo. Ia melontarkan kritik keras terhadap sistem birokrasi yang dinilainya tidak efisien dan penuh penyalahgunaan kekuasaan.

"Hampir semua pejabat korupsi, hampir. 80 persen pejabat itu pasti korupsi. Maling semua itu di sini tuh," kata Yudo, dikutip dari Tribun Jakarta pada Sabtu (27/12/2025). Menurutnya, korupsi tidak selalu dalam bentuk pencurian uang negara, tetapi juga bisa berupa penyalahgunaan waktu atau fasilitas.

Korupsi adalah tindakan penyalahgunaan kekuasaan, jabatan, atau kepercayaan yang diberikan kepada seseorang untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Biasanya dengan cara yang melanggar hukum dan merugikan orang lain atau negara. Dampak buruk dari korupsi antara lain merugikan keuangan negara, menghambat pembangunan, serta merusak kepercayaan masyarakat.

Anggaran Rapat Tak Masuk Akal

Yudo menyoroti anggaran rapat dan perjalanan dinas yang sering kali tidak masuk akal. Ia mengaku geram melihat biaya rapat dan perjalanan dinas bisa mencapai miliaran rupiah. "Yang paling kesel tuh, gua, makanya bapak motong anggaran tuh rapat-rapat yang enggak jelas tuh harus di-cut," ujarnya.

Pernyataan Yudo kemudian mendapat tanggapan dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Ia sepakat dengan pernyataan Yudo dan bahkan menyebut angka tersebut bisa jadi lebih besar. Respons itu disampaikan Susi melalui media sosialnya di X. Ia menanggapi pernyataan Yudo dengan singkat tetapi menohok. "Bener banget, bahkan mungkin lebih," tulis Susi disertai dengan emoticon tertawa.

Soroti Penginapan dan Perjalanan Dinas

Putra Purbaya tersebut juga sempat menyoroti kebiasaan pejabat yang dinilai gemar menghabiskan anggaran negara yang serba mewah dan premium. Mulai dari rapat hingga kamar penginapan. Praktik korupsi, menurutnya, tidak selalu berbentuk penggelapan uang secara langsung. Ia menilai penyalahgunaan anggaran untuk rapat dan perjalanan dinas juga merupakan satu bentuk korupsi yang juga tak bisa dianggap remeh.

"Jadi orang-orang itu kebanyakan korupsi-korupsi itu dari situ. Anggaran rapat, perjalanan dinas, masak bisa sampai miliaran sih," katanya. Ia bahkan menyindir pilihan penginapan pejabat saat dinas di luar kota. Yudo menilai, pejabat semestinya tidak selalu menginap di hotel bintang lima. "Lu tidur di OYO aja udah nyaman kali harusnya. Enggak usah di hotel bintang 5," ujarnya.

Selain soal penginapan, Yudo juga menyoroti kebiasaan perjalanan dinas di era teknologi digital. Menurutnya, banyak agenda pemerintahan yang bisa dilakukan secara daring saja tanpa harus mengeluarkan biaya besar. "Kalau mau mengabdi masyarakat, kan kita sekarang udah ada teknologi. Emang enggak bisa pakai Zoom atau misalnya enggak bisa apa lebih jauh efisiensi lagi," kata Yudo.

Ia menyarankan, ketimbang menghambur-hamburkan anggaran, lebih baik dialihkan ke sektor yang berdampak bagi perekonomian. "Daripada buang anggaran enggak jelas, mendingan buat suntikin ke bank-bank BUMN atau apapun itu, yang penting ekonomi muter lah," pungkas Yudo.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan