
Penyaluran Bantuan Tunai Tahap Keempat untuk Korban Longsor di Situkung
Sebanyak 218 kepala keluarga (KK) yang terdampak longsor di Situkung, Pandanarum kembali menerima bantuan tunai tahap keempat. Bantuan ini diberikan melalui hasil donasi masyarakat yang dihimpun oleh Palang Merah Indonesia (PMI), pada Senin, 29 Desember 2025.
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, melalui Kabid Darlog Raib Sekhudin, menjelaskan bahwa bantuan tersebut berasal dari sumbangan masyarakat yang masuk ke rekening posko induk dan dikelola oleh PMI. “Ini merupakan bantuan tahap ke empat dimana dana bantuan tersebut diperoleh dari sumbangan atau donasi masyarakat yang ada di rekening posko Induk dan dikelola oleh PMI,” ujar Raib.
Bantuan kali ini diberikan berdasarkan hasil verifikasi pemerintah desa dan kecamatan. Setiap KK menerima sebesar Rp500 ribu, sehingga total dana yang disalurkan mencapai Rp109 juta. “Masing-masing KK mendapatkan bantuan senilai Rp. 500 ribu, dan total dana yang disalurkan sebesar Rp. 109 Juta, semoga dapat dipergunakan sebagaimana mestinya serta dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” lanjutnya.
Raib menambahkan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan tindak lanjut perintah Bupati dan dikoordinasikan dengan posko induk penanggulangan bencana Situkung. “Kami berharap bantuan tahap keempat ini dapat bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari selain bantuan sembako dan keperluan lain yang terus kami distribusikan secara bertahap,” pungkasnya.
Plh Ketua PMI Banjarnegara, Noor Tamami, menegaskan bahwa pengelolaan donasi dilakukan secara transparan dan terlapor, termasuk update penerimaan dan pengeluaran melalui media sosial. “Kami memastikan pengelolaan donasi dilaporkan secara berkala dan transparan kepada seluruh masyarakat dan dapat dilihat melalui media sosial,” jelasnya.
Hingga Selasa (30/12/2025), total donasi yang terkumpul di rekening posko induk tercatat sebesar Rp2,605 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp482,7 juta telah digunakan untuk empat tahap bantuan, sehingga saldo sementara mencapai Rp2,123 miliar.
Proses Pengelolaan Donasi yang Transparan
Pengelolaan donasi yang dilakukan oleh PMI didesain agar dapat diakses dan dipantau oleh masyarakat luas. Hal ini dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk media sosial dan laporan resmi yang diterbitkan secara berkala. Proses ini memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi para donatur dan masyarakat yang terdampak bencana.
- Berikut beberapa langkah pengelolaan donasi yang dilakukan:
- Penerimaan donasi melalui rekening posko induk.
- Verifikasi penerima bantuan oleh pihak pemerintah desa dan kecamatan.
- Distribusi bantuan secara bertahap sesuai kebutuhan.
- Laporan penggunaan dana secara transparan dan terbuka.
Kondisi Terkini Posko Induk
Posko induk penanggulangan bencana Situkung terus beroperasi untuk memastikan kebutuhan dasar korban longsor terpenuhi. Selain bantuan tunai, masyarakat juga menerima bantuan sembako dan kebutuhan lainnya yang terus didistribusikan secara bertahap.
Dengan adanya bantuan yang terus mengalir, diharapkan masyarakat yang terdampak dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan sehari-hari. Seluruh proses pengelolaan dana donasi tetap dilakukan dengan prinsip akuntabilitas dan transparansi.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meski bantuan sudah mulai mengalir, masih banyak tantangan yang dihadapi oleh korban longsor. Dari segi infrastruktur hingga psikologis, diperlukan pendekatan yang lebih holistik dalam penanggulangan bencana. Namun, dengan kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat, harapan untuk pemulihan lebih cepat terbuka lebar.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar