
Perayaan Tahun Baru 2026 di Kabupaten Jepara Tanpa Kembang Api
Perayaan malam tahun baru 2026 di Kabupaten Jepara tidak dilakukan dengan pesta kembang api seperti biasanya. Sebaliknya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara memilih untuk menggelar doa bersama lintas agama sebagai bentuk perayaan yang lebih damai dan bermakna.
Doa bersama ini digelar pada Rabu (31/12/2025) malam di Kantor Balai Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, setelah waktu Maghrib. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pemuka agama dari berbagai latar belakang kepercayaan, termasuk tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, serta pemuka penghayat kepercayaan.
Sebelum acara doa bersama dimulai, Bupati Jepara Witiarso Utomo beserta Wakil Bupati dan masyarakat Muslim melaksanakan Salat Maghrib berjamaah di Pendopo Balai Desa Plajan. Setelah itu, para pemuka agama secara bergantian memimpin doa sesuai dengan agama atau kepercayaan masing-masing.
Acara doa bersama diakhiri dengan salam sejahtera bersama antara Bupati, jajaran Forkopimda, pejabat Pemkab Jepara, dan masyarakat sekitar. Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, menyampaikan bahwa doa bersama ini merupakan ikhtiar awal dalam menyongsong tahun 2026.
Menurut Ibnu Hajar, kegiatan ini bertujuan untuk memohon perlindungan bagi Kabupaten Jepara dari berbagai bahaya. Selain itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pembangunan Kabupaten Jepara selama tahun 2025, termasuk dukungan dari pemuka agama lintas agama dan masyarakat secara umum.
Ibnu Hajar menekankan bahwa perayaan tahun baru 2026 di Kabupaten Jepara dilakukan dengan kegiatan sederhana. Masyarakat diajak untuk bersama-sama melantunkan doa agar Kabupaten Jepara menjadi lebih baik di masa depan.
Selain itu, Pemkab Jepara terus berupaya merangkul masyarakat untuk menyongsong tahun 2026 dengan damai dan persatuan. Dengan semangat bersatu, masyarakat diharapkan dapat menjaga hubungan yang harmonis satu sama lain.
"2026, mari bersama-sama memberikan manfaat untuk Kabupaten Jepara. Dengan kegiatan doa bersama lintas agama ini merupakan kegiatan positif dengan mengumpulkan pemuka agama lintas agama untuk mendokaan Kabupaten Jepara," ujarnya.
Tujuan dan Makna Doa Bersama Lintas Agama
Doa bersama lintas agama memiliki makna penting dalam konteks budaya dan keagamaan masyarakat Jepara. Kegiatan ini mencerminkan komitmen Pemkab Jepara untuk membangun rasa persatuan dan kesadaran akan keberagaman agama yang ada di wilayah tersebut.
Beberapa tujuan utama dari kegiatan ini antara lain:
- Meningkatkan rasa toleransi dan kerukunan antar umat beragama.
- Memperkuat ikatan sosial antara pemerintah dan masyarakat.
- Menjadi ajang silaturahmi antara pemuka agama dan masyarakat.
Dalam acara tersebut, para pemuka agama tidak hanya memimpin doa, tetapi juga memberikan pesan-pesan tentang pentingnya perdamaian dan kebersamaan. Hal ini menjadi pengingat bahwa meskipun berbeda agama, semua warga Jepara memiliki tujuan yang sama, yaitu kebaikan bagi daerah dan bangsa.
Kegiatan doa bersama ini juga menjadi contoh bagaimana pemerintah dapat bekerja sama dengan masyarakat dalam merayakan momen penting tanpa mengabaikan nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan.
Harapan untuk Tahun 2026
Dengan dilaksanakannya doa bersama lintas agama, Pemkab Jepara berharap tahun 2026 menjadi tahun yang penuh berkah dan penuh kebahagiaan bagi seluruh masyarakat. Harapan ini disampaikan melalui berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah, seperti program pembangunan dan kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Wakil Bupati Jepara juga berpesan agar masyarakat dapat terus menjaga persatuan dan kebersamaan, terlepas dari perbedaan latar belakang agama atau budaya. Dengan begitu, Kabupaten Jepara dapat berkembang secara harmonis dan berkelanjutan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar