
Ringkasan Berita:* Aktivitas di lokasi pembangunan mini soccer yang menelan korban jiwa sepi* Polres Sumedang masih melakukan penyelidikkan* Sebanyak 4 orang pekerja tewas tertimbun di lokasi tersebut
Laporan Kontributor nurulamin.proSumedang Kiki Andriana
nurulamin.pro, SUMEDANG - Lokasi proyek pembangunan lapangan minisoccer di Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, yang sebelumnya dilanda longsor maut, terpantau sepi aktivitas pada Sabtu (3/1/2026). Tidak terlihat adanya kegiatan pekerjaan apa pun di area proyek tersebut.
Menurur pantauan Tribun dari bagian atas atau mahkota longsor memperlihatkan kondisi wilayah yang kini terbuka dan jelas. Area proyek berada di atas perbukitan di kaki Gunung Geulis. Dari titik tertinggi, hamparan tanah merah yang cukup luas tampak membentang. Lahan inilah yang sebelumnya dipersiapkan sebagai lapangan minisoccer.
Di bagian mahkota longsoran, terlihat banyak batu berserakan. Batu-batu tersebut diduga merupakan material tembok penahan tanah (TPT) yang ambrol bersamaan dengan runtuhnya tebing. Bekas runtuhan masih tampak jelas, menandai titik awal longsor yang menelan korban jiwa.
Dari lokasi yang tinggi itu, pandangan ke arah selatan memperlihatkan deretan kawasan industri di sekitar Rancaekek. Sementara jika menoleh ke arah barat, tampak pemukiman warga di wilayah Gedebage, Kota Bandung, termasuk Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), meski terlihat sangat kecil dari kejauhan.
Hingga kini, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sumedang masih melakukan pendalaman untuk mengungkap penyebab ambrolnya tebing di lokasi proyek tersebut. Proses penyelidikan terus berjalan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sudah ada sembilan orang saksi yang diperiksa oleh penyidik. Mereka di antaranya merupakan mandor proyek hingga pemilik lapangan minisoccer yang berlokasi di perbukitan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, longsor tebing di area proyek minisoccer Cisempur menimbun enam orang pekerja pada Jumat (2/1/2026). Dua orang berhasil diselamatkan, sementara empat lainnya meninggal dunia. Pemerintah Kabupaten Sumedang telah memastikan proyek tersebut ditutup karena tidak mengantongi izin resmi.(*)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar