Tak Ingin Dipenjara, DJ Panda Minta Erika Carlina Cabut Laporan soal Dugaan Ancaman: Saya Menyesal

Permintaan Maaf DJ Panda yang Terbuka dan Tulus

DJ Panda kembali memohon maaf secara terbuka kepada Erika Carlina atas dugaan pengancaman yang ia lakukan. Sejak kasus ini berlangsung selama sekitar lima bulan, DJ Panda telah beberapa kali menyampaikan permintaan maaf agar kasus ini tidak sampai ke tahap hukum yang lebih lanjut. Namun, Erika Carlina masih enggan mencabut laporan yang dia ajukan.

Baru-baru ini, DJ Panda menggelar konferensi pers untuk menyampaikan permintaan maafnya secara langsung. Dalam penyampaiannya, ia mengaku sangat menyesal atas perbuatan yang dilakukannya terhadap Erika Carlina. Ia juga menyadari bahwa tindakannya tersebut memberikan dampak teror bagi Erika selama masa kehamilannya.

Ancaman yang Dilaporkan oleh Erika Carlina

Dilaporkan bahwa DJ Panda diduga mengancam Erika Carlina saat dalam kondisi hamil. Ancaman tersebut terkait dengan penyebaran data pribadi dan rahasia kehamilan Erika di grup WhatsApp. Ia menyadari bahwa tindakan tersebut memiliki dampak yang signifikan bagi Erika.

"Saya memohon maaf sebesar-besarnya ke pihak Erika Carlina," ujar DJ Panda, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Selasa (16/12/2025). Ia mengaku telah khilaf atas perbuatannya tersebut. "Saya telah khilaf menyebarkan data pribadi, saya baru menyadari dampak dari perbuatan saya tersebut ketika melihat reaksi publik setelah mengetahui rahasia kehamilan yang sebelumnya ditutupi oleh Erika, ternyata berujung pada diterornya yang bersangkutan via DM selama masa kehamilannya," jelasnya.

Permintaan Damai dari DJ Panda

DJ Panda juga secara terang-terangan memohon agar Erika Carlina mencabut laporan tersebut. Ia ingin berdamai dengan sosok wanita yang pernah bersamanya itu. "Semoga Erika bisa memberikan saya untuk berdamai, dan Erika mencabut laporannya," ucapnya.

Janji untuk Hidup Lebih Baik

Selain meminta maaf, DJ Panda juga berjanji akan berubah. Ia berharap permasalahannya ini bisa menjadi pembelajaran diri serta orang lain. "Semoga adanya kasus saya bisa menjadi pembelajaran untuk saya dan orang-orang di sekitar saya," tuturnya.

Pada kesempatan itu, pengacara DJ Panda, Michael Sugijanto menegaskan bahwa permintaan maaf dari kliennya memang diutarakan secara tulus. Publik pun kini bisa menilai sendiri soal permintaan maaf dan ungkapan penyesalan dari sang DJ di depan media.

"Kita bisa lihat tangannya keringetan semua itu, ketika baca bergetar padahal udah ada bantuan secarik kertas tadi."
"Lihat mukanya ekspresinya, salah satu tujuan kita mengundang rekan-rekan supaya kalian nggak cuman lihat statementnya saja dalam bentuk tertulis, tapi kalian bisa lihat sendiri, nilai sendiri," ujar Michael.

Syarat Erika Carlina untuk Berdamai

Sebelumnya, kuasa hukum Erika, Mohammad Faisal menjelaskan bahwa kemungkinan damai tetap terbuka asal memenuhi syarat yang dianggap penting oleh pihaknya. Dari pihak Erika menginginkan pengakuan dari DJ Panda atas apa yang sudah dilaporkan ke pihak berwajib.

“Kalau Mbak Erika sendiri, intinya yang bersangkutan harus dengan tulus mengakui perbuatannya, bukan menyanggah,” ujar Mohammad Faisal di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat. “Prinsip RJ itu mengampuni perbuatan demi hukum karena adanya kebijaksanaan melalui perdamaian, bukan untuk menyanggah materi perbuatan yang sudah dilakukan," sambungnya.

Menurutnya, ruang perdamaian bisa terbuka lebar apabila DJ Panda bersedia meminta maaf secara jujur dan menunjukkan itikad baik untuk memulihkan nama dan hak-hak Erika. “Artinya, kalau DJP berkenan secara sukarela, dengan ketulusan hati, untuk meminta maaf secara terbuka.” Atau memulihkan hak-hak klien kami, mungkin saja itu dapat diindahkan terkait RJ,” jelasnya.

Perihal permintaan maaf cukup dilakukan lewat video, pertemuan langsung, atau dipublikasikan melalui media, Faisal mengatakan hal tersebut masih harus dibahas lebih lanjut. “Nanti kami konfirmasikan. Konfirmasikan,” ujarnya singkat.

Kronologi Permasalahan Erika Carlina dengan DJ Panda

Perseteruan ini bermula dari laporan Erika yang menuduh DJ Panda melakukan pengancaman lewat sebuah grup WhatsApp. Erika Carlina melapor ke polisi pada 19 Juli 2025. Dalam laporannya, DJ Panda disebut mengancam akan menghancurkan karier Erika. Tidak hanya itu, ia juga diduga menyebarkan informasi tidak benar, termasuk tuduhan bahwa anak yang dikandung Erika bukanlah anaknya dan menyebut Erika sebagai psikopat.

Lebih jauh, DJ Panda dituduh membagikan data pribadi sensitif milik Erika, salah satunya foto USG dari sebuah rumah sakit, ke dalam grup WhatsApp beranggotakan sekitar 500 orang. Saat itu kondisi Erika hamil, sehingga diakui merasa tertekan. Kasus tersebut telah naik ke tahap penyidikan pada Oktober 2025. DJ Panda telah menjalani beberapa kali pemeriksaan sebagai saksi terlapor.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan