
Talkshow Literasi, Bisnis, dan Kewirausahaan yang Meriah
Talkshow Literasi, Bisnis, dan Kewirausahaan menjadi bagian dari rangkaian penutup Festival Literasi Sulawesi Utara (Sulut) 2025. Acara ini berlangsung dengan penuh antusiasme dan menyajikan gagasan-gagasan segar. Pelaksanaan talkshow dilakukan di Ruang Mapalus, Kantor Gubernur Sulut, pada Jumat, 12 Desember 2025.
Kehadiran peserta sangat luar biasa karena talkshow ini menghadirkan empat pembicara profesional dari berbagai latar belakang, tetapi memiliki visi serupa tentang pentingnya literasi. Mereka adalah Ketua Ikatan Putra Putri Literasi Sulut Standius Bara Prima, Pendiri Baca di Tebet Wien Muldian, Owner Manado Nerz Yunan Helmi Balamba, serta perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut.
Standius Bara Prima dalam presentasinya menegaskan bahwa penguatan literasi tidak boleh bersifat seremonial atau sesaat. Menurutnya, literasi harus dibangun secara kontinyu dengan melibatkan generasi muda, khususnya Gen Z, sebagai penggerak utama.
“Literasi perlu dirawat secara berkelanjutan. Salah satu caranya dengan menghadirkan creative hub sebagai inkubator literasi, tempat ide, pengetahuan, dan kreativitas anak muda bisa tumbuh dan berkembang,” ujar Bara.
Sementara itu, Yunan Helmi Balamba mengajak peserta untuk melihat literasi dari sudut pandang yang lebih luas. Ia juga menekankan pentingnya membangun ekosistem literasi yang kuat. Menurutnya, perpustakaan dan museum tidak hanya berfungsi sebagai ruang penyimpanan buku dan artefak, tetapi dapat menjadi sumber knowledge capital atau modal pengetahuan.
“Perpustakaan dan museum adalah bank pengetahuan, identitas, inspirasi, sekaligus memori kolektif. Dari sanalah gagasan besar bisa lahir,” ujarnya.
Lebih jauh, Yunan menjelaskan bahwa keberadaan creative hub memiliki peran strategis sebagai ruang pengolahan knowledge capital menjadi economic capital. Di ruang inilah, kata dia, pengetahuan diolah menjadi produk kreatif, brand lokal, UMKM yang naik kelas, konten edukatif, inovasi digital, hingga lahirnya usaha-usaha baru.
“Creative hub menjadi tempat di mana literasi bertemu dengan kreativitas dan kewirausahaan. Dari pemahaman yang benar tentang siapa kita dan apa yang kita miliki, lahir karya dan nilai ekonomi,” jelasnya.
Yunan pun optimistis masa depan Sulawesi Utara akan semakin kokoh apabila masyarakatnya memiliki kemampuan membaca, mengolah, dan mencipta dari pengetahuan yang dimiliki.
“Ketika literasi tumbuh, kreativitas hidup. Saat kreativitas hidup, ekonomi bergerak. Dan ketika ekonomi bergerak, daerah ini akan memiliki masa depan yang lebih berdaya,” pungkasnya.
Talkshow ini menegaskan bahwa literasi bukan sekadar urusan membaca buku, melainkan fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Peran Penting Literasi dalam Pembangunan Daerah
Literasi tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi pondasi yang sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Dengan literasi yang baik, masyarakat dapat mengakses informasi, memahami isu-isu sosial, serta mengembangkan keterampilan yang diperlukan dalam dunia kerja.
Selain itu, literasi juga menjadi kunci dalam membangun masyarakat yang lebih sadar dan kritis. Melalui literasi, individu dapat mengambil keputusan yang tepat, mengembangkan kreativitas, serta berkontribusi positif dalam masyarakat.
Dalam konteks pembangunan daerah, literasi menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan. Dengan meningkatkan tingkat literasi, daerah dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan inovasi.
Pemerintah dan lembaga terkait perlu terus berupaya untuk meningkatkan akses pendidikan dan literasi di seluruh wilayah. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai program seperti pelatihan, pameran, dan kegiatan komunitas yang berfokus pada literasi.
Kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi juga perlu ditingkatkan. Dengan adanya kesadaran yang tinggi, masyarakat akan lebih aktif dalam mengakses informasi, berpartisipasi dalam kegiatan sosial, serta mendukung inisiatif-inisiatif yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup.
Kesimpulan
Talkshow Literasi, Bisnis, dan Kewirausahaan yang diselenggarakan dalam rangka Festival Literasi Sulawesi Utara 2025 berhasil menyampaikan pesan penting tentang peran literasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah. Dengan kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk komunitas, pemerintah, dan lembaga pendidikan, literasi dapat menjadi alat yang efektif dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkembang.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar