Taman Sangeh Bali Kembali Buka, Wisatawan Dapat Asuransi Proteksi

Taman Sangeh Bali Kembali Buka, Wisatawan Dapat Asuransi Proteksi

Objek Wisata Sangeh Kembali Dibuka untuk Wisatawan

Objek wisata Alas Pala, yang juga dikenal sebagai Sangeh Monkey Forest, kembali menerima pengunjung selama libur Natal dan Tahun Baru. Pengelola objek wisata ini telah mengambil berbagai langkah untuk memastikan keselamatan para pengunjung.

Salah satu langkah utama yang diambil adalah pemberian perlindungan asuransi kepada semua pengunjung dan pegawai. Asuransi ini dirancang untuk menangani risiko seperti cakaran atau gigitan dari satwa monyet yang sering ditemui di lokasi tersebut. Perlindungan asuransi ini sudah lama diberlakukan sejak awal operasional objek wisata.

Ketua Pengelola Objek Wisata Sangeh, Ida Bagus Gede Pujawan, menjelaskan bahwa objek wisata yang berbasis satwa ini kini telah dibuka untuk umum. Selain itu, beberapa pohon yang sebelumnya tumbang telah berhasil dibersihkan sehingga memastikan keamanan pengunjung.

“Sudah, sudah dibuka kembali setelah dilakukan pembersihan. Kita juga pastikan keselamatan pengunjung,” ujarnya pada Jumat 26 Desember 2025.

Meskipun tidak mungkin sepenuhnya menghindari potensi insiden akibat interaksi dengan satwa monyet, pengelola telah mengantisipasi risiko tersebut dengan menyediakan perlindungan asuransi. Menurut Gus Pujawan, kejadian seperti cakaran dan gigitan adalah hal yang wajar di objek wisata berbasis satwa.

“Asuransi dari objek wisata Sangeh itu ada. Cakupannya ada yang untuk luka permanen, atau misalnya, mudah-mudahan tidak sampai terjadi, jika tamu sampai meninggal dunia,” ucapnya sambil menegaskan komitmennya dalam memastikan keselamatan wisatawan.

Untuk penanganan medis, pengelola Sangeh Monkey Forest bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Badung. Puskesmas Abiansemal ditetapkan sebagai rabies center rujukan utama. Wisatawan yang mengalami gigitan atau luka akibat satwa akan langsung dibawa ke puskesmas tersebut untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, di mana Puskesmas Abiansemal dijadikan sebagai rabies center. Pada saat ada kejadian, kita direct langsung membawa tamu langsung ke Puskesmas Abiansemal untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan,” jelasnya.

Selain asuransi, pengelola juga telah melakukan berbagai langkah preventif lainnya. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan risiko yang bisa terjadi selama kunjungan pengunjung.

Dalam hal jumlah pengunjung, pihak pengelola mengaku bahwa selama libur Natal dan Tahun Baru ini, aktivitas wisatawan mulai kembali meningkat. Mereka berharap jumlah kunjungan terus mengalami peningkatan dan objek wisata dapat kembali pulih sepenuhnya.

“Kita berharap kembali pulih dengan kunjungan semakin meningkat,” tambahnya.

Langkah-Langkah Keselamatan yang Diambil oleh Pengelola

  • Pembersihan area: Pohon-pohon yang tumbang telah dibersihkan untuk memastikan keamanan pengunjung.
  • Asuransi untuk pengunjung dan pegawai: Menyediakan perlindungan terhadap risiko seperti cakaran dan gigitan.
  • Kolaborasi dengan Dinas Kesehatan: Bekerja sama dengan Puskesmas Abiansemal sebagai rabies center rujukan utama.
  • Penanganan medis darurat: Wisatawan yang mengalami luka akibat satwa akan langsung dibawa ke puskesmas untuk penanganan lebih lanjut.
  • Peningkatan kesadaran pengunjung: Memberikan informasi dan edukasi tentang cara berinteraksi dengan satwa secara aman.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan