
Akses Jalan Desa Gunung Ulin Jadi Perhatian Warga
Akses jalan menuju Desa Gunung Ulin, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) kini menjadi perhatian masyarakat setempat. Hal ini terjadi setelah terjadi longsoran di kawasan tersebut. Meski longsor telah ditimbun, warga masih merasa khawatir akan kemungkinan terjadinya longsoran kembali.
Longsoran yang terjadi dipicu oleh aktivitas tambang yang berada di dekat jalan desa tersebut. Terlihat adanya bukaan tambang yang berada di sekitar lokasi. Debu dari aktivitas tambang ini pasti mengganggu pengendara yang melintas di jalan tersebut. Belum lagi jika hujan turun, membuat jalan menjadi licin dan membahayakan pengguna jalan.
Pembakal Desa Gunung Ulin, Sunarto, menjelaskan bahwa dirinya sedang berada di luar daerah saat kejadian berlangsung. Namun ia mengakui bahwa ancaman longsoran ini bukanlah hal baru. Masalah ini sudah berlangsung cukup lama, namun belum mendapat perhatian serius.
Kami bersama BPD dan RT sudah berulang kali mengimbau agar aktivitas tambang dihentikan. Kami sudah bosan mengingatkan, tapi tidak pernah dihiraukan, ujar Sunarto.
Menurutnya, aktivitas tambang yang diduga beroperasi tanpa izin mulai berjalan sejak September 2024. Bahkan sebelum tambang beroperasi, pihak desa tidak pernah menerima rapat koordinasi atau sosialisasi dari pelaku usaha.
Dia tahu-tahu menambang. Waktu kami panggil, dia hanya bilang sudah koordinasi, tapi saya tidak tahu dengan siapa, ceritanya.
Soal masalah jalan, Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar juga sudah menerima laporan. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan pemeriksaan dan memasang rambu-rambu agar warga lebih waspada saat melintas di jalan desa tersebut.
Kami juga mengimbau pengemudi kendaraan tambang untuk tidak melintas di jalan desa tersebut, jelasnya.
Penyebab Longsoran dan Kekhawatiran Warga
Longsoran yang terjadi di sekitar jalan desa tersebut disebabkan oleh aktivitas tambang yang berada di dekat area jalan. Aktivitas ini menimbulkan banyak dampak negatif, seperti debu yang mengganggu pengguna jalan dan kondisi jalan yang menjadi licin akibat hujan.
Warga setempat merasa khawatir karena longsoran bisa terjadi kembali, terlebih jika cuaca buruk. Mereka juga merasa tidak nyaman dengan keberadaan tambang yang beroperasi tanpa izin.
Selain itu, keberadaan tambang juga menyebabkan gangguan lingkungan, seperti pencemaran udara dan kerusakan jalan. Hal ini semakin memperparah kondisi jalan yang sudah rusak.
Upaya Pemerintah Daerah
Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar telah menerima laporan tentang kondisi jalan yang rusak akibat longsoran dan aktivitas tambang. Pihaknya akan melakukan pemeriksaan lanjutan dan memasang rambu-rambu keselamatan di sekitar area jalan yang rawan.
Selain itu, pihak dinas juga mengimbau kepada pengemudi kendaraan tambang untuk tidak melintas di jalan desa tersebut. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga keamanan pengguna jalan.
Tanggapan Pembakal Desa
Pembakal Desa Gunung Ulin, Sunarto, mengatakan bahwa pihak desa telah beberapa kali memberi peringatan kepada pelaku usaha tambang untuk menghentikan aktivitasnya. Namun, upaya ini belum berhasil.
Sunarto juga menyampaikan bahwa aktivitas tambang beroperasi tanpa izin dan tanpa koordinasi dengan pihak desa. Ini menjadi salah satu alasan mengapa warga merasa tidak aman dan khawatir akan dampak jangka panjang dari aktivitas tambang tersebut.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar