Insiden Arogan di Swalayan: Dosen Universitas Islam Makassar Dilaporkan Meludahi Kasir
Sebuah video yang viral di media sosial menunjukkan tindakan tidak sopan seorang pria terhadap seorang kasir perempuan di sebuah swalayan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Insiden ini menimbulkan reaksi publik dan memicu proses hukum serta investigasi dari pihak kampus.
Penyebab Insiden
Menurut informasi yang beredar, insiden tersebut diduga terjadi karena pria tersebut tidak terima setelah ditegur oleh kasir. Dalam rekaman video, pria berkemeja hitam itu tampak marah sebelum akhirnya meludahi sang kasir. Meski mendapat perlakuan tidak menyenangkan, kasir tersebut tetap berusaha tenang dan melayani pelanggan dengan profesional.
Peristiwa ini diketahui terjadi pada Rabu (24/12/2025) di sebuah swalayan yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea. Belakangan terungkap bahwa pelaku merupakan dosen Universitas Islam Makassar (UIM) berinisial AS.
Pernyataan Rektor UIM
Rektor UIM, Muammar Bakry, membenarkan informasi tersebut. “Kalau yang di video itu memang, dosen Fakultas Pertanian,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (26/12/2025). Ia menyebut pihak kampus belum dapat memberikan pernyataan lebih jauh karena AS masih akan dimintai klarifikasi.
“Nanti kami secara resmi menyampaikan rilis setelah kami sidangkan dulu yah. Pasti (disidangkan),” lanjutnya. Muammar menilai tindakan AS dalam video tersebut tidak layak dan mencoreng nama kampus. Karena itu, pihak universitas akan menjatuhkan sanksi akademik sesuai aturan yang berlaku.
Muammar juga menjelaskan bahwa AS merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diperbantukan sebagai tenaga pengajar di Fakultas Pertanian UIM. “Sebenarnya itu dosen negeri yang diperbantukan di kampus, bukan dosen yayasan. Jadi nanti kita akan bicarakan seperti apa prosedurnya,” pungkasnya.
Tindakan Hukum dari Kasir
Sementara itu, kasir perempuan berinisial N (21) telah mengambil langkah hukum dengan melaporkan AS ke Mapolsek Tamalanrea. Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Iptu Sangkala, membenarkan adanya laporan tersebut. “Sudah kita terima laporannya. Sementara kita lengkapi administrasi,” ujarnya.
Pihak keluarga N melaporkan AS atas dugaan penghinaan. “Laporannya terkait penghinaan, itu pasal yang mendekati,” tambahnya. Proses penyelidikan serta langkah yang akan diambil pihak kampus kini menjadi perhatian banyak pihak.
Reaksi Publik
Kasus ini memicu reaksi luas dari publik, terutama karena pelaku merupakan seorang akademisi. Masyarakat mengecam tindakan yang dilakukan oleh AS, yang dinilai tidak pantas bagi seorang dosen. Sejumlah netizen menyampaikan pendapat mereka di media sosial, mengingatkan pentingnya etika dan kesopanan dalam berinteraksi dengan sesama.

Langkah Kampus dan Prosedur Hukum
Pihak kampus berkomitmen untuk menindaklanjuti insiden ini dengan serius. Menurut rektor, AS akan menjalani sidang internal sebelum pihak kampus memberikan pernyataan resmi. Hal ini dilakukan agar proses hukum dan sanksi yang diberikan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Selain itu, pihak kepolisian juga sedang memproses laporan dari korban. Dengan adanya laporan hukum, kemungkinan besar AS akan dihadapkan pada konsekuensi hukum yang sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukannya.
Kesimpulan
Insiden ini menjadi peringatan bagi semua kalangan, termasuk para akademisi, untuk menjaga sikap dan perilaku dalam setiap interaksi. Seorang dosen memiliki tanggung jawab moral dan etika untuk menjadi contoh yang baik bagi mahasiswa dan masyarakat luas. Dengan adanya tindakan tegas dari kampus dan pihak berwajib, diharapkan kasus seperti ini tidak terulang lagi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar