Tanah Longsor 30 Meter Ancam Robohkan Rumah Warga Pamekasan


PAMEKASAN, nurulamin.pro
- Longsoran tanah sepanjang 30 meter di Dusun Teklampok, Kecamatan Palengaan Laok, Kabupaten Pamekasan nyaris menyebabkan rumah warga roboh pada Jumat (26/12/2025).

Berdasarkan pantauan, tanah yang dimiliki oleh Matra'i, warga setempat, ambles dengan kedalaman sekitar 15 meter. Lokasi longsor berada hanya satu meter dari pondasi rumahnya.

Menurut Achmad Zainullah, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, kejadian ini disebabkan oleh hujan yang terjadi selama lebih dari dua jam pada dini hari Jumat (26/12/2025).

"Intensitas hujan tinggi menyebabkan tanah dengan kedalaman sekitar 15 meter ambles dan longsor," ujar Zainullah, Sabtu (27/12/2025).

Pihak BPBD bersama aparat kepolisian dan TNI serta aparat desa setempat telah mendatangi lokasi kejadian. Menurut Zainullah, sebelumnya di lokasi sudah dibangun tebing dengan dana pribadi oleh pemilik rumah. Namun kondisi tebing tidak kuat dan tetap mengalami longsoran.

"Kami telah melakukan pendataan dampak bencana tersebut. Jika tidak segera dilakukan antisipasi, longsoran bisa mengenai pondasi rumah warga," katanya.

Ia mengimbau masyarakat sekitar untuk tetap waspada. Bencana susulan bisa saja terjadi saat hujan lebat. Hal ini dikarenakan struktur tanah di lokasi kejadian tidak kuat.

Tebing 15 meter tanpa penahan apapun memang rawan pasca terjadi longsor pertama kali. Meski tidak ada korban jiwa, warga tetap diminta untuk waspada karena intensitas hujan masih tinggi hingga akhir bulan Desember.

Sementara itu, Matra'i, pemilik tanah, mengaku khawatir jika longsoran semakin meluas. Alasannya, hal ini bisa berdampak pada rumah yang ditempatinya.

"Semoga ada solusi agar dilakukan antisipasi longsor tidak meluas. Karena lokasinya tepat di belakang rumah," ucapnya.

Dia menambahkan, jika terjadi longsor lagi akan membahayakan rumahnya. Sebab pondasi rumah hanya berjarak satu meter dari tanah yang ambles.

"Semoga tidak semakin meluas. Karena jaraknya sangat dekat dengan rumah saya," tuturnya.

Faktor Penyebab dan Ancaman Bencana

Beberapa faktor utama yang menyebabkan kejadian longsor ini antara lain:
Curah hujan tinggi yang terjadi selama dua jam lebih, sehingga memicu amblesnya tanah.
Struktur tanah yang tidak stabil, terutama setelah terjadi longsoran pertama.
Tebing yang tidak memiliki penahan*, sehingga rentan terhadap guncangan dan aliran air.

Langkah yang Dilakukan BPBD

BPBD Pamekasan telah melakukan beberapa langkah untuk mengantisipasi kemungkinan bencana susulan:
Pendataan dampak bencana untuk mengetahui sejauh mana kerusakan yang terjadi.
Koordinasi dengan aparat kepolisian dan TNI untuk memastikan keselamatan warga dan pengawasan di lokasi.
Imbauan kepada masyarakat* untuk tetap waspada dan memperhatikan tanda-tanda bahaya seperti pergeseran tanah atau retakan di sekitar rumah.

Kekhawatiran Warga Setempat

Warga sekitar khususnya Matra'i merasa khawatir terhadap ancaman longsoran yang bisa terjadi kembali. Mereka berharap pihak berwenang dapat segera memberikan solusi untuk mencegah kejadian serupa.

Selain itu, mereka juga meminta adanya pembangunan struktur penahan yang lebih kuat, seperti dinding penahan atau sistem drainase yang efektif, agar tanah tidak mudah ambles.

Perlu Kesadaran Bersama

Dari pengalaman ini, penting bagi masyarakat dan pemerintah setempat untuk meningkatkan kesadaran akan risiko bencana alam, terutama longsor.

Beberapa langkah yang bisa diambil antara lain:
Pemantauan rutin terhadap area rawan longsor.
Pembangunan infrastruktur penahan yang sesuai dengan kondisi geografis daerah.
Edukasi masyarakat* tentang cara mengenali tanda-tanda bahaya dan tindakan darurat.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan instansi terkait, diharapkan risiko bencana bisa diminimalkan dan keselamatan warga dapat terjaga.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan