Tanah Longsor Ancam Rumah Lansia di Blora

Tanah Longsor Ancam Rumah Lansia di Blora

Kejadian Tanah Longsor di Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan

Tanah longsor terjadi di Dukuh Ngetrep, RT 8 RW 3, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, pada hari Rabu (31/12/2025). Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga setempat dan infrastruktur sekitar.

Kapolsek Tunjungan, AKP Subiyono, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan tentang tanah longsor tersebut. Ia menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, tim langsung melakukan pengecekan kondisi lokasi.

"Kami telah mendapatkan laporan adanya tanah longsor di Dukuh Ngetrep kemarin sore. Kami langsung mengecek kondisi tanah longsor itu," ujarnya pada Kamis (1/1/2026).

Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan bahwa tanah longsor tersebut mengancam rumah warga setempat atas nama Djaiz (75 tahun). Bagian belakang rumah Mbah Djaiz terkena dampak dari longsoran tanah yang terjadi akibat curah hujan selama sekitar 10 hari terakhir. Pemerintahan Desa Tutup telah memberikan bantuan berupa tanah uruk untuk mengurangi risiko. Namun, akibat hujan deras kemarin malam, tanah uruk tersebut kembali longsor.

Jarak antara rumah Mbah Djaiz dengan Sungai Lusi hanya sekitar 50 meter. Hal ini meningkatkan risiko ancaman bagi warga jika tidak segera diatasi. Selain itu, saat pengecekan lokasi, ditemukan juga adanya jalan desa yang berada di dekat sungai mengalami retakan dan ambles sekitar 5 sentimeter sepanjang kurang lebih 30 meter.

AKP Subiyono mengimbau kepada pemilik rumah untuk tetap waspada dalam menghadapi cuaca ekstrem seperti hujan deras. Ia juga menyarankan agar pemilik rumah mempertimbangkan perpindahan sementara ke tempat yang lebih aman.

"Kami sudah mengimbau kepada pemilik rumah agar berhati-hati jika adanya turun hujan. Kami juga menyarankan agar pemilik rumah untuk pindah rumah atau tempat tinggal," katanya.

Selanjutnya, AKP Subiyono akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait, seperti BPBD Blora, untuk menangani situasi ini secara lebih lanjut.

"Insya Allah kami akan koordinasi segera dengan BPBD untuk penanganan lebih lanjut," tambahnya.

Penyebab dan Dampak Tanah Longsor

Tanah longsor di wilayah ini disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Curah hujan yang berkelanjutan menyebabkan tanah menjadi lembek dan mudah longsor, terutama di daerah yang memiliki lereng curam.

Dampak dari tanah longsor ini tidak hanya terasa pada rumah warga, tetapi juga pada infrastruktur penting seperti jalan desa. Jalan yang ambles dan retak dapat mengganggu akses transportasi dan kebutuhan pokok warga setempat.

Beberapa faktor lain yang turut berkontribusi pada kejadian ini adalah kondisi tanah yang tidak stabil dan letak geografis daerah tersebut yang rentan terhadap bencana alam. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah preventif dan mitigasi bencana yang lebih intensif.

Langkah-Langkah yang Dilakukan

Pemerintahan Desa Tutup telah melakukan upaya awal dengan memberikan bantuan berupa tanah uruk. Namun, hal ini ternyata tidak cukup untuk mengatasi masalah yang muncul akibat hujan deras. Oleh karena itu, diperlukan tindakan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Selain itu, masyarakat setempat diminta untuk tetap waspada dan mengikuti imbauan dari aparat setempat. Mereka juga diminta untuk bersiap menghadapi kemungkinan bencana alam lainnya, terutama jika musim hujan masih berlangsung.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan