Penangkapan Pelaku Pembunuhan Anak Politisi PKS di Kota Cilegon
Beredar foto yang menunjukkan penangkapan pelaku pembunuhan MAHM (9), seorang anak politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kota Cilegon, Banten. Dalam foto tersebut, pelaku terlihat dengan wajah lesu dan tangan terborgol. Ia juga mengenakan pakaian serba hitam.
Pelaku berinisial HA berhasil ditangkap oleh tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kota Cilegon, Banten, pada Jumat (2/1/2026). Penangkapan ini dilakukan setelah korban ditemukan tewas dengan 22 luka bekas tusukan di rumahnya perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Ciwaduk, Kota Cilegon, Provinsi Banten, pada Selasa (16/12/2025) lalu.
Tepat di hari ke-18, Jumat (2/1/2026), terduga pelaku akhirnya tertangkap. Kabar penangkapan tersebut dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan, saat dikonfirmasi TribunBanten.com. Namun, pihak kepolisian belum dapat membeberkan secara detail terkait identitas pelaku maupun kronologi penangkapannya.
“Mohon waktu,” ujar Kasi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan, Jumat (2/1/2026). Ia menambahkan bahwa pelaku ditangkap tanpa perlawanan.
“Sudah ditangkap Jumat sore sebelum Maghrib,” singkatnya.
Tampang Kuyu Pelaku
Polisi akhirnya mengungkap lokasi penangkapan pelaku pembunuhan terhadap MAHM (9). Pelaku berinisial HA ditangkap tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kota Cilegon, Banten, Jumat (2/1/2026).

Dilihat dari foto status WhatsApp Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Yoga Tama, tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten berfoto bersama pelaku di lobi Mapolres Cilegon. Pelaku tampak mengenakan kaus hitam dan duduk di lantai dengan kondisi tangan terborgol menggunakan tali ties. Raut mukanya tampak kuyu atau lemas.
Kabel ties (atau zip ties/cable ties) adalah pengikat serbaguna dari plastik atau stainless steel untuk merapikan dan mengikat kabel, pipa, atau benda lain, dengan cara memasukkan ujung runcing ke kepala, menarik kencang, lalu memotong sisa ujungnya, tersedia dalam berbagai ukuran untuk kebutuhan berbeda.
Penggunaan borgol plastik atau tali ties atau “cable ties” sebetulnya biasa digunakan polisi terhadap pelaku kejahatan, khususnya ketika pelaku baru ditangkap.
Dalam foto tersebut juga terlihat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan serta Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Yoga Tama. Total ada sekira 25 polisi yang ada dalam foto tersebut, mereka kompak mengepalkan tangan kanan dan pasang wajah senyum sumringan.
Dirreskrimum Polda Banten: Alhamdulillah, Pelaku Sudah Ditangkap
Dirreskrimum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan juga membenarkan bahwa pelaku pembunuhan terhadap bocah kelas 4 sekolah dasar itu telah berhasil diamankan.
“Alhamdulillah, pelaku sudah ditangkap,” kata Dian melalui pesan WhatsApp. Namun, Dian belum bersedia membeberkan identitas pelaku, kronologi penangkapan, maupun motif pembunuhan. Ia mengatakan, seluruh informasi tersebut akan disampaikan secara resmi dalam rilis kasus dalam waktu dekat.
“Nanti akan disampaikan saat ekspos resmi,” pungkasnya.
Kronologi Kejadian
Sebelumnya diberitakan, pembunuhan bermula sekitar pukul 14.20 WIB ketika ayah korban, Maman Suherman, menerima telepon dari anak keduanya D yang terdengar panik dan meminta pertolongan. Mendapat kabar tersebut, Maman yang juga menjabat sebagai anggota dewan pakar DPD PKS Cilegon yang sedang berada di tempat kerja langsung pulang ke rumahnya.
Setibanya di rumah dan membuka pintu, ayah korban mendapati anaknya dalam kondisi tengkurap dengan luka serius disertai pendarahan hebat. Maman kemudian membawa anaknya menggunakan mobil untuk mendapatkan penanganan medis ke Rumah Sakit Bethsaida, Kota Cilegon. Sesampainya di rumah sakit, dokter menyatakan korban telah meninggal dunia.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka akibat 19 tusukan benda tajam.

CCTV di Rumah Mati
Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Dermawan mengakui CCTV di rumah mati saat kasus pembunuhan terjadi. “Iya kita akan mencari CCTV ya. Kemarin tuh menurut informasi 2 minggu itu CCTV rusak,” beber AKP Sigit Dermawan. Polisi akan mengecek rekaman CCTV milik tetangga rumah mewah tersebut untuk mencari petunjuk.
Sigit mengatakan pihaknya juga terus memeriksa sejumlah saksi untuk nantinya bisa membongkar kasus tewasnya bocah tersebut. “Untuk saksi ya yang saat ini, hari ini, yang sudah dimintai keterangannya oleh Polres Cilegon sebanyak 7 saksi. Itu dari pihak keluarga dan pihak lain ya,” tuturnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar