
Upaya Dinas PUPR Perkim Tana Tidung dalam Mengentas Stunting melalui Sanitasi
Dinas PUPR Perkim Tana Tidung melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan kualitas sanitasi di wilayah Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mengentas angka stunting yang masih menjadi tantangan di daerah tersebut.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Perkim Tana Tidung, Rico Ardianto, menjelaskan bahwa pengerjaan sanitasi mencakup pembuatan jamban atau WC serta perbaikan saluran air (drainase). Ia menegaskan bahwa kegiatan ini masuk dalam Tim Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang terdiri dari delapan standar pelayanan dasar.
"Tahun 2025 ini kita ada pekerjaan terkait SPM air bersih dan sanitasi. Khusus untuk sanitasi tahun ini kita kerjakan drainase dan toilet WC masyarakat itu, kita back up terkait SPM," ujar Rico pada Jumat (12/12/2025).
Pembuatan Jamban di Lima Desa
Pada tahun 2025 ini, Dinas PUPR Perkim Tana Tidung menargetkan pembuatan sebanyak 37 jamban di rumah-rumah warga dari lima desa yang ada di Kabupaten Tana Tidung. Lima desa tersebut antara lain Tideng Pale Timur, Sebidai, Sebawang, Sesayap Selor, dan Gunawan. Proses pembangunan sedang berlangsung dan akan terus dilanjutkan hingga selesai.
Selain itu, Dinas PUPR Perkim juga melakukan pembangunan dan perbaikan saluran air di empat kecamatan se-Kabupaten Tana Tidung. Empat kecamatan tersebut adalah Muruk Rian, Betayau, Sesayap, dan Sesayap Hilir. Drainase yang dibangun mencakup drainase lingkungan dan normalisasi saluran air, terutama di area yang sering mengalami genangan air.
Proses Pengerjaan dan Anggaran
Pengerjaan sanitasi ini sudah dimulai sejak bulan Juli 2025. Di anggaran perubahan, Dinas PUPR Perkim Tana Tidung juga mengajukan anggaran tambahan yang difokuskan untuk penyelesaian proyek sanitasi. Anggaran tambahan ini digunakan untuk membangun drainase di daerah yang sering mengalami genangan air.
"Kita mulai start kemarin di Juli dan di perubahan ada kita tambah terkait drainase kondisi permukiman yang daerah genangan itu kita bangunkan drainase nanti di 2026 kita bangunkan lagi termasuk septic tank itu kita bangunkan juga," ujar Rico.
Total panjang drainase yang dibangun oleh Dinas PUPR Perkim Tana Tidung pada tahun 2025 mencapai sekitar 5 kilometer secara keseluruhan di seluruh Kabupaten Tana Tidung. Drainase ini diperuntukkan bagi daerah yang sering mengalami genangan air.
Konsep Biofilter untuk Menjaga Lingkungan
Pembuatan septic tank di jamban-jamban rumah tangga dilakukan dengan konsep biofilter (biofil) agar tidak mencemari lingkungan, khususnya area perairan. Konsep ini menggunakan bakteri pengurai untuk memproses limbah sebelum dibuang ke tempat pembuangan akhir.
"Konsep kami kan biofil itu yang kita sedot jadi berapa genangan air paling tinggi itu kita bangunkan diatasnya jadi dia tidak buang ke sungai yang ke sungai itu airnya saja nanti kita pakai truk tinja sedotnya jadi lingkungan tetap aman," jelas Rico.
Setelah melewati batas waktu tertentu, kotoran yang sudah tertampung dalam septik tank akan disedot dan ditampung kembali di tempat pembuangan akhir yang ada di Kilometer 8, Desa Limbu Sedulun, Kecamatan Sesayap. Air tinja yang disedot kemudian akan diproses menjadi pupuk.
Kendala dan Solusi yang Diambil
Sayangnya, kendala yang sempat dialami Dinas PUPR Perkim Tana Tidung adalah banyak masyarakat yang meski sudah difasilitasi untuk membuat septic tank sendiri, tetapi tidak dikerjakan. Untuk mengatasi hal ini, Dinas PUPR Perkim kini mengambil langkah sendiri dengan langsung membangunkan septic tank di rumah-rumah yang menjadi sasaran.
"Cuman masyarakat itu kadang-kadang kita kasih biofil untuk mereka bangun mereka tidak mau bangun juga padahal kita kasih uang Rp 2,5 juta dan kita kasih biofil kan konsepnya seperti itu suruh bangun tidak mereka bangun juga jadi sekarang kita dari PU yang membangunkan karena kalau tidak seperti itu tidak jalan," keluh Rico.
Penutup
Biofil merupakan salah satu cara pembuatan septic tank yang menggunakan sistem dengan tambahan bakteri pengurai agar air yang keluar tidak merusak lingkungan. Dengan adanya proyek sanitasi ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Tana Tidung.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar