
Ringkasan Berita:Tantangan untuk Donald Trump
- Presiden Amerika Donald Trump ditantang apakah berani menculik Presiden Rusia Vladimir Putin.
- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menantang Donald Trump
- Diketahui, Rusia dan Ukaraina masih dalam kondisi berperang.
- Presiden Amerika Serikat pun memberikan tanggapan menohok
nurulamin.pro Penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh tentara Amerika Serikat, belum lama ini, jadi sorotan dunia.
Kini, Presiden Amerika Donald Trump ditantang apakah berani menculik Presiden Rusia Vladimir Putin.
Tantangan tersebut disampaikan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Diketahui, Rusia dan Ukaraina masih dalam kondisi berperang.
Konflik memanas sejak Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina 2022 lalu.
Volodymyr Zelenskyy menantang Donald Trump menculik Presiden Rusia Vladimir Putin, sama seperti ketika AS menculik presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Presiden Amerika Serikat pun memberikan tanggapan menohok yang membuat Volodymyr Zelenskyy terdiam.
Kepada wartawan, Trump mengatakan ia tidak akan menculik Putin karena mereka memiliki hubungan yang baik.
"Itu tidak perlu. Saya selalu memiliki hubungan yang baik dengannya, meskipun saya kecewa padanya," kata Trump, menurut laporan EA Daily, Sabtu (10/1/2026).
Menurutnya, mengakhiri perang di Ukraina akan lebih mudah, dengan sekali lagi mengkritik pendahulunya, Joe Biden, karena mendukung Ukraina tanpa menuntut kompensasi, dan menyebutnya sebagai hal yang buruk.
Pada 3 Januari lalu, AS meluncurkan operasi militer untuk menangkap Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, setelah kedua negara tersebut bersitegang karena isu penyelundupan narkoba dan geng kriminal.
Trump menuduh Maduro bekerja sama dengan geng kriminal dan penyelundupan narkoba ke AS, serta menjulukinya sebagai diktaktor Venezuela.
Pemerintah Venezuela membantah semua tuduhan Trump, menganggap operasi AS hanya untuk membuka jalan baginya guna menguasai minyak dan mineral di negara Amerika Latin yang kaya sumber cadangan minyak tersebut.
Menanggapi penangkapan Nicolas Maduro yang "mudah" bagi AS, Zelenskyy menyarankan AS untuk melakukan hal yang sama terhadap Putin.
“Bagaimana seharusnya saya menanggapi ini? Apa yang bisa saya katakan?” kata Zelenskyy kepada wartawan setelah bertemu dengan penasihat keamanan nasional Eropa pada Sabtu (3/1/2026), setelah AS menangkap Maduro di hari yang sama.
“Jika cara ini bisa diterapkan pada diktator, maka AS tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya,” lanjutnya, dikutip dari Euro News.
Ia menyarankan agar Trump memperlakukan Putin dengan cara yang sama, karena Rusia terus melancarkan serangan terhadap Ukraina tiga tahun setelah menginvasi negara yang dilanda perang tersebut.
Memanas Sejak 2022, Rusia Tolak Perluasan NATO ke Eropa Timur
Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.418 pada Minggu (11/1/2026).
Perang Rusia–Ukraina bermula dari serangan militer besar yang dilancarkan Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022.
Serangan ini menjadi puncak dari ketegangan panjang antara kedua negara yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Akar konflik dapat ditelusuri sejak runtuhnya Uni Soviet, ketika Rusia dan Ukraina berdiri sebagai negara merdeka dengan arah politik dan kepentingan keamanan yang kerap bertolak belakang.
Dalam perjalanannya, Ukraina semakin mendekat ke negara-negara Barat dan secara terbuka menyatakan niat bergabung dengan NATO serta Uni Eropa, langkah yang dianggap Rusia sebagai ancaman bagi stabilitas keamanannya.
Situasi semakin memanas setelah Revolusi Maidan pada 2014 yang menggulingkan presiden Ukraina yang pro-Rusia.
Pada tahun yang sama, Rusia mengambil alih Semenanjung Krimea, sementara pertempuran bersenjata pecah di wilayah Donbas antara pasukan Ukraina dan kelompok separatis yang didukung Moskow.
Meski sejumlah upaya diplomasi internasional telah dilakukan, konflik di kawasan timur Ukraina terus berlangsung tanpa penyelesaian nyata.
Ketegangan tersebut akhirnya memuncak ketika Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan invasi ke Ukraina pada Februari 2022.
Putin menyebut operasi militer itu bertujuan melindungi warga di Donbas, mengamankan kepentingan Rusia, dan menolak perluasan NATO ke Eropa Timur.
Sebagai respons, negara-negara Barat menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia dan meningkatkan dukungan militer serta finansial kepada Ukraina.
Hingga kini, Amerika Serikat dan sekutunya masih berupaya mendorong perundingan damai di tengah konflik yang terus berlangsung.
Para insinyur di Kyiv bergegas untuk menstabilkan jaringan listrik yang hampir lumpuh akibat serangkaian serangan Rusia, termasuk satu serangan dua malam lalu.
Warga kota berkerumun di dalam apartemen mereka yang tidak berpenghangat untuk melindungi diri dari dinginnya musim dingin pada hari Sabtu (10/1/2026).
Sementara para insinyur bekerja untuk memulihkan listrik, air, dan pemanas.
Perdana Menteri Ukraina Yulia Svyrydenko mengatakan situasi listrik di ibu kota masih sulit, karena jaringan listrik rusak parah dan orang-orang menggunakan lebih banyak pemanas listrik karena cuaca dingin.
Serangan Rudak Balistik
Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengkonfirmasi bahwa Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan darurat pada hari Senin untuk membahas serangan skala besar terbaru Rusia terhadap Ukraina.
Ia mengatakan serangan tersebut menggunakan rudal balistik jarak menengah Oreshnik.
“Pertemuan tersebut akan membahas pelanggaran mencolok Rusia terhadap Piagam PBB,” tulis Sybiha di X, pada hari Sabtu.
Sementara itu, Stéphane Dujarric, juru bicara sekretaris jenderal PBB, mengatakan dampak besar dari serangan tersebut.
"Serangan besar-besaran oleh Rusia pada hari Jumat telah mengakibatkan banyak korban sipil dan merampas layanan penting bagi jutaan warga Ukraina, termasuk listrik, pemanas, dan air pada saat kebutuhan kemanusiaan sangat mendesak," katanya, dikutip dari The Guardian.
Pembicaraan Akhiri Perang Rusia di Ukraina
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan negosiator utama Ukraina, Rustem Umerov, berbicara dengan perwakilan Amerika Serikat pada hari Sabtu.
Pembicaraan itu terjadi ketika Ukraina dan AS berupaya menyepakati kerangka kerja untuk mengakhiri perang Rusia di Ukraina.
“Kami terus berkomunikasi dengan pihak Amerika hampir setiap hari,” tulis Zelenskyy di aplikasi Telegram, Sabtu.
Belgorod Krisis Listrik setelah Serangan Ukraina di Perbatasan Rusia
Gubernur wilayah Belgorod Rusia, yang berbatasan dengan Ukraina, mengatakan pada hari Sabtu bahwa setidaknya 600.000 penduduk kehilangan aliran listrik, pemanas, dan air setelah serangan rudal Ukraina.
Dalam pernyataan yang diunggah di Telegram, Vyacheslav Gladkov mengatakan upaya sedang dilakukan untuk memulihkan pasokan, tetapi situasinya sangat sulit.
Selain serangan di Belgorod, Rusia melaporkan adanya serangan pesawat tak berawak Ukraina yang memicu kebakaran di sebuah depot minyak di wilayah Volgograd selatan Rusia pada hari Sabtu.
Staf Umum Ukraina mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka telah menyerang depot minyak Zhutovskaya semalam.
Dalam sebuah pernyataan di Telegram, militer Ukraina mengatakan depot tersebut memasok bahan bakar ke pasukan Rusia, dan menambahkan bahwa kerusakan sedang dinilai.
Militer Ukraina mengatakan bahwa selain depot minyak di Volgograd, mereka juga menyerang fasilitas penyimpanan pesawat tak berawak milik unit Divisi Senapan Motor ke-19 Rusia di Zaporizhzhia, Ukraina selatan, serta titik komando dan kendali pesawat tak berawak di dekat kota Pokrovsk di timur.
Pesawat Ukraina Serang Voronezh
Serangan pesawat tak berawak Ukraina semalam melukai sedikitnya empat orang dan merusak beberapa bangunan di kota Voronezh, Rusia selatan, menurut gubernur wilayah Voronezh pada hari Minggu.
Sebuah fasilitas layanan darurat, tujuh gedung apartemen, dan enam rumah rusak akibat serangan tersebut, kata gubernur, Alexander Gusev, melalui aplikasi pesan Telegram.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada hari Sabtu bahwa pasukannya menggunakan pesawat terbang, drone, rudal, dan artileri untuk menyerang fasilitas energi dan depot penyimpanan bahan bakar Ukraina pada hari Jumat dan semalam.
Mereka tidak segera merinci target atau kerusakan yang ditimbulkan.
Sumber: Tribunnews
(*/ nurulamin.pro)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar