Tangis Pilu Nurcahaya Sihotang: Keluarga Tiga Orang Tewas dalam Bencana Longsor Pakkat

Duka yang Mendalam Akibat Bencana Longsor di Humbang Hasundutan

Bencana longsor yang terjadi di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, telah menimbulkan duka yang mendalam bagi masyarakat setempat. Banyak warga kehilangan anggota keluarga mereka akibat bencana ini. Salah satu korban terdampak adalah Nurcahaya Br Sihotang, yang kehilangan ayah, ibu, dan putrinya akibat tertimbun material longsoran. Rumah dan ladang miliknya rata dengan tanah, meninggalkan kesedihan yang mendalam.

Nurcahaya kini hanya ditemani oleh seorang putrinya yang selamat, dengan hanya sehelai baju yang melekat di tubuhnya. Ia berharap pemerintah daerah, khususnya Bupati Humbang Hasundutan, dapat segera memberikan bantuan dan penanganan yang layak, terutama untuk tempat tinggal yang lebih nyaman bagi keluarganya. Trauma yang dialami Nurcahaya masih sangat berat. Ia bahkan merasa takut mendengar suara rintik hujan, sebuah gambaran betapa dalamnya luka yang ditinggalkan bencana ini.

Data Korban dan Upaya Penanganan

Berdasarkan data dari Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, hingga hari ke-7 tanggap darurat pada Selasa (2/12/2025), tercatat 8 korban meninggal dunia. Korban terbaru yang ditemukan adalah Weda Amelia Maharaja, seorang anak berusia 10 tahun, putri dari Nurcahaya Sihotang, yang sebelumnya dinyatakan hilang. Sementara itu, satu korban lainnya, Roy Simanullang (19 tahun), masih dalam pencarian.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan masyarakat terus melakukan pencarian korban yang hilang. Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan, bersama Kapolres dan unsur terkait, secara langsung memantau proses evakuasi dan memberikan dukungan moral kepada tim pencari. "Ini adalah duka kita bersama atas musibah yang menimpa warga Humbang Hasundutan," ujar Bupati Nababan saat menyerahkan jenazah kepada keluarga korban.

Dampak Bencana terhadap Infrastruktur dan Pendidikan

Selain korban jiwa, longsor ini juga menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas umum. Lima sekolah dasar dan satu sekolah menengah pertama terdampak, sehingga proses belajar mengajar terganggu. Beberapa gereja di desa sekitar juga mengalami kerusakan, mempengaruhi aktivitas keagamaan masyarakat.

Bupati Nababan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mendukung proses penanganan bencana. Apel gabungan penutupan operasi SAR di lokasi bencana secara resmi dilakukan pada hari ke-7, menandai berakhirnya fase pencarian dan evakuasi korban. Meski fase pencarian telah berakhir, upaya pemulihan dan rehabilitasi akan terus dilakukan untuk membantu masyarakat kembali pulih dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Penanganan Korban Luka dan Layanan Kesehatan

Sementara, RSUD Doloksanggul melaporkan 11 korban luka telah mendapatkan perawatan medis. Sebagian sudah dipulangkan, sementara beberapa masih menjalani perawatan intensif dan rawat jalan. Layanan kesehatan tetap diupayakan optimal di tengah situasi darurat.

Data Korban dan Kerusakan

Data korban: - Total korban meninggal di Humbahas: 8 orang - Korban ditemukan terakhir: Weda Amelia Maharaja (10 tahun) - Korban hilang yang masih dicari: 1 orang, Roy Simanullang (19 tahun)

Dampak bencana: - 5 UPT SD dan 1 UPT SMP terdampak, mengganggu proses belajar-mengajar - 5 rumah ibadah mengalami kerusakan, mempengaruhi aktivitas ibadah masyarakat

Penanganan dan operasi SAR: - Operasi pencarian korban melibatkan BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan masyarakat - Apel gabungan penutupan operasi SAR dilakukan di lokasi bencana - Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada dan mendukung proses penanganan

Nama Warga yang Menjadi Korban

Nama warga yang menjadi korban di lokasi bencana di Lumban Sihotang, Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat:

Korban Selamat: 1. Sonta Simanullang (72), warga Panggugunan, Luka-luka, penuh lumpur. 2. Pery Sihotang (45), warga Panggugunan, ditemukan luka-luka, berlumpur. 3. Grace Cia Cilina (9), warga Panggugunan, syok tapi sadar. 4. Joharia Sihotang (12), warga Panggugunan, syok tapi sadar. 5. Daniel Sihotang (25), Warga Pulo Godang, dievakuasi hidup-hidup. 6. Lapider Simanullang (70), warga Pulo Godang, dievakuasi hidup-hidup.

Korban Meninggal Dunia: 1. Beres Sihotang (80), warga Panggugunan, ditemukan tubuh terpendam di bawah kayu. 2. Merni Simamora (45), warga Panggugunan, ditemukan tertimbun material longsor. 3. Tiurma Br. Simanullang (90), warga Panggugunan, ditemukan tertimbun longsor. 4. Juniati Silaban (47), warga Pulo Godang, ditemukan di reruntuhan longsor. 5. Tiada Simanullang (70), warga Panggugunan, sempat hilang dan sudah ditemukan. 6. Ardo Sihotang (19), warga Panggugunan, sempat hilang dan sudah ditemukan. 7. Weda Amelia Maharaja (10), putri dari Nurcahaya Sihotang, warga Panggugunan, sudah ditemukan. 8. Roy Simanullang (19), warga Pulo Godang, belum ditemukan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan