Tangsel Darurat Sampah, Jakarta Khawatirkan Overload TPST Bantargebang

Tangsel Darurat Sampah, Jakarta Khawatirkan Overload TPST Bantargebang

Masalah Sampah di Wilayah Jabodetabek Terus Mengancam

Sampah masih menjadi masalah serius yang menghantui wilayah megapolitan Jabodetabek. Setelah Tangerang Selatan (Tangsel) yang sedang dihadapkan dengan tumpukan sampah tak terangkut di banyak titik, Jakarta kini dibayangi oleh kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang semakin menipis.

TPST Bantargebang diprediksi hanya mampu menampung sampah dari Jakarta selama enam tahun lagi. Hal ini membuat para kepala daerah di Tangsel dan Jakarta harus memutar otak untuk mencari solusi mengatasi masalah klasik ini.

Sampah di Tangerang Selatan

Sudah sepekan terakhir, gunungan sampah mulai muncul di berbagai titik di wilayah Tangerang Selatan. Salah satu lokasi yang paling menjadi sorotan adalah tumpukan sampah di kolong Flyover Ciputat, karena dekat dengan Pasar Ciputat yang ramai dengan aktivitas orang-orang. Sampah juga menggunung di dekat Pasar Jombang, Ciputat.

Selain itu, masih banyak titik lain yang biasa menjadi tempat pembuangan sementara di wilayah permukiman. Penumpukan sampah tersebut disebabkan oleh Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, yang menjadi pusat pembuangan sampah 1,4 juta warga Tangsel setiap harinya, sedang dalam proses perbaikan.

Pantauan pada Selasa (16/12/2025), tumpukan sampah di dua titik tersebut belum diangkut. Solusi sementara dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel adalah menutupi sampah-sampah itu dengan terpal. Namun, kendati gunungannya tertutupi, bau tak sedapnya tetap tercium dan mengganggu.

Kondisi diperburuk dengan penutupan yang tidak sempurna, dan sampah mulai mengeluarkan belatung. Salah seorang pedagang asongan di kolong Flyover Ciputat, Ani (48), mengatakan bahwa penutupan sampah menggunakan terpal tidak banyak membantu mengurangi bau.

“Ditutup terpal juga sama saja, baunya tetap keluar. Kalau kena angin malah makin menyengat,” kata Ani saat ditemui Kompas.com di lokasi, Selasa.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menjelaskan bahwa penataan TPA Cipeucang yang menjadi muara pembuangan sampah di Tangsel sedang dalam penataan. Alhasil, sampah-sampah di masyarakat tidak dapat diangkut ke sana.

“TPA Cipeucang sedang dalam tahap perbaikan dan penataan konstruksi dan timbunan sampahnya, sehingga memang dalam beberapa hari belakangan sampah tidak dapat masuk dulu,” ujar Benyamin saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (14/12/2025).

Penataan TPA Cipeucang baru ditargetkan rampung akhir Bulan Desember 2025 ini. Selain mengandalkan TPA Cipeucang, Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga tengah menyiapkan solusi jangka panjang melalui pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).

"PSEL sudah kita ajukan peminatannya dan masih menunggu tahap berikutnya dari KLH,” jelas dia.

Sampah di Jakarta

Sementara itu, Gubernur Jakarta Pramono Anung menanggulangi keterbatasan daya tampung TPST Bantargebang dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) bekerja sama dengan BPI Danantara.

“Jadi untuk Bantargebang, karena kami akan segera memulai PLTSa di Bantargebang. Sesuai dengan saya dengan Danantara. Itu yang akan kami lakukan,” ucapnya di kawasan Cilincing, Jakarta Utara.

Pramono bilang, pembangunan dua PLTSa ini menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menekan ketergantungan pada TPST Bantargebang yang selama ini menjadi lokasi pembungan akhir sampah warga ibu kota.

Kehadiran PLTSa ini pun diharapkan mampu menjadi solusi jangka menengah dan panjang dalam pengelolaan sampah.

“Jadi akan ada dua Pembangkit Listrik Tenaga Sampah dan mudah-mudahan 55 juta ton yang sekarang ada Bantargebang secara signifikan pelan-pelan akan turun,” ujarnya.

Sebagai informasi tambahan, setiap hari ratusan truk sampah dari berbagai penjuru Jakarta masuk ke TPST Bantargebang yang selama ini menjadi tulang punggung pengelolaan sampah Jakarta. Kurang lebih 7.000 ton sampah diangkut ke tempat kawasan pembuangan seluas 110 hektare tersebut.

Sejauh ini total sampah yang sudah tertimbun di TPST Bantargebang diperkiraan mencapai 50 juta ton.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan