
nurulamin.pro.CO.ID-JAKARTA.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengambil keputusan untuk tidak menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) pada tahun 2026. Selain itu, pemerintah juga memutuskan untuk menunda penerapan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK).
Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto menjelaskan bahwa meskipun tidak ada kenaikan tarif cukai, pihaknya tetap berupaya meningkatkan penerimaan negara melalui berbagai strategi. Langkah-langkah ini mencakup penguatan pengawasan, penegakan hukum berbasis risiko, serta perluasan basis penerimaan dari bea masuk, bea keluar, dan cukai.
Penguatan Pengawasan dan Teknologi di Sektor Bea Masuk
Di sektor bea masuk, Bea Cukai mengembangkan konsep Smart Customs yang berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Teknologi ini digunakan untuk berbagai keperluan seperti penelitian nilai pabean, klasifikasi barang, pemanfaatan fasilitas Free Trade Agreement (FTA), serta penajaman penjaluran risiko.
Nirwala menyebutkan bahwa konsep ini didukung oleh optimalisasi alat pemindai serta profiling risiko berbasis AI. Tujuannya adalah untuk menekan praktik undervaluation, misdeclaration, dan kebocoran penerimaan.
Peningkatan Penerimaan di Sektor Bea Keluar
Sementara itu, di sektor bea keluar, peningkatan penerimaan dilakukan melalui ekstensifikasi komoditas baru, antara lain emas dan batubara. Langkah ini diperkuat dengan modernisasi Balai Laboratorium Bea dan Cukai (BLBC) serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) untuk memastikan pengawasan dan pengujian komoditas berjalan optimal.
Fokus pada Operasi Serentak di Bidang Cukai
Di bidang cukai, Bea Cukai memfokuskan strategi pada penguatan Operasi Serentak dan Terpadu dalam pemberantasan Barang Kena Cukai (BKC) ilegal. Selain itu, pengawasan pemesanan pita cukai diperkuat dengan pemanfaatan teknologi AI.
"Tujuan utamanya adalah meningkatkan penerimaan melalui penurunan rokok ilegal dan peningkatan kepatuhan tanpa menambah beban tarif," jelas Nirwala.
Target Penerimaan Tahun 2026
Asal tahu saja, pada tahun 2026, Bea Cukai memiliki amanat target penerimaan yang lebih tinggi, yaitu sebesar Rp 336 triliun. Dalam target tersebut, termasuk rencana pengenaan bea keluar untuk emas dan batubara.
Strategi Peningkatan Pendapatan Negara
Bea Cukai terus berkomitmen untuk meningkatkan pendapatan negara melalui berbagai inovasi dan peningkatan kapasitas internal. Dengan memanfaatkan teknologi dan penguatan sistem pengawasan, Bea Cukai berharap mampu mencapai target penerimaan yang ditetapkan, meski tidak ada kenaikan tarif cukai.
Selain itu, langkah-langkah strategis ini juga bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap regulasi cukai dan bea masuk, sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar