
berita
Permasalahan Parkir Digital di Surabaya Kembali Jadi Sorotan
Masalah parkir kembali menjadi topik yang ramai dibicarakan oleh warga Kota Surabaya. Hal ini terjadi setelah munculnya protes dari sebuah organisasi masyarakat (ormas) terkait penerapan sistem parkir digital di salah satu restoran mi. Peristiwa ini pun viral di media sosial dan mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk dari Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto.
Achmad Nurdjayanto menyampaikan bahwa tujuan dari digitalisasi parkir adalah positif, tetapi infrastruktur yang digunakan harus benar-benar siap. Kesiapan ini tidak hanya terkait dengan alat teknologi, tetapi juga kemampuan petugas dan kesadaran masyarakat dalam menggunakannya.
Digitalisasi parkir itu tujuannya baik, tetapi infrastrukturnya harus benar-benar siap, baik untuk juru parkir maupun pengguna parkir, sehingga tak menimbulkan masalah baru di lapangan, ujarnya pada Jumat (12/12).
Menurutnya, keberhasilan sistem parkir digital bergantung pada kesiapan perangkat. Petugas parkir harus memiliki alat yang layak, sementara masyarakat perlu terbiasa bertransaksi secara non-tunai saat memarkir kendaraan.
Kesiapan ini bukan hanya alat di tangan jukir, tetapi juga kesiapan semua pihak. Titik dan spot menggunakan sistem parkir digital juga harus disosialisasikan supaya masyarakat tak bingung," tambahnya.
Achmad juga mempertanyakan bagaimana konsekuensi bagi masyarakat yang belum memiliki alat pembayaran digital. Ia menyebut bahwa tidak semua warga Surabaya memahami teknologi, apalagi lansia.
Perlu dijelaskan nanti bagaimana konsekuensinya jika pengguna parkir tidak memiliki alat pembayaran digital. Kebijakan publik ini harus memberikan kepastian dan rasa adil bagi seluruh warga, tegas Achmad.
Alih-alih langsung beralih ke sistem parkir digital, Achmad mengusulkan agar Pemkot Surabaya mempertimbangkan skema hybrid. Mekanisme ini dinilai lebih adaptif sebelum menerapkan digital secara menyeluruh.
Saran kami, pembayaran hybrid dulu, tunai dan non-tunai berjalan bersamaan sebelum diterapkan (full digital) secara masif. Uji coba juga perlu di kawasan strategis, sehingga bisa dievaluasi secara objektif, katanya.
Kawasan strategis yang dimaksud antara lain pusat kota, pusat perbelanjaan (mal), dan tempat wisata yang cocok untuk uji coba. Achmad memahami bahwa penerapan parkir digital bertujuan untuk mengurangi potensi kebocoran PAD.
Sekaligus memastikan kuantitas layanan parkir tercatat baik. Karena itu, teknologi verifikasi pembayaran juga perlu dipertimbangkan, seperti sidik jari, pengenalan wajah, supaya lebih mudah dan adaptif, ujarnya.
Tantangan dan Solusi dalam Penerapan Sistem Parkir Digital
Penerapan sistem parkir digital membawa sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah ketidaksetaraan akses teknologi antara masyarakat yang lebih familiar dengan digital dan mereka yang kurang memahami teknologi.
Beberapa poin penting yang perlu dipertimbangkan dalam penerapan sistem ini antara lain:
Peningkatan literasi digital*
Masyarakat perlu diberikan edukasi agar dapat memahami cara menggunakan sistem parkir digital. Ini termasuk pelatihan untuk para petugas parkir dan pengguna kendaraan.
-
Kesiapan infrastruktur
Teknologi yang digunakan harus stabil dan dapat diakses oleh semua pihak. Tidak boleh ada gangguan yang menyebabkan kebingungan atau kesulitan bagi pengguna. -
Penggunaan teknologi verifikasi alternatif
Selain pembayaran digital, teknologi seperti sidik jari atau pengenalan wajah bisa menjadi alternatif untuk memastikan keamanan dan keakuratan data. -
Kebijakan yang inklusif
Pemerintah perlu memastikan bahwa kebijakan parkir digital tidak meninggalkan kelompok tertentu, seperti lansia atau masyarakat yang tidak memiliki akses internet.
Dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut, penerapan sistem parkir digital di Surabaya perlu dilakukan secara bertahap dan dengan pendekatan yang lebih holistik. Dengan demikian, kebijakan ini bisa memberikan manfaat yang maksimal tanpa menimbulkan masalah baru di tengah masyarakat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar