Target Beregu Terpenuhi, Bulu Tangkis Tambah Emas dari Tunggal Putra dan Ganda Putra di SEA Games 20

Kemenangan Awal Bulu Tangkis Indonesia di SEA Games 2025


Tim bulu tangkis Indonesia memulai perjuangan mereka di SEA Games 2025 dengan pencapaian yang cukup menjanjikan. Mereka berhasil meraih dua medali, yaitu emas di nomor beregu putra dan perak di nomor beregu putri. Hal ini menjadi awal yang baik bagi atlet-atlet Indonesia dalam ajang olahraga regional tersebut.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Eng Hian, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan mencapai target pada kategori beregu. Ia berharap ada dua tambahan emas lagi yang bisa didapat oleh atletnya di nomor tunggal putra dan ganda putra.

Eng Hian menyatakan bahwa pencapaian ini sesuai dengan target yang disepakati federasi dan juga pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI. Hal ini diungkapkannya saat tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jumat (12/12). Dia kembali lebih dulu bersama dengan empat pemain yang tidak melanjutkan perjuangan di nomor perorangan.

Empat pemain tersebut adalah Yohanes Saut Marcellyno, Prahdiska Bagas Shujiwo, Mutiara Ayu Puspita Sari, dan Gregoria Mariska Tunjung. Kedatangan mereka disambut oleh Komite Olimpiade Indonesia yang diwakili Zulkifli Akbar.

"Ya tentunya kalau secara keinginan tentunya kita ingin dua medali emas. Tapi ya ini kan memang seharusnya di beregu itu diprediksikan, tim putri memang saya ajukan ke Tim Review Kemenpora itu medali perak, sesuai dengan sesuai ranking dari tim kita," kata Eng Hian.

"Dan untuk tim putra itu boleh dibilang masih 50-50. Tapi saya menyampaikan ke tim review itu kita masih mempunyai peluang, paling tidak peluangnya memang lebih baik sedikit dibanding tim putri," tambahnya.

Tim beregu putra yang dikapteni oleh Sabar Karyaman Gutama, sukses menyabet emas usai mengalahkan Malaysia (3-0) di final. Sementara tim beregu putri Indonesia harus puas dapat perak lantaran kalah dari tuan rumah Thailand (1-3) pada partai puncak, Selasa (9/12).

PBSI sendiri mematok target dua emas pada SEA Games 2025. Selain dari beregu putra, federasi mengincar medali terbaik di tiga nomor berbeda, yakni tunggal putri, ganda putra, dan tunggal putra.

Namun berkaca dari situasi sekarang, Eng Hian merasa cukup percaya diri target itu bisa dipenuhi di ganda putra dan tunggal putra. Sebab kedua sektor itu masih punya dua wakil hingga babak semifinal.

"Tentunya kita berharap dari sektor tunggal putra dan ganda putra yang tentunya dari unggulan-unggulannya. Apalagi unggulan satunya juga yang tunggal putra yang unggulan satu sudah tadi dikalahkan oleh Ubed (Moh Zaki Ubaidillah) dan kita berharap atlet atlet juga menjadi lebih yakin untuk penampilan di semifinal di tunggal putra," terang Eng Hian.

"Nah di ganda putra ini yang tentunya masih ketat karena lawan Malaysia dua-duanya ya. Kita berharap juga sama di ganda putra atlet kita bisa bermain maksimal, bermain lepas seperti pada saat ditunjukkan di beregu dan kita berharap juga bisa dapatkan hasil maksimal," tambahnya.

Tunggal putra saat ini masih menyisakan Alwi Farhan dan Zaki Ubaidillah. Mereka di empat besar bakal menantang wakil Malaysia, yakni Justin Hoh dan Leong Jun Hao.

Sementara di ganda putra, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani juga lolos ke semifinal. Mereka bakal meladeni unggulan satu dan dua yang juga dari Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik dan Man Wei Choong/Kai Wun Tee.

Lantas bagaimana dengan sektor lain? Eng Hian enggan menaruh ekspektasi tinggi. Termasuk ganda putri, yang sebenarnya Indonesia masih punya dua pasangan yakni Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari di semifinal.

Eng Hian hanya berharap kedua pasangan itu tampil lepas. Begitu pula dengan Putri Kusuma Wardani (tunggal putri) dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (ganda campuran) yang jadi satu-satunya wakil yang tersisa di sektornya masing-masing.

"Ganda putri masih ada satu pasang dari Malaysia, yang secara ranking memang jauh di atas dari pemain kita. Tapi kita berharap, atlet kita juga sama, tidak menyerah sebelum bertanding, tidak gentar sebelum bertanding. Itu yang kita harapkan di lapangan semua bisa terjadi," kata Didi, sapaan akrab Eng Hian.

"Sekali lagi tinggal dua sektor yang lainnya di tunggal putri, Putri KW harus berjuang sendiri, sama di ganda camouran juga berjuang sendiri. Kita harapkan ini semua dari besok babak semifinal, atlet atlet dapat berjuang semaksimal mungkin dan bisa menuju ke final dulu. Kita nanti bertahap," jelasnya menambahkan.

Selain bulu tangkis, ada dua cabor lain yang sudah kembali ke Indonesia. Yakni basket putra dan putri serta mixed martial arts. Namun khusus basket putri, mereka langsung pulang ke Surabaya, tidak ke Jakarta seperti yang lain.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan