Target Nol AKI dan AKB 2025 di Pacitan Tidak Tercapai, Anggota DPRD Dr. Warkim Beri Pernyataan Ini

Target Nol AKI dan AKB 2025 di Pacitan Tidak Tercapai, Anggota DPRD Dr. Warkim Beri Pernyataan Ini

Tantangan dalam Mencapai Target Zero Case Kematian Ibu dan Bayi di Pacitan

Pada tahun 2025, Kabupaten Pacitan mengalami kegagalan dalam mencapai target zero case kematian ibu (AKI) dan kematian bayi (AKB). Meskipun pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka tersebut, data menunjukkan bahwa terdapat tiga kasus kematian ibu dan 57 kasus kematian bayi selama periode tersebut. Hal ini menjadi perhatian serius bagi para pejabat dan masyarakat setempat.

Faktor-Faktor yang Menyebabkan Kegagalan

Beberapa faktor sosial dan budaya turut berkontribusi pada tingginya angka kematian ibu dan bayi. Pertama adalah pernikahan dini yang masih marak terjadi di wilayah ini. Banyak remaja yang hamil sebelum usia yang tepat, meningkatkan risiko komplikasi seperti preeklamsia, anemia, dan kelahiran prematur. Selain itu, keterbatasan ekonomi keluarga juga menjadi hambatan dalam akses layanan kesehatan. Banyak keluarga tidak mampu membiayai pemeriksaan kehamilan atau transportasi ke fasilitas kesehatan.

Literasi kesehatan yang rendah juga menjadi masalah. Sebagian masyarakat belum memahami tanda-tanda bahaya kehamilan atau pentingnya kunjungan antenatal care (ANC) sesuai standar. Akibatnya, banyak ibu hamil datang ke fasilitas kesehatan saat kondisi sudah kritis.

Selain itu, praktik budaya dan kepercayaan lokal masih memengaruhi perilaku masyarakat. Beberapa ibu hamil enggan dirujuk karena takut diperiksa oleh tenaga kesehatan laki-laki atau lebih memilih mengandalkan dukun. Keputusan keluarga yang lambat dalam situasi darurat juga memperparah kondisi.

Tingginya beban kerja ibu hamil menjadi faktor lain. Banyak dari mereka tetap bekerja berat hingga trimester akhir, baik sebagai buruh, petani, maupun pekerja informal lainnya. Hal ini memperburuk risiko kehamilan dan mempercepat komplikasi.

Upaya yang Dilakukan Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Pacitan telah mengambil langkah-langkah untuk menekan angka kematian ibu dan bayi menuju zero case pada 2025. Namun, beberapa tantangan masih ada, termasuk keterlambatan rujukan dan distribusi tenaga kesehatan yang tidak optimal. Selain itu, kondisi geografis yang menantang juga memengaruhi aksesibilitas layanan kesehatan.

Anggota Komisi II DPRD Pacitan, dr. H. Warkim Sutarto, MARS, menyatakan bahwa target zero case bukan sekadar angka, melainkan komitmen moral untuk melindungi keselamatan ibu dan bayi. Ia menilai bahwa koordinasi lintas sektor dan fasilitas kesehatan masih perlu ditingkatkan agar dapat merespon kasus kegawatdaruratan dengan cepat.

Rekomendasi untuk Meningkatkan Kualitas Layanan

Untuk mengatasi masalah ini, dr. Warkim menyarankan beberapa langkah. Pertama, penguatan layanan PONED dan PONEK harus dilakukan secara lebih terstruktur. Selain itu, sistem rujukan maternal-neonatal yang lebih cepat dan terintegrasi diperlukan. Digitalisasi pemantauan kehamilan risiko tinggi juga menjadi penting.

Edukasi masyarakat melalui kader, desa, tokoh agama, dan pemuda bisa menjadi solusi untuk meningkatkan literasi kesehatan. Intervensi sosial untuk mencegah pernikahan dini, meningkatkan pendidikan perempuan, serta mendukung keluarga miskin juga perlu diperkuat.

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menutup celah perilaku, budaya, dan sosial-ekonomi masyarakat. Dengan sinergi yang lebih kuat, diharapkan target zero preventable maternal and neonatal deaths dapat tercapai di masa depan.

Kesimpulan

Gagalnya pencapaian target zero case kematian ibu dan bayi di Pacitan menjadi titik balik untuk melakukan akselerasi kebijakan dan pembenahan layanan secara lebih terstruktur. Komisi II DPRD Pacitan siap memperjuangkan penguatan regulasi, pengawasan anggaran, serta sinergi lintas sektor demi menekan angka kematian ibu dan bayi secara signifikan. Dengan komitmen bersama dan kerja yang sungguh-sungguh, diharapkan target tersebut dapat tercapai pada tahun-tahun mendatang.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan